Meisin tidak pergi ke rumah rahasia. Polisi meminta denah, alamat, dan seluruh akses dari Owen serta Erly, lalu membentuk tim tanpa membawa benda ritual. Meisin tetap bersama Ardi di rumah sakit agar Ki tidak mendapatkan kehadirannya sebagai penyelesaian rencana lama.
'Rumah itu dibangun atas namaku?' tanyanya.
Owen menunduk. 'Atas perusahaan cangkang. Aku menyiapkan kamar tanpa akses keluar, kamera di semua lorong, dan pagar yang hanya bisa kubuka.'
'Jadi bukan rumah setelah menikah.'
'Itu kurungan.'
Owen tidak menyebut pengakuannya sebagai keberanian. Ia memberikan kode gerbang, lokasi panel listrik, jalur rahasia, dan nama setiap orang yang dibayar. Penyidik mencatat keterangannya sebagai bukti perencanaan pengurungan, bukan bantuan yang menghapus niat semula.
Reksa ikut ke pos luar, bukan sebagai pemilik keputusan Meisin. Ia menerima foto denah kertas dan berjanji tidak memasuki ruangan yang belum dinyatakan aman.
Rumah berdiri di balik tembok tinggi, jauh dari tetangga. Semua jendelanya terlihat biasa dari luar, tetapi dipasang kaca satu arah. Pintu kamar utama memiliki gagang hanya di sisi lorong. Lemari berisi pakaian dengan ukuran Meisin, obat penenang, dan naskah pernyataan bahwa ia tinggal atas keinginan sendiri.
Polisi memotret semuanya.
Di ruang makan terdapat meja untuk dua orang, tetapi satu kursi dipasang pada lantai. Foto Meisin dari pemotretan lama memenuhi dinding. Sebagian diambil tanpa sepengetahuannya. Bukti itu dikirim ke arsip perkara dengan akses terbatas, tidak kepada media.
Ahli forensik menemukan sidik Owen pada rancangan kursi dan catatan jadwal. Sidik Ki tidak muncul, tetapi tinta yang sama dengan buku transaksi terdapat pada sekrup lantai. Rumah itu lahir dari keputusan Owen lalu diperkuat Ki. Tanggung jawab keduanya dapat dibedakan tanpa mengecilkan akibat bagi Meisin.
Pengacara menawarkan Meisin melihat seluruh inventaris. Ia memilih hanya menerima daftar teks yang diperlukan untuk kesaksian. Menolak foto ruangan bukan berarti menghindari perkara; ia tidak wajib menyaksikan ulang setiap bentuk ancaman agar keterangannya sah.
Owen menerima laporan melalui radio. Wajah arwahnya mengeras oleh rasa malu.
'Aku menyebutnya perlindungan,' katanya.
'Kamu menyiapkan bukti supaya dunia percaya aku memilih tinggal,' jawab Meisin. 'Sama seperti Ki membuat dunia percaya tubuh palsu adalah aku.'
'Ya.'
Ia tidak meminta Meisin melihat rumah atau mendengarkan penjelasan lebih lama. Ketika Meisin memutus saluran pribadi, Owen tetap memberi keterangan kepada polisi.
Tim menemukan jejak basah menuju ruang bawah. Orang yang membawa amplop serta keranda kecil sudah membuka panel brankas kedua. Namun pintu besi masih tertutup. Kode Owen tidak bekerja karena sistem diganti dari dalam.
Pemindai panas menunjukkan satu tubuh hidup berlutut di depan brankas. Telunjuk kanannya melengkung, tetapi suhu tangan kiri lebih rendah. Keranda kecil berada di pangkuannya.
Polisi mengumumkan bahwa orang di dalam boleh keluar tanpa membawa benda. Sosok itu menjawab memakai suara perempuan muda.
'Saya penjaga rumah. Tuan Owen menyuruh saya menunggu istrinya.'
Erly memeriksa daftar gaji. Penjaga bernama Mira bekerja sejak pembangunan. Tidak ada surat pemberhentian setelah Owen meninggal. Pembayaran terus berjalan otomatis melalui perusahaan cangkang.
Keterangan Owen bahwa hanya dirinya dan Ki mengetahui alamat terbukti salah. Owen mengira para pekerja dibawa dengan kendaraan tertutup dan tidak memahami lokasinya. Mira mengenali rute setelah bertahun-tahun. Ia tidak pernah dianggap orang yang mengetahui rahasia hanya karena Owen memandangnya sebagai bagian fasilitas.
'Apakah Mira terlibat sadar?' tanya Meisin.
'Belum tahu,' jawab penyidik. 'Kami akan memisahkan perintah lama, tindakan sukarela, dan kendali Ki.'
Petugas meminta Mira menceritakan keputusan terakhir sebelum masuk. Ia menjawab hendak menjemput Meisin. Kamera jalan justru menunjukkan tangan kirinya berulang kali mencoba menjatuhkan keranda sebelum tangan kanan mengambilnya kembali.
Mira masih melawan.
Pendamping berbicara melalui pintu. 'Kalau Ibu ingin meletakkan benda, gerakkan kaki kiri dua kali.'
Terdengar dua gesekan.
Polisi tidak membuka pintu brankas. Mereka memutus ventilasi dari jaringan rumah dan mengalirkan udara bersih. Bau kenanga berkurang. Tangan Mira melepaskan keranda, tetapi cairan hitam keluar dari bawah kukunya dan merayap menuju benda itu.
Tim menggunakan papan kain untuk memisahkan cairan dari keranda. Mira ditarik melalui pintu servis setelah kunci mekanis ditemukan di gudang. Dokter segera memeriksa luka belakang telinga.
Tidak ada serpihan kulit.
Di tengkuknya tertanam jarum pendek dari bahan yang sama dengan kawat peti jangkar. Ki mengendalikan tubuh melalui peralatan yang dipasang bertahun-tahun lalu, kemungkinan atas perintah Owen atau kontraktor rumah.
Owen memeriksa faktur lama. 'Aku membayar operasi kesehatan untuk semua penjaga supaya mereka tidak sakit saat bekerja. Aku nggak tahu ada alat ditanam.'
'Kamu tetap menciptakan pekerjaan rahasia tanpa pengawasan,' kata Erly. 'Ki memakai sistem yang kamu sediakan.'
'Catat itu.'
Dokter tidak mencabut jarum sebelum memindai jalurnya. Mira sadar dan mengatakan ia menerima operasi karena diancam kehilangan pekerjaan. Ia mengetahui rumah itu untuk menahan seorang perempuan, tetapi tidak pernah bertemu Meisin. Selama bertahun-tahun ia memilih tetap menerima gaji dan menjaga fasilitas.
'Saya korban operasi, tapi saya juga membantu,' katanya.
Kedua hal dicatat tanpa saling menghapus.
Keranda kecil dipindai dari jarak aman. Ukurannya tidak memuat tubuh manusia. Di dalamnya terdapat amplop hitam, gulungan rambut Meisin, satu kunci elektronik, dan miniatur rumah. Lampiran nama kedua terlipat di bawah miniatur.
Membuka tutup dapat mengaktifkan ikatan karena rambut serta rumah berasal dari rencana pengurungan. Polisi menyegel seluruh ruangan dan memakai robot tanpa permukaan mengilap untuk memotong engsel dari luar, bukan membuka penutup seperti peti biasa.
Ketika engsel pertama lepas, lampu rumah padam. Pipa ketujuh di pemandian berhenti mengisap selama satu detik.
Di cermin, Mbah Raras mengirim dua ketukan: lanjutkan.
Engsel kedua dipotong. Tutup diangkat bersama bingkai sehingga tidak melewati posisi terbuka. Setiap benda tetap pada tempatnya. Amplop difoto menggunakan cahaya inframerah.
Lampiran mencatat nama kedua Ki, tanggal pembakaran, dan satu kalimat yang tidak ada pada kertas utama:
PANTULAN WIRAGANA HANYA DAPAT PULANG MELALUI RUMAH YANG DIBANGUN DARI PENOLAKAN.
Ki tidak memilih rumah itu hanya karena rahasia. Setiap pintu tanpa gagang, kamera tersembunyi, dan pernyataan palsu menjadikannya wadah dari penolakan Meisin yang hendak dipatahkan Owen.
'Kalau aku masuk ke sana, rumah menganggap aku sudah pulang,' kata Meisin.
'Kamu nggak akan masuk,' jawab Reksa.
'Itu keputusanku, bukan perintahmu.'
Reksa segera memperbaiki. 'Benar. Aku mendukung keputusanmu untuk tidak masuk.'
Owen tidak berbicara sampai Meisin bertanya. 'Apa yang kamu pilih tentang rumah itu sekarang?'
'Aku menyerahkan semua bukti dan kepemilikan kepada proses hukum. Aku tidak memberikan rumah itu kepadamu, karena pemberian juga bisa menjadi klaim. Aku tidak akan meminta kamu masuk untuk membuktikan apa pun.'
Pipa ketujuh berhenti mengisap lagi.
Namun miniatur rumah di dalam keranda membuka pintunya sendiri. Dari celah sekecil jari, bayangan Ki keluar dan menempel pada lampiran.
Huruf nama kedua mulai terkelupas dari kertas, bergerak menuju miniatur kamar tanpa gagang.
Ki hendak menghapus nama itu untuk kedua kalinya di dalam rumah yang dibangun Owen. (*)