Identifikasi tujuh garis ibu dilakukan tanpa mengumumkan nama. Tulang Mbah Raras menjadi sumber pertama. Enam jaringan lain cocok dengan sampel lama yang tersimpan di klinik, bukan dengan Lilis, Bayu, atau lima korban yang baru sadar.
Empat pemilik jaringan telah meninggal setelah melahirkan di Rumah Pulih Ananta. Dua lainnya tercatat meninggal, tetapi sidik mereka muncul pada laporan orang hilang yang masih terbuka. Polisi belum berani menyimpulkan mereka mati atau hidup.
Keluarga salah satu perempuan menunjukkan surat pemakaman yang mereka simpan sejak lama tanpa pernah menerima jenazah. Keluarga lain masih menyimpan sikat rambut untuk pembanding DNA. Semua benda diterima melalui rantai bukti resmi, sehingga rasa kehilangan mereka tidak langsung diubah Ki menjadi pengakuan terhadap Wadah X.
'Keluarga mereka berhak tahu, tapi kita jangan datang membawa kepastian palsu,' kata Meisin.
Pendamping korban menghubungi keluarga secara pribadi. Mereka hanya menjelaskan bahwa bagian tubuh mungkin ditemukan dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada media, perusahaan, atau keluarga Wilson yang diberi hak mewakili mereka.
Di pemandian, dokter menyiapkan enam mesin pemelihara mandiri. Setiap mesin akan mengambil alih nutrisi dan sinyal medis dari satu pipa sebelum lapisan tembaganya dibuka. Pemisahan dilakukan satu per satu, dengan waktu observasi satu jam di antaranya.
Pipa pertama membawa pengakuan pasien. Sari mengenali simpulnya dari gelang yang pernah dipasang Ki. Ia memberikan izin untuk membuka lapisan luar setelah dokter memastikan tindakan tidak mengambil jaringan dari tubuhnya.
Alat tiruan berbentuk jarum dimasukkan ke katup. Reksa memutar seperempat lingkaran. Cairan hitam mengalir ke wadah bukti, kemudian selang bening di dalamnya terlihat. Dokter menghubungkan selang itu ke mesin mandiri.
Sebelum sambungan lama dilepas, dua dokter memeriksa tekanan, suhu, dan reaksi jaringan selama lima belas menit. Satu petugas membaca angka, satu lagi mencatat manual. Mereka sengaja tidak memakai sistem pusat agar perubahan nama dari jarak jauh tidak mengubah dosis. Ketika semua nilai stabil, barulah selang dipindahkan dan kedua ujung pipa tembaga ditutup sebagai barang bukti.
Jantung jangkar Ki melambat satu denyut.
Di rumah sakit, tidak ada korban yang memburuk. Sebaliknya, Sari tiba-tiba mengingat nama jalan tempat tinggalnya. Dia belum mengingat nama lengkap, tetapi dapat menggambar kios di depan rumah.
'Jangan paksa lebih banyak ingatan keluar,' pesan Meisin. 'Satu petunjuk cukup untuk diperiksa.'
Pipa kedua membawa pengakuan utang. Darto mengenali simpulnya dan menyebut daftar keluarga yang pernah dipaksa menandatangani pinjaman. Penyidik membandingkan dengan arsip rekening. Setelah bukti cocok, lapisan itu dilepas.
Belasan surat utang pada server berubah menjadi dokumen tanpa kolom kepemilikan tubuh. Utang uang tetap diselidiki secara hukum, tetapi tidak lagi dapat ditafsirkan sebagai izin memakai keluarga.
Pipa ketiga bertanda pekerja. Erly menemukan pembayaran kepada kontraktor, termasuk Rahmat dan orang-orang yang dinyatakan hilang setelah menerima seragam. Ia menandatangani pelepasan semua klaim kerja paksa serta membuka daftar perekrut kepada polisi.
'Tanda tanganmu dulu ikut membangun jalur ini,' kata Meisin.
'Karena itu tanda tangan sekarang nggak cukup menghapus tanggung jawab,' jawab Erly. 'Aku tetap memberi keterangan setelah pipa lepas.'
Lapisan pipa ketiga retak. Mesin mandiri mengambil alih tanpa menghentikan satu pun monitor korban.
Tiga pipa tersisa: keluarga, pemilik tanah, dan saksi. Dokter menghentikan pekerjaan karena suhu peti naik. Mereka tidak mengejar kemenangan dalam satu malam.
Jasad Owen masih bernapas di kamar jenazah. Setelah tiga pengakuan terputus, gerakannya melemah. Ki tidak dapat mengangkat tangan untuk menandatangani, tetapi mulutnya terus mengulang nama perempuan dari tujuh garis ibu.
Owen asli mendengar nama-nama itu melalui radio. 'Dia mencari keluarga yang paling mudah dipaksa.'
'Bukan tugasmu menentukan siapa yang mudah,' kata Meisin.
'Benar. Aku akan memberi daftar tanpa menilai mereka.'
Ia menyebut lokasi arsip perusahaan yang mungkin memuat alamat keluarga. Erly meminta polisi menyitanya sebelum orang Ki datang. Owen tidak diberi akses langsung agar ia tidak kembali memakai kekuasaan perusahaan seolah masih hidup.
Di gedung arsip, petugas menemukan map tujuh perempuan sudah hilang. Kamera menunjukkan seorang teknisi medis membawanya keluar sebelum pemandian ditutup. Telunjuk kanannya melengkung.
Teknisi asli ditemukan sadar di parkiran dengan luka belakang telinga. Ki telah memakai tubuhnya, tetapi meninggalkannya setelah melewati gerbang. Rekaman jalan menangkap map berpindah ke pengendara motor berjaket kurir.
Kurir itu tidak ditemukan dalam daftar aplikasi. Motornya memakai pelat milik ambulans yang dibakar dua tahun lalu. Jejak terakhir menuju kantor pertanahan dekat Kampung Dukun.
'Dia akan memakai pipa pemilik tanah,' kata Reksa.
Tanah pemandian ternyata termasuk sengketa yang sama dengan Gudang Kaca dan Kampung Dukun. Ketiganya dahulu dibeli Karsa, lalu berpindah ke yayasan Ki, keluarga Wilson, dan perusahaan kosong. Pembekuan surat tanah pada bab sebelumnya mencegah penjualan, tetapi belum menentukan pemilik sah.
Ki tidak perlu menang perkara. Ia hanya perlu satu pejabat menyatakan jasad Owen masih memiliki tanah tempat jangkar berada. Dengan begitu, pipa akan menganggap tubuh mati itu tuan rumah.
Polisi memperingatkan kantor pertanahan. Pejabat menutup akses dokumen, tetapi kurir sudah meninggalkan paket di meja layanan. Di dalamnya terdapat map tujuh perempuan dan sertifikat tua yang ditempeli kulit berbentuk telapak Owen.
Petugas tidak menyentuhnya. Gedung dikosongkan perlahan tanpa menyebut nama pemilik.
Pada peti jangkar, tuas tanah bergerak sendiri meski belum ada tanda tangan. Dokumen lama rupanya sudah cukup untuk memulai klaim.
Meisin meminta pengacara tidak mengganti pemilik dengan namanya, Bu Rena, atau korban. Tanah itu harus diletakkan dalam pengawasan pengadilan sampai semua kejahatan selesai diperiksa.
Permohonan darurat diajukan. Selama menunggu, tuas terus naik sedikit demi sedikit. Jasad Owen menarik rantainya di kamar jenazah. Kata MEMPELAI yang sempat hilang mulai muncul lagi pada bahunya.
Owen memandang Meisin. 'Kalau aku menyangkal tanah itu sebagai milikku, apakah cukup?'
'Kamu bisa menyangkal klaimmu. Tapi kamu nggak bisa memberikan tanah yang mungkin milik korban.'
'Aku melepaskan klaim tanpa menentukan penerimanya.'
Tiga saksi mencatat keputusan tersebut. Erly menunjukkan bahwa setelah kematian Owen, perusahaan juga tidak memiliki kuasa memakai tanah untuk ritual atau pemakaman.
Tuas berhenti sebelum tegak.
Pengadilan menerbitkan pembekuan tambahan. Pipa tanah belum dapat dilepas, tetapi tidak lagi mengalirkan pengakuan menuju jasad.
Ketika tim hendak beristirahat, mesin mandiri pipa pertama mengeluarkan alarm. Bukan karena kegagalan medis. Seseorang mengubah label pasien dari jarak jauh.
Nama Sari muncul pada layar, lalu diganti menjadi MEISIN WILSON.
Di ranjang rumah sakit, Sari membuka mata dan berbicara dengan suara Ki Bagong.
'Kalian memisahkan pipa dari jantungku,' katanya. 'Tapi kalian menyambungkannya ke tubuh yang masih hidup.' (*)