===== BAB 70: Nama Reno Prameswari =====
Regulator menjadwalkan pengumuman resmi tentang Reno Prameswari pada pagi berikutnya.
Alena tidak tidur. Ia membaca laporan akhir di ruang keluarga korban bersama Dewi dan Pak Yudhis. Sebelas nama tercetak sebelum daftar pelanggaran. Pada bagian sebab langsung, laporan menempatkan aktuator rekondisi, data kalibrasi palsu, dan override Bram di bawah perintah Guntur. Nama Reno tidak lagi berada pada kotak penyebab teknis.
Setiap keluarga menerima versi yang sama dengan lampiran teknis, bukan ringkasan yang lebih lunak. Regulator menyediakan ahli untuk menjelaskan grafik tanpa batas waktu media. Beberapa halaman tentang pembayaran disegel sementara karena memuat rekening pribadi, tetapi alasan penyegelan tertulis. Transparansi tidak berarti menyiarkan nomor rekening korban.
Alena memeriksa koreksi registri. Status Reno belum langsung berubah; laporan memberi dasar administratif yang harus ditandatangani lembaga berbeda. Ia menolak judul konferensi yang menyebut pemulihan final. Hari itu adalah pengumuman sebab, bukan akhir seluruh proses.
Bagian berikutnya tidak memberinya pembebasan tanpa catatan. Reno menemukan ketidaksesuaian lot dan menunda laporan satu giliran. Ia memasukkan Raka tanpa manifest, mengubah beban terlambat, dan memilih membawa bukti ke penyidik luar. Keputusan itu menciptakan risiko serta menghilangkan peluang menahan keberangkatan, meski bukan yang membuat aktuator macet atau daya cadangan hilang.
Dewi membaca paragraf tersebut dua kali. 'Ini dia,' katanya pelan. 'Bukan pengkhianat. Bukan orang suci.'
Alena menggenggam tangan ibunya. Selama tujuh belas tahun ia membayangkan pemulihan nama Reno sebagai pintu yang sekali dibuka akan mengembalikan ayahnya utuh. Ternyata pemulihan berbentuk ruangan dengan banyak jendela: cahaya masuk bersama debu yang selama ini tak terlihat.
Pak Yudhis meminta satu perubahan bahasa. Draf menyebut sebelas kematian sebagai konsekuensi operasional. Ia meminta kata korban disebut. Regulator menerima. Alena meminta keterlambatan Reno tidak ditempatkan dalam catatan kaki. Itu juga diterima. Tidak ada keluarga yang harus mencari kesalahan operator di halaman belakang hanya agar judul tampak bersih.
Keluarga lain meminta nama Guntur dan Bram tidak menghapus peran Bima, Mawar, Dito, serta Nadine dalam penutupan dan sabotase baru. Laporan membedakan tanggung jawab pidana, etik, dan korporat. Tidak semua kesalahan memiliki hukuman sama, tetapi semuanya dicatat. Alena melihat struktur itu sebagai kebalikan dari satu kambing hitam bernama Reno.
Dewi menandatangani tanda terima laporan, bukan persetujuan atas kesimpulan. Pak Yudhis melakukan hal sama. Dokumen mencatat mereka sudah diberi waktu membaca dan boleh mengajukan koreksi fakta. Kehadiran keluarga bukan hiasan legitimasi.
Sebelum konferensi, keluarga diberi waktu bertanya kepada ahli simulasi. Mereka menanyakan apakah orang terkasih mereka akan hidup bila Reno melapor lebih awal. Ahli menjawab kemungkinan keberangkatan tertahan nyata, tetapi keputusan Guntur untuk mengabaikan anomali membuat hasil tidak pasti. Tidak ada jawaban yang mengubah kehilangan menjadi rumus sederhana.
Raka menunggu di luar ruang. Alena keluar dan berdiri di depannya. 'Aku ingin kau bersama kami saat laporan dibacakan,' katanya. 'Bukan sebagai bukti bahwa keluargamu dimaafkan. Sebagai orang yang ada di kursi 2A dan mau mengatakan seluruhnya.'
'Kalau Dewi dan keluarga korban setuju.'
Alena sudah bertanya. Mereka setuju dengan syarat Raka tidak berbicara sebelum sebelas nama selesai dibaca. Raka menerima tanpa meminta tempat di podium.
Konferensi berlangsung di aula regulator, bukan kantor Vantara. Pak Yudhis membacakan nama korban. Ketua tim teknis menjelaskan sebab. Alena menjelaskan pelanggaran Reno dengan suaranya sendiri. Dewi berdiri di sampingnya, menangis ketika regulator menyatakan Reno Prameswari bukan penyebab jatuhnya VX-217.
Layar menampilkan tiga skenario simulasi serta batas ketidakpastiannya. Wartawan menerima tautan ke data yang sudah disunting dari identitas pribadi. Pembela Guntur mengirim keberatan tertulis, dan regulator menyebut keberatan itu dalam siaran. Pengumuman tidak menunggu putusan pidana, tetapi juga tidak berpura-pura menjadi vonis.
Ketika foto Reno muncul, Alena meminta foto sebelas korban tetap berada di sisi yang sama, bukan hilang setelah nama ayahnya dibersihkan. Ia tidak ingin pemulihan Reno menjadi versi baru cerita yang hanya mengenal satu wajah.
Raka berbicara terakhir. Ia mengakui berada di kursi 2A, membawa buku pembelian, dan naik tanpa manifest. Ia menyebut Bima menyelamatkannya lalu membangun penutupan. Ia tidak menggunakan kata demi keluarga sebagai alasan. Perusahaan, katanya, berutang kebenaran dan pemulihan kepada setiap keluarga sebelum berhak membicarakan masa depan.
Pertanyaan media datang cepat. Apakah Alena akan kembali bekerja di Vantara? Apakah Raka kembali menjadi CEO? Apakah pernikahan mereka tetap kontrak? Alena menjawab hanya yang terkait laporan. Status perkawinannya tidak mengubah penyebab kecelakaan. Pekerjaannya akan diputuskan setelah konflik kepentingan dinilai lembaga lisensi.
Di luar aula, sekelompok mantan pekerja Vantara menunggu. Mereka takut grounding massal menghilangkan nafkah. Alena tidak menolak ketakutan itu. Keselamatan tidak boleh dibayar pekerja paling bawah sementara aset keluarga tetap utuh. Maya mulai menyusun forum yang mempertemukan korban, pekerja, regulator, dan pengurus sementara.
Seorang teknisi bertanya apakah semua unit memang berbahaya. Alena menjelaskan hanya lot tertentu yang teridentifikasi, tetapi audit penuh diperlukan karena sertifikat telah dimanipulasi. Ia tidak menjanjikan rute dibuka cepat. Sebaliknya, ia meminta dana darurat gaji dimasukkan sebelum dividen atau biaya pengacara keluarga.
Raka menyetujui aset pribadinya serta proxy keluarga dibekukan untuk dana awal. Ia melakukannya melalui dokumen yang ditinjau Kresna dan wakil korban, bukan pengumuman spontan di tangga. Alena membaca klausulnya untuk memastikan sumbangan tidak membeli hak mengatur kompensasi.
Laporan memerintahkan pemeriksaan seluruh armada, penghentian sementara rute yang memakai lot terkait, serta pembentukan dana kompensasi. Sebelas keluarga mengajukan klaim perdata. Mitra Core membekukan operasi. Saham Vantara jatuh sebelum perdagangan dihentikan.
Raka menerima panggilan dari dewan pengawas sementara. Mereka menawarkan pemulihan terbatas jika lampiran pembayaran Bima ditunda, tetapi ia menolak tanpa berkonsultasi diam-diam dengan Alena. Ia menyalakan pengeras di depan Kresna dan wakil korban, lalu mengatakan laporan harus terbit utuh.
Setelah panggilan, Alena bertanya apakah ia takut kehilangan perusahaan.
'Ya,' jawab Raka. 'Tetapi takut bukan izin memindahkan tagihan kepada orang yang sudah membayarnya dengan nyawa.'
Alena meminta izin lalu menciumnya singkat di lorong yang kosong. Bukan hadiah karena memilih benar, melainkan pengakuan bahwa ia ingin tetap bersamanya ketika harga pilihan itu mulai dihitung.
Di layar aula, analis keuangan menampilkan kewajiban yang baru terbuka. Angkanya lebih besar daripada cadangan tunai dan dapat memaksa penjualan aset keluarga, restrukturisasi, serta penutupan rute berbulan-bulan.
Laporan penuh, kompensasi, dan penghentian rute dapat membuat Vantara bangkrut.