Khabar bangkrutnya Suryo telah tersebar di kalangan Pengusaha, roda telah berputar, dahulu yang selalu mendapatkan cacian dan hinaan kini berada di atas kesuksesan, Leonart berhasil menjadikan dirinya dan adiknya menjadi orang yang di kenal dan terpandang. Berbalik dengan nasib Suryo, tak satu orang pun yang memberi bantuan padanya, satu persatu aset perusahaannya di jual untuk menutupi perusahaan lain miliknya yang sudah di ambang kebangkrutan. Sampai akhirnya Suryo sudah tidak mempunyai Perusahaan lagi.
Kini Suryo dan keluarganya sudah tidak tinggal di rumah Mewah itu lagi, Suryo telah menjual rumah tempat tinggal milik satu-satunya. Suryo membeli sebuah rumah sederhana di kawasan pinggiran kota. Nasib mereka sungguh memperihatinkan, Sony Putra semata wayang Suryo kini terjerat kasus narkoba dan saat ini ia sedang berurusan dengan pihak yang berwajib.
Leonart dan adiknya kini telah sukses di dunia Bisnis, bukan saja barang bekas yang di gelutinya, namun ia telah merambat di dunia Bisnis lainnya.
Sore itu Leonart memasuki kawasan industri Garmen, kawasan yang memproduksi berbagai macam jenis pakaian untuk di perjual belikan. Leonart bekerja sama dengan perusahaan lain, yang bergerak di bidang industri Garmen dalam membuat bahan baku menjadi bahan jadi. Setelah menjadi bahan jadi, Leonart bekerja sama dengan pihak Mall untuk di pasarkan di sana. Leonart dan rekannya mempekerjakan ratusan tenaga kerja.
Leonart adalah Pria yang teguh pada pendiriannya, bahkan dalam masalah cinta Leonart hanya mencintai satu Wanita dalam hidupnya, yaitu Sheila. Diam-diam Leonart membeli sebuah rumah yang cukup besar dan mewah, semua itu di peruntukan untuk Sheila dan anak-anaknya kelak.
****
Sheila baru saja selesai membuat CV, ia sudah bertekat untuk mencari pekerjaan hari ini, ia akan melamar ke sebuah Perusahaan, sejak kemarin ia sibuk membuka loker. Mama dan papanya sudah tidak mempunyai uang untuk membiayai hidup Sheila, sejak Perusahaan papanya Gulung Tikar, kehidupan mereka berubah menjadi delapan puluh persen. Sheila yang biasa hidup manja dan berkecukupan, kini harus berusaha mencari pekerjaan agar dapat membiayai kehidupannya dan kedua orang tuanya.
Pagi sekali Sheila sudah bersiap-siap, dengan make yang tipis ia memoles wajahnya dengan bedak dan perona merah di pipi agar tidak terlihat pucat, semalam Sheila kurang tidur karna harus mencari loker yang sesuai dengan keahliannya.
Dengan menaiki angkutan umum, dapat mengantarkan Sheila ke tempat tujuannya. Sejak Perusahaan Suryo Gulung Tikar, semua mobil yang di milikinya ikut terjual untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari. semua yang bekerja di rumahnya sudah di berhentikan, baik Dopir maupun Asisten rumah tangga. Miranti merasa sedih, karna Sheila harus menggantikan Suryo untuk mencari nafkah.
Mobil angkutan umum itu berhenti di depan sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang Industri Garmen, Perusahaan itu sedang membuka lowongan kerja di bagian keuangan.
Kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Sheila, ia segera memasuki kantor itu dan menuju ke bagian Resepsionis.
"Mba numpang tanya, apa benar di sini sedang menerima lowongan kerja?" tanya Sheila dengan Sopan.
"Betul Mba, tapi mba bisa kirim CV mba ke email kantor, Mba ngga perlu repot-repot datang langsung ke sini," jawab Resepsionis itu dengan ramah pula.
"Oh begitu ya Mba, apa boleh saya titip CV saya sama Mba, nanti Mba kasih ke bagian HRD!" ucap Sheila memelas.
Resepsionis itu merasa iba dengan Sheila. "Wanita ini mungkin saja sangat membutuhkan pekerjaan ini, apa salahnya jika aku menolongnya," guman Resepsionis itu dalam hati.
"Baik Mba, simpan saja di meja itu, nanti akan saya sampaikan ke bagian HRD," ucap Resepsionis itu.
"Terima kasih Mba," tutur Sheila dan pamit untuk meninggalkan kantor itu, karna Sheila sangat terburu-buru keluar dari kantor itu, ia sampai bertabrakan dengan seorang Pria tampan yang kebetulan sedang terburu-buru juga untuk masuk ke dalam kantor itu. Pria itu sangat terkejut saat melihat Wanita yang di tabraknya barusan. Namun Sheila tidak melihat wajah Pria itu, ia hanya meminta maaf lalu beranjak pergi.
Rasa penasaran Pria itu terhadap Sheila membuat ia memandang Sheila terus menerus dari kejauhan. Setelah Sheila sudah tak terlibat lagi, Pria itu lalu masuk ke dalam kantor lalu menuju kebagian Resepsionis.
"Selamat pagi Pak Leonart, ada yang bisa kami bantu?" tanya Resepsionis itu setelah melihat Leonart sudah berada di hadapannya.
"Pagi Mba," jawab Leonart dan mendekat ke arah Resepsionis itu.
"Mba, barusan saya lihat, tadi ada Wanita masuk ke kantor ini, dan barusan saya lihat lagi, dia sudah keluar dsri kantor ini, kalau boleh tahu Wanita itu ada perlu apa ya Mba ke sini?" tanya Leonart penuh selidik.
"Oh Wanita itu Pak Leonart!! dia itu mau melamar pekerjaan di sini Pak, tapi Wanita itu datang langsung, sepertinya dia sangat membutuhkan pekerjaan ini Pak," ucap Resepsionis itu dengan terharu.
"Apa dia menitipkan CV-nya di sini Mba?"
"Betul Pak, itu CV‐nya masih di atas meja itu Pak." tunjuk Resepsionis itu.
Leonart kemudian mengamati CV Sheila, dan ia sangat terkejut ternyata Wanita tadi benar adalah istrinya Sheila. Leonart terdiam sesaat, ia tidak menyangka Sheila yang begitu manja kini telah berubah menjadi Wanita yang sangat mandiri. Sudah setahun ini ia mencari keberadaan Sheila dan kedua orang tuanya, namun ia tidak menemukan mereka, Suryo dan keluarganya bagaikan hilang di telan bumi. Tak terasa mata Leonart berkaca-kaca. Membayangkan penanpilan Sheila tadi, ia begitu lusuh, penampilannya yang sekarang begitu membuat kecantikan Sheila tak terlihat lagi. Leonart merasa kasihan dan iba.
"Mba, CV ini saya ambil dan akan saya berikan kebagian HRD, kebetulan saya akan bertemu dengan Pak Rian bagian HRD!" ucap Leonart menatap wajah Resepsionis itu yang terlihat keheranan akan sikap Leonart.
"Biar saya saja Pak, saya takut merepotkan Pak Leonart."
"Kebetulan saya mau ke dalam, jadi tidak merepotkan kok, baik Mba saya permisi masuk ke dalam," ucap Leonart dan bergegas meninggalkan Resepsionis itu.
Leonart segera menemui bagian HRD, ia kemudian menyerahkan CV Sheila pada Pak Rian.
"Pak Rian, ini adalah salah satu CV calon Karyawan yang akan melamar ke perusahaan ini, tolong di terima untuk bekerja di sini," ucap Leonart dan membuat Rian membelalakkan matanya.
Rian segera mengamati CV yang ada di atas mejanya yang di berikan Leonart padanya. Rian tersenyum saat melihat CV itu.
"Hmm, rupanya Pak Leonart belum move on dari Bu Sheila," ucap Rian meledek leonart dan membuat Leonart tersipu malu.
"Baiklah Pak Leo, saya akan mengirim surat panggilan untuk wawancara dan saya akan menerima Sheila bekerja di sini!"
"Tapi Pak Rian jangan memberitahu Sheila jika aku yang merekomendasikan dirinya di Perusahaan Pak Rian."
"Pak Leo tenang saja, tak akan ada yang tahu jika Pak Leo yang menyuruh saya untuk menerima Sheila bekerja di perusahaanku ini," ucap Rian tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Thanks Pak Rian atas bantuannya, aku sebenarnya kesini untuk membicarakan masalah kerja sama kita, tapi sewaktu masuk tadi aku berpapasan dengan istriku Sheila, aku jadi ngga fokus, lain kali saja aku mampir ke kantormu ini," ucap Leonart lalu meninggalkan ruangan Rian dan kembali ke parkiran untuk kembali ke perusahaan miliknya.