===== BAB 18: Penjaga Malam Terakhir =====
Tag loker 314 menjadi jejak pertama yang tidak berasal dari ingatan Rafi atau arsip keluarga.
Idris Halim menyerahkannya di kantor perlindungan saksi, bukan di rumah atau depot. Tag kuningan itu dimasukkan ke kantong bukti sebelum berpindah tangan. Pada sisi belakang terdapat goresan berbentuk tiga titik, sama dengan gambar kepala kunci yang dibuat Sinta.
Laboratorium menemukan serat kain biru tua pada celah tag. Serat tersebut cocok secara umum dengan mantel dinas Dion, tetapi jenis kain itu dipakai ratusan operator. Temuan tidak cukup untuk membuktikan tag pernah dijahit bersama kunci. Ia hanya menghubungkan benda-benda pada tingkat petunjuk.
Idris memberi kesaksian lengkap selama empat jam. Pada malam UX-217, Rafi datang lewat jembatan servis tanpa token penumpang. Dion menunggunya sambil membawa mantel. Rafi berkata ia mempunyai bukti bahwa perusahaan menggunakan komponen rekondisi sebagai barang baru. Dion semula menolak membawanya, lalu melihat dua mobil keamanan memasuki kompleks.
Menurut Idris, Rafi tidak datang sebagai pewaris yang memerintah. Kemejanya basah dan salah satu sepatunya berlumpur, seolah ia berlari dari sisi kompleks lain. Ia beberapa kali meminta Dion menyerahkan kapsul langsung kepada regulator tanpa membawanya ikut. Dion menjawab jalur komunikasi telah dipantau dan seorang penyelidik akan menunggu di kota tujuan. Pernyataan ini membuka pertanyaan tentang perempuan bermap regulator yang muncul pada foto.
Idris juga mendengar pertengkaran radio. Suara Fajar meminta Dion menunda keberangkatan dan menyerahkan 'anak serta kunci'. Dion menolak karena tim keamanan tanpa daftar telah memasuki jembatan. Rekaman radio resmi tidak memuat percakapan itu. Bila kesaksian Idris benar, seseorang menghapus bukan hanya nama Rafi, tetapi juga konflik sebelum peluncuran.
'Pak Dion bilang jalur darat sudah dikuasai,' tutur Idris. 'Ia memilih membawa Rafi ke ruang aman bergerak sampai regulator bisa ditemui di kota tujuan.'
Keputusan itu menjelaskan perjalanan, tetapi juga menunjukkan Dion sengaja melanggar manifest. Nara menuliskannya tanpa mengurangi kata. Ayahnya mengambil risiko pada seluruh operasi. Alasan melindungi seorang pembocor tidak otomatis membuat caranya benar.
Idris melihat Dion menyerahkan tag 314 kepada Rafi. Loker berada di terminal lama, bagian yang ditutup setelah renovasi. Kunci kuningan membuka kompartemen di dalam loker, sedangkan tag hanya menunjukkan nomor. Kapsul hitam tetap dibawa Rafi ke UX-217.
Bram datang memakai lencana Wakil Operasi. Ia memerintahkan Idris meninggalkan jembatan dan berkata Fajar telah menyetujui akun A.D. Idris mengira A.D. adalah nama samaran Rafi. Ia tidak pernah melihat kepanjangannya.
'Apakah Bram disebut Kapten Kedua?' tanya Nara.
Idris menggeleng. 'Tidak malam itu. Dia dipanggil Wakil.'
Nara mencatat perbedaan tersebut. Mereka belum boleh menyatukan dua sebutan hanya karena orangnya sama-sama mencurigakan.
Setelah kecelakaan, Idris diperintah membersihkan loker 314. Ia menemukan loker sudah kosong, kecuali foto hangus dan potongan manual. Bram menyuruhnya membakar keduanya. Idris berpura-pura patuh, memasukkan benda ke amplop, lalu menyembunyikannya di ruang loker cadangan. Ia tidak mengambil kapsul atau kunci.
'Mengapa menyimpan bukti tapi tidak memberikannya kepada penyelidik?'
'Penyelidik yang datang bersama Bram,' jawab Idris. 'Saya tidak tahu kepada siapa bisa percaya.'
Damar menjelaskan bahwa ketakutan dapat menerangkan sikap, bukan menghapus kewajiban. Idris menerima kemungkinan didakwa menahan bukti. Ia hanya meminta perlindungan bagi anaknya yang kini sudah dewasa dan memiliki keluarga.
Rafi menonton rekaman kesaksian setelah Idris menyetujui. Ia mengenali wajah lelaki itu samar-samar, tetapi tidak memberi nilai lebih pada ingatan tersebut. Yang membuatnya terpukul adalah istilah 'kunci hidup'. Fajar mungkin membiarkannya selamat bukan karena kasih keluarga, melainkan karena berharap data masih tersimpan dalam ingatannya atau tubuhnya.
Dokter mengingatkan bahwa kalimat Idris dapat memicu pembentukan ingatan baru. Rafi setuju tidak menjalani sesi hipnosis atau teknik pemulihan agresif yang ditawarkan konsultan keluarga. Ia memilih terapi trauma biasa dan pencarian bukti eksternal. Nara mendukung keputusan itu karena tujuan penyelidikan bukan membuat Rafi mengingat sesuai teori, melainkan mengetahui apa yang terjadi.
Maya kemudian mengakui Mahendra pernah bertanya berulang kali apakah Rafi membawa benda saat ditemukan. Pertanyaan berhenti setelah Rafi dikirim ke Singapura. Maya menduga anaknya melindungi Rafi dari Fajar, tetapi tidak memiliki bukti. Ia menyerahkan buku harian Mahendra agar dugaan itu dapat diuji, meski halaman minggu kecelakaan telah dicabut.
'Jika mereka merawatku untuk mencari kapsul, mengapa aku dikirim ke Singapura?' tanyanya.
Nara menjawab, 'Mungkin mereka tidak menemukannya. Mungkin ayahmu memilih menyembunyikanmu dari Fajar. Kita belum tahu.'
Terminal lama telah menjadi pusat pelatihan terbengkalai. Denah menunjukkan deret loker bawah tanah masih utuh, tetapi gedung dimiliki anak perusahaan Merapi. Kresna mengajukan akses. Merapi menolak dengan alasan bahaya struktur.
Inspektur bangunan independen memeriksa dan menyatakan lorong aman selama jumlah orang dibatasi. Hakim menerbitkan surat pencarian khusus loker 314. Nara meminta keluarga korban diberi tahu bahwa lokasi UX-217 akan dibuka lagi, meski tidak ada barang mereka yang dicari.
Malam sebelum operasi, seseorang mencoba menghubungi Idris melalui nomor yang hanya diketahui pengacaranya. Pesan itu berbunyi: tag tanpa kunci hanya logam tua. Nomor pengirim berasal dari layanan internal Merapi.
Idris tidak membalas. Ia menyerahkan ponsel dan mengakui satu detail tambahan: foto hangus memperlihatkan Rafi, Dion, dan seorang perempuan muda yang belum pernah disebut.
Perempuan itu memegang map berlogo regulator, bukan Bintang.