===== BAB 82: Saksi Terakhir =====
Keduanya menerima panggilan sebagai saksi utama pada sidang final Guntur dan Bram.
Hari kesaksian dimulai dengan pembacaan batas perkara. Majelis melarang jaksa memakai hubungan Alena dan Raka sebagai bukti watak, tetapi mengizinkan pembela menguji konflik kepentingan audit. Alena duduk di ruang saksi terpisah sampai namanya dipanggil, tanpa berbicara kepada saksi lain tentang jawaban mereka.
Jaksa meminta ia menjelaskan garis bukti dari lot aktuator hingga override. Alena menyebut setiap sumber: komponen fisik, citra vendor, pita, log keamanan, ledger, dan simulasi independen. Ia tidak menyebut Guntur pembunuh. Ia mengatakan keputusan Guntur memprioritaskan dossier setelah peringatan bahaya, dan Bram menjalankan override yang memperparah kegagalan.
Sebelum menunjukkan bagan, jaksa meminta Alena membedakan penyebab teknis, pelanggaran prosedural, dan tindak penutupan. Ia menjelaskan aktuator serta reset bus menyebabkan hilangnya kendali; keterlambatan Reno mengurangi kesempatan pencegahan; pembayaran dan pemalsuan sesudahnya menghambat pertanggungjawaban. Pemisahan itu mencegah satu kesalahan dipakai untuk menghapus kesalahan lain.
Pembela bertanya mengapa simulasi universitas berubah setelah koreksi suhu. Alena menunjukkan hasil awal dan revisi, termasuk catatan bahwa kesimpulan utama tetap sama. 'Metode yang dapat diperbaiki lebih dapat dipercaya daripada metode yang pura-pura tidak pernah salah,' katanya.
Pembela Guntur menunjukkan kontrak pernikahan. 'Anda memperoleh akses karena menikahi CEO, benar?'
'Saya memperoleh akses awal melalui klausul audit,' jawab Alena. 'Setelah konflik dicatat, mandat regulator memindahkan penyimpanan dan keputusan ke tim luar. Saya tidak menguasai proxy atau dana.'
Ia menjelaskan tinggal terpisah dan berakhirnya kontrak, bukan untuk membuktikan cinta, tetapi menunjukkan batas audit tidak bergantung pada janji rumah tangga. Pembela mencoba menyebut perpisahan sebagai strategi penampilan. Alena menyerahkan tanggal sewa, notulen pengunduran dirinya dari dua keputusan yang menyentuh Raka, dan laporan ahli yang dibuat tanpa keterlibatannya.
Sari bersaksi berikutnya. Pengacara Bram menyerang pemecatannya sebagai motif balas dendam. Sari menjelaskan salinan tujuh puluh enam persen berhenti saat akses dicabut, lalu data sisanya diperoleh melalui perintah pengadilan. Hash, media WORM, serta log cloud menunjukkan tidak ada bagian ditambah. Ia mengakui satu zona waktu sempat salah dan menunjukkan koreksi terbuka.
Kustodian regulator dipanggil untuk menguatkan bahwa Sari tidak pernah memegang media asli sendirian. Ia membacakan nomor segel dari hari rapat dewan sampai pembukaan drive. Pembela menemukan satu formulir yang ditandatangani lima menit setelah perpindahan. Kustodian mengakui keterlambatan pencatatan, menunjukkan video perpindahan berlangsung tanpa putus, dan menjelaskan perbaikan prosedur. Majelis menerima rantai dengan catatan, bukan menganggapnya sempurna.
Julian menguraikan sedatif, luka kepala Raka, dan alibi motor palsu. Pembela menampilkan pembayaran Bima kepadanya. Julian tidak menyangkal menerima uang atau berbohong bertahun-tahun. Kesaksiannya berdiri hanya pada bagian yang didukung resep, rekam medis, dan DNA kartu 2A.
Ahli neurologi menegaskan memori Raka tidak digunakan sebagai dasar tunggal. Ketika satu detail ingatannya berbeda dari tiket lama, jaksa tidak berusaha menyelaraskan. Alena melihat majelis mencatat bahwa penyelidikan mencari dukungan luar, bukan menyesuaikan bukti agar cocok dengan penyintas.
Raka masuk setelah Alena kembali ke bangku pengunjung. Ia mengakui mencuri salinan faktur dari perusahaan keluarganya, naik tanpa manifest, dan menerima perlindungan Bima. Ketika pembela menuduh ia menciptakan perkara untuk merebut kursi CEO, Raka menunjukkan pelepasan proxy dan masa jabatan reformasi yang belum ia terima.
'Saya mendapat keuntungan dari kebohongan itu selama tujuh belas tahun,' katanya. 'Fakta bahwa saya tidak mengingatnya tidak mengembalikan kerugian orang lain.'
Nadine serta Dito memberi kesaksian berdasarkan plea mereka. Majelis hakim mencatat bahwa keduanya telah mendapat pertimbangan hukuman, sehingga kesaksian mereka harus diuji dengan bukti luar. Nadine mengakui menandatangani pembayaran dan membantu kebocoran media. Dito mengakui mencuri kredensial Alena. Mereka tidak memperoleh pengampunan melalui kerja sama.
Pembela menyoroti setiap perbedaan: waktu Nadine mengetahui komponen rekondisi, satu digit lot yang keliru dalam ingatan Raka, dan tanggal Julian memindahkan pasien. Jaksa menjawab dengan bukti luar, bukan meminta majelis percaya karakter saksi. Perbedaan yang tak terselesaikan dikeluarkan dari tuntutan inti.
Alena dipanggil singkat untuk menjelaskan dua pengunduran dirinya dari keputusan audit. Pada kasus pertama, Raka menjadi sumber sampel suara; pada kasus kedua, Vantara menjadi calon klien lembaga. Tim lain mengambil keputusan dan catatannya tersedia. Keterpisahan rumah bukan bukti netralitas dengan sendirinya, tetapi memperlihatkan batas pribadi selaras dengan batas institusi.
Alena melihat Ratih duduk bersama keluarga korban, mencatat tanpa ekspresi kemenangan. Sidang mengubah tujuh belas tahun kebohongan menjadi jam-jam pertanyaan, tetapi kehilangan mereka tidak menjadi lebih ringan karena bukti tersusun rapi.
Pada hari terakhir, Bram meminta berbicara melalui pengacaranya. Ia tidak mengakui override. Ia mengklaim buku catatan Reno memiliki halaman yang sengaja dihilangkan tim audit. Menurutnya, halaman itu mencatat Raka mengaktifkan pengunci dari dalam dan Reno membantu menyembunyikan tindakan tersebut.
Maya langsung meminta dasar fisik. Pengacara Bram menyerahkan foto buram satu sudut halaman, tanpa menunjukkan asli. Nomor halaman cocok dengan celah pada notebook Reno yang pernah diinventarisasi. Foto itu cukup untuk menuntut pemeriksaan, bukan membuktikan isi.
Alena menahan dorongan membantah. Jika halaman asli ada, ia harus diuji bahkan bila merusak semua yang sudah dibangun. Ia meminta majelis menunda kesimpulan sampai asal foto dan inventaris rumah Bram diperiksa.
Majelis mengizinkan pencarian terbatas pada barang yang sudah disita dari rumah Bram. Setiap kotak memiliki segel sejak penangkapan, sehingga pencarian dapat dilakukan tanpa membuka lokasi baru. Tim pembela, jaksa, dan kustodian akan hadir bersama.
Raka tidak meminta Alena menyatakan ia percaya kepadanya. Di lorong, ia hanya berkata, 'Kalau halaman itu nyata, masukkan semuanya.'
'Itu yang akan dilakukan,' jawab Alena.
Sore itu, pengadilan mencatat klaim Bram sebagai bukti baru yang belum terautentikasi. Putusan ditunda sampai satu lembar yang hilang mendapat tempat dalam rantai penguasaan.
Bram mengklaim satu halaman notebook yang hilang membuktikan Raka mengaktifkan override.