===== BAB 71: Tagihan Kebenaran =====
Laporan penuh, kompensasi, dan penghentian rute dapat membuat Vantara bangkrut.
Keesokan pagi, Alena duduk di ruang yang biasanya dipakai menghitung laba rute. Kini layar menampilkan sebelas klaim kematian, biaya perawatan penyintas tersembunyi, kerugian pekerja akibat grounding, penggantian komponen, dan denda regulator. Angkanya berubah setiap kali satu arsip baru dibuka.
Hampir tiga belas bulan telah berlalu sejak ia menandatangani akta perkawinan demi memasuki ruangan keluarga. Waktu itu kerugian masih dapat disembunyikan dalam sembilan kotak arsip. Sekarang setiap kebohongan memiliki nilai pada neraca, tetapi nilai itu tidak pernah setara dengan orang yang hilang.
Dewan pengawas sementara mengirim bentuk tertulis dari tawaran yang sudah disampaikan seusai pengumuman regulator. Draf itu menawarkan pengembalian kursi CEO bila lampiran pembayaran Bima ditunda sampai restrukturisasi selesai. Penolakan lisan Raka tercatat, tetapi para kreditur meminta kepastian melalui resolusi yang tak dapat ditafsirkan ulang. Tanpa lampiran, perusahaan dapat menyebut transfer lama sebagai bantuan privat dan berunding dengan keluarga secara terpisah.
'Terpisah berarti sebelas keluarga menghadapi perusahaan sendirian,' kata Alena.
Ketua dewan menuliskan bahwa keputusan ada pada Raka sebagai pemegang aset pribadi terbesar. Raka meminta Kresna dan wakil korban menelaah jawaban bersamanya, lalu menandatangani penolakan di hadapan mereka.
'Terbitkan seluruh lampiran,' bacanya sebelum dokumen dikirim. 'Kursi saya tidak boleh dibeli dengan halaman yang hilang.'
Alena tidak memujinya setelah jawaban dikirim. Memilih benar tidak menghapus fakta bahwa keluarganya memiliki pilihan tersebut sejak awal. Ia hanya meminta surat penolakan masuk arsip restrukturisasi agar tawaran serupa tidak dapat muncul lagi secara diam-diam.
Masalah berikutnya adalah kas. Jika seluruh dana dipakai untuk klaim, gaji teknisi dan pemeriksaan armada berhenti. Jika pekerja didahulukan tanpa jadwal kompensasi, keluarga korban kembali diminta menunggu demi perusahaan yang dahulu membeli diam mereka.
Akuntan restrukturisasi membedakan kebangkrutan neraca dari kekurangan kas. Vantara masih memiliki hanggar, hak rute, pusat data, dan armada yang dapat diselamatkan setelah inspeksi. Namun sebagian aset dijaminkan, sedangkan uang tunai tinggal cukup untuk enam minggu operasi minimum.
'Kalau kita mengumumkan semua klaim sekaligus, kreditur akan berebut lebih dahulu,' kata seorang penasihat.
Maya menjawab dengan permohonan penundaan pembayaran terawasi. Pengadilan dapat membekukan penagihan komersial selama dana korban dibentuk, tetapi Vantara harus membuka daftar aset lengkap. Direktur lama keberatan karena daftar itu memuat properti keluarga yang dibeli melalui anak perusahaan.
Alena meminta auditor memproyeksikan tiga skenario di layar. Skenario pertama menjual rute aman dan mempertahankan gedung mewah; pekerja kehilangan pekerjaan sementara keluarga menjaga simbol. Skenario kedua menunda kompensasi tujuh tahun; korban kembali membiayai perusahaan. Skenario ketiga menjual aset non-operasional, memotong bonus, mempertahankan tim keselamatan, dan menyerahkan pengawasan dana kepada pihak luar.
Hanya skenario ketiga memberi peluang perusahaan tetap hidup tanpa mengulangi pola lama. Keuntungannya lebih rendah, kuasa keluarga berkurang, dan beberapa pemegang saham kehilangan hampir seluruh nilai. Itu bukan alasan menolaknya.
Seorang teknisi muda meminta bicara. Ayahnya bekerja di Vantara dan tidak terlibat skema, tetapi cicilan rumah bergantung pada gaji. Seorang anak korban menjawab keluarganya juga kehilangan penghasilan ketika kecelakaan terjadi. Ruangan menegang sampai Alena meminta keduanya tidak dipaksa bersaing.
'Tagihan harus naik ke orang yang mengambil keputusan dan memperoleh laba,' katanya. 'Bukan turun kepada dua kelompok yang sama-sama menanggung akibat.'
Maya menambahkan larangan pemutusan kerja massal selama masa penundaan tanpa persetujuan pengadilan dan serikat. Akuntan menandai jet keluarga, ruang eksekutif, kontrak konsultasi, serta dividen sebagai sumber pertama.
Pemegang obligasi menerima penundaan hanya bila laporan kas diterbitkan mingguan. Alena mendukung syarat itu; perusahaan yang meminta waktu harus membuka cara setiap hari tambahan dipakai.
Maya mengusulkan dua rekening terpisah: dana kelangsungan keselamatan untuk gaji minimum serta inspeksi, dan dana reparasi yang tak dapat disentuh operasi. Aset keluarga, dividen tertahan, dan hasil penjualan properti non-operasional menjadi sumber awal reparasi.
Seorang direktur keberatan karena menjual gedung pusat akan menjatuhkan citra perusahaan. Alena menunjukkan foto toko Dewi yang dilempari batu. 'Citra bukan aset yang harus dilindungi lebih dahulu.'
Forum pertama digelar sore itu. Perwakilan korban, serikat pekerja, regulator, pemegang obligasi, dan auditor duduk pada meja berbentuk lingkaran. Tidak ada kursi kepala. Raka hadir sebagai pemilik aset, bukan CEO. Alena hadir sebagai ahli keselamatan sekaligus putri Reno, dua peran yang ia nyatakan sebelum bicara.
Keluarga korban menolak skema yang memberi perusahaan hak menentukan besarnya kehilangan. Seorang istri awak VX-217 menunjukkan bahwa pembayaran Bima dahulu datang bersama formulir kerahasiaan. Ia tidak mau dana baru memakai bahasa belas kasihan.
'Ini bukan bantuan,' kata Alena. 'Ini kewajiban.'
Serikat pekerja meminta jaminan penjualan aset tidak dimulai dari perumahan staf atau dana pensiun. Maya menambahkan urutan likuidasi: jet keluarga, properti perwalian, bonus direktur, lalu aset non-operasional. Gaji dasar dan pensiun ditempatkan di luar jangkauan kreditur selama diizinkan pengadilan.
Raka menawarkan penthouse, kendaraan, serta dividen pribadinya. Wakil korban bertanya apakah sumbangan itu memberinya suara lebih besar dalam dana.
'Tidak,' jawab Raka. 'Saya menjadi sumber pembayaran, bukan pengelola.'
Alena membaca klausul transfer sebelum ia menandatangani. Tidak ada hak nama, pengurangan kesaksian, atau pembatasan gugatan. Ia juga memastikan cincin keluarga dan arsip tidak dinilai sebagai barang koleksi untuk dijual; benda-benda itu harus tetap menjadi bukti publik.
Pada akhir forum, angka belum disepakati. Namun sebelas keluarga mengajukan tuntutan yang sama: dana tidak boleh dikendalikan Vantara, Dirgantara, atau penasihat yang pernah bekerja untuk mereka. Setiap keluarga ingin memilih wakil, melihat audit, dan memiliki suara atas jadwal pembayaran.
Dewan sementara mencoba menawarkan dua kursi observasi tanpa hak pilih. Para keluarga menolak. Mereka telah menjadi penonton selama tujuh belas tahun.
Alena memandang sebelas map di meja. Keadilan tak dapat dihitung hanya oleh orang yang berutang.
Sebelas keluarga menuntut kursi pengawas dana reparasi.