===== BAB 29: Dua Pasien Tanpa Nama =====
Dua pasien tanpa nama akhirnya memiliki wajah, tetapi salah satunya masih kehilangan malam yang menentukan hidupnya.
Rafi melihat foto jembatan dalam sesi yang dipantau dokter. Ia tidak diminta mengingat; hanya menggambarkan yang terlihat. Kapsul berada di tangan kirinya. Dion berdiri dekat pintu servis, sementara Bayu memegang radio. Di latar, Bram berjalan mendekat dari arah darat.
Analisis bayangan dan cuaca membuktikan foto diambil pada malam kecelakaan, bukan latihan hari lain. Jam dinding cocok dengan log hujan dan pencahayaan. Wajah Rafi dibandingkan dengan foto paspor masa mudanya oleh ahli yang tidak mengetahui teori penyelidikan; hasilnya sangat mendukung identitas, meski bukan pengenalan biometrik sempurna.
Di manset Dion terlihat tonjolan kecil berbentuk kepala kunci. Sinta mengenali cara jahitannya, tetapi identifikasi keluarga diberi label pendukung. Serat mantel dari depot kemudian cocok dengan warna dan pola tenun pada foto.
Jam pada dinding menunjukkan lima belas menit sebelum UX-217 berangkat. Foto membuktikan Rafi membawa kapsul sampai dekat perjalanan, bukan apakah benda itu masuk kabin. Nomor bingkai mengindikasikan ada foto sebelum dan sesudahnya. Laras tidak memiliki negatif lain.
Bayu menanggapi foto dengan menutup telinga. Pendamping menghentikan sesi. Beberapa jam kemudian ia meminta kertas dan menulis satu kata: beacon. Ratih mengatakan Bayu dulu memanggil lampu penanda jembatan sebagai beacon servis.
Denah lama menunjukkan beacon berdiri di ujung jalur kuning yang disebut Rafi dalam kilas ingatan. Perangkat itu diganti setelah kecelakaan dan unit lama disimpan sebagai barang museum internal. Inventaris menyebutnya rusak, lalu dipindah ke pusat pelatihan.
Bayu pernah bekerja merawat beacon, sehingga kata yang ditulisnya dapat berasal dari pekerjaan rutin, bukan malam kecelakaan. Nara mencatat kemungkinan itu. Ratih menghargai kehati-hatian tersebut; selama tujuh belas tahun perusahaan mengambil setiap gerakan Bayu sebagai bukti cerita yang mereka butuhkan. Kini satu kata tidak boleh dibebani seluruh perkara.
Tim menelusuri buku perawatan dan menemukan Bayu memang memperbaiki unit itu pagi sebelum peluncuran. Ia menandai rongga baterai bocor, lalu Dion menandatangani penerimaan. Catatan memberi alasan sah sidik mereka berada di beacon sekaligus kesempatan untuk menyembunyikan benda kemudian.
Nara menahan keinginan langsung mencari. Mereka harus memastikan Bayu tidak hanya meniru kata dari percakapan sekitar. Pendamping memeriksa rekaman; tidak ada orang menyebut beacon sebelum ia menulis. Jejak menjadi layak ditelusuri.
Sementara tim mencari inventaris, dokter saraf memeriksa Rafi dengan pencitraan dan tes memori. Ada bekas cedera lama pada area yang dapat mengganggu pembentukan ingatan, tetapi tidak ada cara menentukan isi yang hilang. Dokter menolak istilah 'ingatan dihapus' sebagai kepastian medis.
'Cerita palsu yang diulang dapat mengisi ruang kosong,' jelasnya. 'Karena itu jangan mengejar gambaran yang sesuai harapan.'
Rafi menyetujui laporan diterbitkan tanpa rincian medis lain. Ia meminta terapi berlanjut di luar kepentingan perkara. Nara melihat keputusan itu sebagai pemisahan sehat: kesembuhan Rafi tidak harus menunggu putusan pengadilan.
Laras mengakui memberikan sedatif pertama berdasarkan instruksi medis wajar. Dokter keluarga Mahendra kemudian menambahkan dosis dan mengulang cerita kecelakaan motor. Laras mencatat keberatan, tetapi tidak melapor. Ia takut kehilangan lisensi dan keselamatan.
Ratih bertanya apakah Laras menyesal. Dokter menjawab ya, lalu tidak meminta pengampunan. Ia menawarkan seluruh catatan dan bersedia menerima pemeriksaan profesi. Bayu belum mampu menyatakan sikap; keputusannya tidak boleh digantikan keluarga.
Inventaris beacon ditemukan. Unit lama tidak ada di museum, tetapi formulir pemindahan mencatat gudang jembatan utara. Formulir ditandatangani Dion dua jam sebelum kematiannya, lalu disahkan Bram setelah kecelakaan. Lagi-lagi tanda tangan orang mati dipakai untuk menutup perpindahan.
Kresna memperoleh surat pencarian. Gudang jembatan kini berada di tanah kota dan dipakai menyimpan perlengkapan jalan. Tim menemukan beacon dalam peti kayu, nomor seri cocok. Baut belakang pernah dibuka lalu ditutup dengan perekat tahan air.
Nara meminta ahli bahan memeriksa sebelum membongkar. Perekat berasal dari masa kecelakaan dan memiliki sidik parsial Dion. Di dalam rongga baterai ada kantong logam, tetapi mereka tidak membukanya di lokasi. Benda dipindah ke laboratorium tanpa jaringan.
Rafi menunggu hasil bersama Nara. Ia berkata merasa takut menemukan kapsul, sebab benda itu dapat membuktikan ia mengambil keputusan yang menyebabkan Dion membawa UX-217 keluar. Nara tidak menenangkannya dengan janji.
'Kau berusia sembilan belas, tetapi bukan berarti semua pilihanmu tanpa akibat,' ujar Nara. 'Kita juga harus bertanya siapa orang dewasa dan pejabat yang memegang kuasa lebih besar.'
Rafi berkata ia terbiasa keluarga memilih salah satu dari dua cerita: pewaris tidak bersalah atau pewaris pengkhianat. Nara menawarkan cara ketiga, yakni memeriksa tiap tindakan dengan kekuasaan dan informasi yang tersedia saat itu. Rafi dapat membawa bukti dengan niat baik, Dion dapat melindunginya, dan metode keduanya tetap berisiko.
'Kalau keputusanmu salah, kita catat. Kalau ayah saya salah, kita juga catat. Kebenaran bukan hadiah untuk hubungan kita.'
Rafi mengangguk. 'Tetapi aku ingin kau tetap di ruangan ketika dibuka.'
'Saya akan ada sebagai auditor. Setelahnya kita bicara sebagai suami istri.'
Kantong logam dibuka. Isinya bukan kapsul utuh, melainkan pelat tembaga kecil dengan konektor patah dan secarik kertas: satu dari tiga, jangan satukan di Bintang.
Ingatan Rafi tidak utuh, tetapi petunjuknya membawa mereka kembali ke jembatan servis.