===== BAB 79: Rumah yang Kosong =====
Alena melepas cincin polos lalu meninggalkan penthouse untuk satu bulan.
Minggu pertama, keheningan apartemen baru terasa seperti alarm yang belum ditemukan sumbernya. Tidak ada ketukan Raka sebelum pintu terbuka, tidak ada air hangat di meja ketika Alena bekerja larut. Ia sengaja tidak mengisi ruang itu dengan pesan.
Lembaga Audit Arah membuka kantor pada hari ketiga. Sari memasang papan yang hanya memuat nomor perkara, bukan nama keluarga atau operator. Lima analis menandatangani aturan konflik, batas sumbangan, serta kewajiban menerbitkan kegagalan metode bersama hasil.
Klien pertama bukan Vantara, melainkan koperasi transportasi kecil yang meminta audit sensor. Alena menerima setelah memastikan dana pendirian tidak berasal dari perusahaan cangkang keluarga. Pekerjaan biasa itu memberinya sesuatu yang tidak pernah diberikan kontrak: bukti bahwa keahliannya tetap bernilai tanpa kartu hitam pasangan.
Audit pertama tidak dramatis. Tidak ada penyusup, pita lama, atau komisaris yang memerintah dari darat. Tim menemukan sensor dipasang terbalik karena petunjuk vendor salah. Koperasi menghentikan dua unit, memperbaiki manual, dan menerbitkan laporan tanpa menyalahkan teknisi junior.
Alena merasa puas pada akhir yang sederhana. Sistem keselamatan seharusnya lebih sering menghasilkan koreksi sebelum alarm, bukan kepahlawanan setelah bahaya. Ia mencatat temuan dalam laporan publik dan membiarkan analis muda mempresentasikan hasil.
Pada malam ketujuh, Raka mengirim pesan melalui Maya karena satu saksi menerima ancaman. Tidak ada kata pribadi. Alena membalas dengan nomor perkara dan rekomendasi keamanan. Jalur formal terasa dingin, tetapi membuktikan mereka dapat menghormati batas bahkan saat alasan menghubungi nyata.
Minggu kedua membawa undangan makan malam dari seorang rekan lama. Alena menolak bukan karena masih terikat kontrak, melainkan karena tidak ingin memakai orang lain untuk menguji perasaannya kepada Raka. Kebebasan memilih juga berarti tidak harus mempertunjukkan bahwa ia bebas.
Ia mulai tidur tanpa mendengar langkah di koridor pada malam kesepuluh. Rasa rindu tidak hilang; ia berubah dari kepanikan menjadi informasi. Alena merindukan Raka sebagai orang, bukan hanya rutinitas perlindungan.
Kesimpulan itu ia tulis di buku pribadi, bukan pesan yang menuntut jawaban. Bulan terpisah harus selesai sebelum rasa rindu dipakai sebagai keputusan.
Raka hanya muncul dalam risalah publik. Dewan Vantara menawarkan jabatan CEO dengan syarat reformasi bertahap. Ia menolak karena keluarga masih memiliki hak menunjuk dua komisaris melalui anggaran dasar, meski suara khusus perwalian telah dihapus Mawar.
Alena membaca penolakannya pada portal, lalu menutup halaman. Ia tidak mengirim ucapan bangga. Bila pilihan Raka benar-benar miliknya, pilihan itu tidak membutuhkan hadiah pribadi darinya.
Minggu kedua, tim Alena menemukan ketidaksesuaian kecil pada laporan vendor lama. Prosedur mengharuskan Vantara memberi data pembanding. Alih-alih menelepon Raka, Alena mengirim permintaan melalui pengawas sementara. Jawaban datang dari sekretariat dengan hash dan daftar penanggung jawab. Nama Raka tidak tercantum.
Jarak tersebut menyakitkan tetapi bersih. Mereka dapat membantu perkara yang sama tanpa menggunakan pernikahan sebagai pintu samping.
Dewi berkunjung membawa tirai untuk apartemen. Ia tidak bertanya apakah Alena sudah memilih. Mereka memasak, membicarakan toko, dan memperbaiki ujung kain sampai malam. Ketika Dewi pulang, Alena membuka kotak cincin tetapi tidak memakainya.
Pada minggu ketiga, dewan reformasi mengadakan sidang terbuka. Raka hadir sebagai pemegang saham dan mendukung penghapusan semua hak penunjukan keluarga, batas masa jabatan CEO, audit korban, serta kewajiban menerbitkan kontrak vendor. Perubahan itu mengurangi kuasanya sendiri bahkan bila ia tidak pernah kembali memimpin.
Seorang pemegang saham menuduhnya menghancurkan warisan. Raka menjawab bahwa hak yang hanya dapat bertahan dengan menyembunyikan sebelas kematian bukan warisan yang layak dipertahankan. Alena menonton siaran setelah jam kerja, sendirian, tanpa Raka tahu.
Reformasi disahkan dua hari kemudian. Dewan menawarkan proses seleksi CEO terbuka; Raka boleh melamar, tetapi tidak dijamin terpilih. Ia menerima proses tersebut dan menyerahkan pemeriksaan konflik. Alena merasa lega bukan karena ia mungkin kembali menjadi CEO, melainkan karena perusahaan dapat menolaknya.
Komite seleksi berisi wakil pekerja, satu ahli regulator, dan komisaris tanpa hubungan keluarga. Raka menyerahkan rencana reformasi dengan namanya tercantum seperti kandidat lain. Ia tidak memakai saham untuk mengganti anggota komite ketika seorang wakil korban mengkritiknya secara terbuka.
Risalah mencatat satu syarat Raka: CEO mana pun tidak boleh mencabut audit independen selama sengketa. Syarat itu berlaku bahkan bila kandidat yang dipilih bukan dirinya. Alena melihat keputusan tersebut tetap melindungi sistem tanpa mengikat masa depannya pada jabatan Raka.
Minggu keempat membawa sidang lanjutan Guntur dan Bram. Alena serta Raka menerima jadwal saksi melalui pengacara masing-masing. Mereka tidak berbicara. Maya mengirim pertanyaan yang perlu dikoordinasikan agar kontak mereka tak ditafsirkan sebagai penyusunan kesaksian.
Alena menjawab sendiri, lalu menyadari hidup terpisah juga memperkuat perkara. Pembela tidak dapat berkata mereka melatih jawaban di meja makan.
Pada malam kedua puluh delapan, ia menuliskan dua daftar. Yang pertama berisi hal yang ia cintai dari Raka: cara meminta izin, keberanian membuka dosa ayah, humor kering, dan kesediaan diuji. Yang kedua berisi hal yang ia butuhkan agar tetap tinggal: rumah yang dipilih bersama, pekerjaan tanpa campur tangan, hak pergi, serta percakapan tentang masa depan yang tidak ditunda karena perkara.
Daftar kedua bukan syarat hukuman. Ia adalah bentuk hidup yang harus mereka bangun bila memilih satu sama lain.
Maya menelepon untuk memastikan jadwal penutupan kontrak. Akta, pelepasan kewajiban, inventaris, dan persetujuan cerai akan diperiksa pukul sepuluh. Raka telah meminta ruang tunggu terpisah sampai Alena menyatakan siap bertemu.
Alena melihat tanggal pada kalender. Satu bulan terpisah belum sepenuhnya selesai; hari terakhirnya berimpit dengan akhir lima belas bulan. Ia memasukkan kotak cincin ke tas, tetap tertutup.
Hari terakhir bulan kelima belas tiba.