===== BAB 77: Empat Belas Bulan =====
Maya mengingatkan bahwa bulan kelima belas kontrak tinggal empat minggu.
Empat belas bulan tepat sejak upacara sipil, Alena bangun di kamar Raka dan kembali ke kamarnya sendiri untuk mengambil pakaian kerja. Kebiasaan itu tumbuh tanpa klausul: dua ruang tetap milik masing-masing, sedangkan kedekatan terjadi karena undangan, bukan asumsi.
Ia menandai empat minggu pada kalender. Tanggal akhir kontrak tidak otomatis mengakhiri perkawinan. Kesepakatan hanya melepaskan kewajiban keamanan, pendanaan hukum, akses arsip, serta larangan pembagian tertentu. Jika Alena ingin bercerai, proses lain harus diajukan.
Maya mengirim daftar periksa mingguan. Pada hari ketujuh, seluruh kartu akses pasangan harus dimatikan. Hari keempat belas, inventaris harta pribadi dipisahkan dari benda perkara. Hari kedua puluh satu, pengamanan Dewi beralih dari kontrak Raka ke skema saksi regulator. Hari terakhir, kedua pihak menerima laporan pemenuhan tanpa diwajibkan bertemu.
Alena menyukai daftar itu karena tidak menanyakan apakah ia masih cinta. Hukum dapat memastikan pintu terbuka; ia tidak dapat memilih apakah seseorang akan melewatinya.
Ia menyerahkan kartu hitam ke kustodian pada minggu pertama. Ruang audit pasangan sudah menjadi arsip publik, sehingga tidak ada fungsi yang hilang. Namun saat kartu dipotong di depan kamera, Alena teringat benda itu dahulu menjadi alasan ia berani menandatangani pernikahan. Sekarang pekerjaannya tidak lagi memerlukan status istri.
Pengamanan Dewi juga berubah. Ibunya memilih dua petugas perempuan, menerima nomor kontrol sendiri, dan dapat menghentikan layanan tanpa meminta Raka. Tagihan dibayar dana saksi, bukan rekening keluarga. Dewi menandatangani formulir sambil berkata akhirnya ia bukan lampiran kontrak putrinya.
Inventaris penthouse memerlukan keputusan lebih rumit. Buku-buku Alena bercampur dengan catatan Raka, dua mug dibeli bersama, dan meja makan menyimpan goresan sejak malam mereka menyusun bukti. Maya mengatakan barang kecil dapat dibagi berdasarkan pilihan, bukan nilai. Alena menunda. Benda-benda tersebut tidak menahannya secara finansial, hanya secara emosional.
'Kita perlu membicarakannya,' katanya saat sarapan.
Raka meletakkan ponsel. 'Kapan kau siap. Maya dan pengacaramu boleh hadir.'
'Maya memang pengacara saya.'
'Itu sebabnya saya tidak akan memilih tempat atau formatnya.'
Jawaban tersebut terdengar benar, tetapi Alena melihat sesuatu yang disembunyikan di balik ketenangannya. Bukan bukti kejahatan; hanya persiapan yang belum dibagi.
Hari-hari berikutnya bergerak pada jalur terukur. Berkas Lembaga Audit Arah melewati pemeriksaan akhir dan kantor bekas gudang percetakan dipilih, bukan properti Vantara. Sari menuntaskan panel rekrutmen analis pertama. Portal reparasi juga menyiapkan pembayaran awal serta laporan gaji pekerja untuk diterbitkan pada jadwalnya. Semua pekerjaan berjalan paralel tanpa mengubah empat minggu yang tersisa pada kontrak.
Vantara tetap di bawah pengawas sementara. Rute yang lolos inspeksi dibuka bertahap, sedangkan komponen Mitra Core diganti. Raka menghadiri rapat hanya sebagai pemegang saham tanpa suara khusus. Ia menolak tiga tawaran kembali menjadi CEO karena rancangan anggaran masih memberi keluarga hak menunjuk auditor.
Alena mengetahui penolakan itu dari risalah publik, bukan pengakuan malam hari. Raka tidak memakai keputusan korporat sebagai alasan ia layak dipilih setelah kontrak.
Hubungan mereka justru terasa paling nyata pada hal kecil. Raka belajar tidak memesan makan pedas setelah Alena menjalani inspeksi panjang. Alena meninggalkan lampu ruang kerja menyala ketika tahu Raka akan pulang dari sidang. Mereka bertengkar soal meja makan yang dipenuhi map, meminta maaf, lalu membuat aturan baru bersama.
Pada satu malam, Raka bertanya apakah Alena ingin mencari rumah yang tidak pernah dipasang mikrofon dan tidak dimiliki perusahaan. Alena menjawab belum sebelum kontrak selesai. Raka tidak membawa brosur lagi, tetapi menyimpan daftar kebutuhan yang Alena sebut: dua ruang kerja, pintu yang dapat dikunci, dapur kecil, dan alamat yang dipilih bersama.
Percakapan itu memberi Alena gambaran masa depan sekaligus mengingatkan bahayanya. Mereka mudah merencanakan rumah sebelum ia memastikan tinggal bukan kelanjutan inersia lima belas bulan.
Di Lembaga Audit Arah, Sari meminta Alena menandatangani aturan bahwa pasangan atau keluarga pemimpin tidak boleh memperoleh kontrak tanpa tender terbuka. Alena menandatangani tanpa mengecualikan Raka. Struktur yang baik dibuat untuk menahan orang yang dipercaya, bukan hanya musuh.
Semua itu membuat akhir empat minggu lebih menakutkan. Alena mencintai Raka, tetapi cinta berkembang dalam rumah yang dibayar perusahaan, dengan pengawal dari kontrak dan akses yang dahulu menjadi harga pernikahan. Ia perlu tahu apa yang tersisa ketika struktur dilepas.
Pada Jumat minggu itu, Maya meminta salinan inventaris kontrak. Alena membuka brankas ruang audit untuk mengambil dokumen. Di antara akta dan daftar aset, ada amplop baru bertanda UNTUK ALENA—TANPA BATAS WAKTU.
Ia tidak membukanya sebelum memeriksa log. Raka memasukkan amplop dua hari lalu, disaksikan Kresna, setelah menonaktifkan aksesnya sendiri. Kamera menunjukkan tidak ada benda lain dipindahkan.
Di dalamnya terdapat persetujuan cerai yang sudah ditandatangani Raka, surat pelepasan semua klaim terhadap harta Alena, serta instruksi agar biaya pengacara dan keamanan enam bulan dibayar tanpa syarat meski ia pergi. Tidak ada permintaan bertemu atau tenggat menjawab.
Alena membaca tanda tangan itu berulang. Raka telah menyiapkan pintu keluar sebelum menanyakan apakah ia ingin tinggal. Tindakan tersebut memenuhi janji kepada Dewi, tetapi juga melukai bagian dirinya yang berharap Raka akan takut kehilangannya secara terbuka.
Ia membawa amplop ke Maya, bukan langsung menghadapi Raka. Maya memeriksa bahwa dokumen dapat dipakai dan tidak menyembunyikan pengalihan utang. Kresna menandatangani pernyataan bahwa Raka bertindak sadar tanpa meminta imbalan.
'Apakah dia menyuruhmu merahasiakannya?' tanya Alena.
'Tidak. Dia meminta saya memastikan kau menemukannya sebelum hari terakhir, lalu menjawab hanya pertanyaan hukum.'
Alena memegang kertas yang memberi kebebasan dan menyadari kebebasan tidak selalu terasa seperti lega. Kadang ia terasa seperti ruang kosong tempat tidak ada kontrak yang dapat mengambil keputusan.
Alena menemukan surat persetujuan cerai yang sudah Raka tanda tangani.