===== BAB 76: Harga Kerja Sama =====
Sidang plea Dito dan Nadine dijadwalkan pada hari yang sama.
Pengadilan menempatkan mereka pada sesi terpisah agar pengakuan satu tidak dapat disesuaikan dengan yang lain. Alena hadir sebagai korban pencurian identitas dan saksi, bukan untuk menentukan hukuman. Maya mengingatkan bahwa ia boleh keluar kapan saja.
Dito masuk lebih dahulu. Ia mengaku menyalin kartu Alena, memberikan jadwal serta ukuran jaket, menghapus pesan Nadine, membiarkan Bram memakai terminal, lalu bersumpah palsu bahwa Alena mengetahui kode Reno. Ia juga mengakui harapan mendapat promosi dan rumah setelah Alena dijatuhkan sementara.
Hakim bertanya apakah luka penculikannya membuat pengakuan awal tidak sukarela.
'Bram memang menyerang saya ketika saya hendak mundur,' kata Dito. 'Tetapi saya sudah mencuri akses jauh sebelum itu. Luka saya tidak menghapus pilihan tersebut.'
Sebagai bagian plea, Dito menerima hukuman penjara, larangan permanen bekerja pada sistem keselamatan, denda, serta kewajiban menyerahkan seluruh keuntungan promosi. Kerja samanya mengurangi masa hukuman, bukan menggantinya dengan pelayanan masyarakat.
Jaksa membacakan dampak tindakannya: Alena kehilangan akses dan reputasi, Dewi diteror, Sari diburu, serta 186 orang VX-408 menghadapi risiko karena peringatan palsu dapat memancing respons keliru. Dito menunduk ketika daftar itu melewati hubungan pribadi dan menunjukkan luas akibat satu kartu.
Pengacaranya meminta rumah serta rencana pernikahan lama dipertimbangkan sebagai bukti ia pernah berniat baik. Hakim menolak. Kedekatan memberi Dito akses lebih besar dan karena itu tanggung jawab lebih besar, bukan keringanan.
Dito wajib memberi kesaksian pada sidang Guntur dan Bram, tetapi pengurangan hukumannya tidak bergantung pada hasil vonis. Ia hanya mendapat kredit bila berkata benar dan dapat diuji. Setiap kebohongan baru membatalkan kesepakatan.
Dewi menyerahkan pernyataan tertulis tanpa hadir di ruangan. Ia menyebut Dito pernah duduk di meja makannya dan mengetahui luka keluarga Reno. Menggunakan pengetahuan itu untuk memilih kode MP-1708 membuat pengkhianatan bukan sekadar kejahatan digital.
Sebelum dibawa keluar, ia meminta izin bicara kepada Alena. Hakim menanyakan persetujuannya. Alena mengangguk hanya untuk satu kalimat.
'Aku minta maaf,' kata Dito.
'Saya mencatat pengakuanmu,' jawab Alena. 'Pengampunan bukan bagian kesepakatan jaksa.'
Ia tidak membenci lelaki itu seperti dahulu, tetapi ketiadaan benci bukan undangan kembali ke hidupnya.
Nadine masuk sore hari. Ia mengakui menyetujui kontrak Bram, memakai Dito, membocorkan laporan sebelum VX-408 mendarat, memanipulasi media, serta menandatangani penjualan Mitra Core. Ia bersikeras tidak berniat menjatuhkan unit, lalu menghentikan kalimat sendiri.
'Saya tahu ada orang di dalamnya,' katanya. 'Mengatakan saya tidak menginginkan kematian bukan alasan mengambil risiko atas hidup mereka.'
Bukti Nadine membantu merekam pengakuan Guntur, menemukan depot, dan mengautentikasi kanal Bram. Hakim memberi hukuman lebih ringan daripada tuntutan awal, tetapi tetap menjatuhkan penjara, larangan menjadi direktur, penyitaan bonus, dan masa pengawasan panjang.
Nadine juga diwajibkan membuka kepemilikan tersembunyi pada Mitra Core dan menyerahkan hak suara yang diperoleh melalui transaksi. Hasil penjualan saham masuk dana reparasi. Ia dilarang menghubungi keluarga korban kecuali melalui pengacara; permintaan maaf tidak boleh menjadi cara memperoleh pengurangan citra.
Salah satu penumpang VX-408 membacakan pernyataan tentang alarm di udara. Ia tidak tahu siapa Nadine sampai berita muncul; yang diingatnya hanya tangan anaknya menggenggam kursi ketika kru meminta semua orang tenang. Nadine menangis, tetapi hakim tidak menjadikan air mata sebagai bukti penyesalan. Ia diminta menjelaskan tindakan konkret setelah mengetahui risiko.
'Saya menyimpan telepon kedua, merekam Ayah, dan memberi lokasi Bram,' katanya.
'Setelah berapa lama?'
'Setelah saya sadar mereka juga akan membuang saya.'
Kejujuran yang buruk itu lebih berguna daripada kisah keberanian palsu. Hakim mencatat kerja sama dimulai dari kepentingan diri, lalu berkembang menjadi bukti yang membantu. Hukuman mempertimbangkan keduanya.
Guntur tidak menatap putrinya dari kursi terdakwa perkara terpisah. Nadine memandang ayahnya sekali, lalu menyerahkan lencana direktur kepada panitera.
Jaksa menolak permintaan agar Nadine menjalani hukuman di rumah keluarga dengan alasan keamanan. Perlindungan diberikan di fasilitas yang dapat diawasi negara; kekayaan tidak boleh mengubah penjara menjadi sayap lain rumah Menteng.
Alena menerima salinan putusan keduanya. Ia memeriksa bahwa nama korban, perbuatan, dan batas kerja sama tertulis lengkap. Pada putusan Dito, satu kalimat awal masih menyebut akses dipinjam, bukan dicuri. Maya meminta koreksi sebelum dokumen final ditandatangani.
Perubahan satu kata itu penting. Alena tidak pernah memberi izin. Bahasa hukum tidak boleh mengulang pembelaan yang sudah ditolak bukti.
Setelah koreksi, ia menyimpan putusan tanpa membacanya lagi. Menutup perkara pribadi bukan berarti lupa; itu berarti Dito dan Nadine tidak lagi menentukan jadwal hidupnya.
Di lorong, wartawan bertanya apakah Alena puas. Ia menjawab hukuman bukan barang yang harus memuaskan dirinya. Yang penting, kerja sama tidak lagi ditulis sebagai kepahlawanan dan korban tidak diminta memaafkan demi membuat penutup tampak rapi.
Dewi menunggu di luar bersama teh hangat. 'Kau baik-baik saja melihat Dito?'
'Saya sedih untuk orang yang dulu saya kira ada,' jawab Alena. 'Bukan ingin kembali.'
Malamnya, Raka mengetuk pintu kamar sebelum masuk. Mereka telah kembali memakai penthouse setelah penyadap dibersihkan dan kepemilikannya dipindah ke dana penjualan. Selama proses selesai, mereka menyewa unit itu dengan harga pasar. Dua kamar tetap ada, tetapi semakin sering salah satunya kosong atas pilihan bersama.
Raka tidak bertanya apakah Alena masih mencintai Dito. Ia bertanya apakah ia ingin ditemani. Alena mengangguk, dan mereka duduk di lantai seperti malam membuka server pertama, kali ini tanpa bukti di antara mereka.
Maya menelepon pagi berikutnya mengenai dua tanggal. Berkas pendirian Lembaga Audit Arah siap disahkan begitu pemeriksaan terakhir selesai. Tanggal lain adalah akhir kesepakatan pranikah mereka, empat minggu lagi. Penyelidikan, sidang, dan restrukturisasi telah memakan waktu lebih dari setahun.
Maya mengingatkan bahwa bulan kelima belas kontrak tinggal empat minggu.