===== BAB 69: Pilihan di Ruang Kendali =====
Guntur mengunci Mawar di ruang perwalian dan menyalakan penghancur arsip.
Alena meminta sensor asap dibaca langsung, bukan melalui alarm gedung. Kamera termal tidak menunjukkan api; panas berasal dari motor penghancur. Pak Idris membimbing petugas ke panel servis di balik lemari koridor. Di sana ada tiga tuas tanpa label. Menarik tuas salah dapat mengunci pintu brankas permanen.
Suara Mawar terdengar lemah melalui ponsel Nadine yang ditinggalkan dekat pintu. Ia mengatakan debu kertas memenuhi ruang dan Guntur memegang drive. Paramedis menjelaskan risiko pernapasan. Urutan penyelamatan diubah: ventilasi harus dibuka penuh sebelum polisi memaksa pintu, walau beberapa lembar akan lebih dulu hancur.
Alena melihat folder arsip pada inventaris jarak jauh. Dokumen utama memiliki mikrofilm luar, tetapi daftar saksi internal mungkin hanya berada di sana. Ia menyampaikan informasi itu kepada komandan lalu menambahkan, 'Tidak ada dokumen yang lebih penting daripada Mawar.' Keputusan akhir tetap penyelamatan.
Idris mengingat Bima memberi tanda kecil berbentuk sayap pada tuas ventilasi. Kamera petugas memperbesar logam dan menemukan goresan itu. Komandan memerintahkan tuas ditarik. Tekanan udara ruang perwalian kembali normal. Baru setelah sensor stabil, listrik motor diputus dari pemutus terpisah.
Suara penghancur melambat, tetapi pintu tetap terkunci. Pembuka hidraulis tidak mendapat celah. Panel membutuhkan autentikasi anggota perwalian hidup. Mawar berada di dalam, Nadine tidak terdaftar, dan gelang biometrik Raka dapat mengaktifkan pembaca koridor.
Komandan mempertimbangkan menunggu alat pembuka dari bank. Waktunya dua puluh menit, sementara oksigen Mawar turun. Raka bukan satu-satunya pilihan secara mutlak, tetapi satu-satunya yang tersedia dalam batas medis. Alena meminta pilihan itu dijelaskan lengkap kepadanya, termasuk hak menolak tanpa menyalahkan dirinya bila arsip atau Mawar terluka.
Raka meminta satu menit dengan Kresna, kemudian memberi persetujuan tertulis untuk memakai biometrik hanya pada pintu tersebut. Ia tidak berjanji kepada Alena akan aman; janji semacam itu tidak dapat dibuat. Mereka menyepakati satu hal nyata: ia berhenti dan mundur kapan pun komandan memerintah.
Polisi menjelaskan risiko kepada Raka. Ia hanya perlu mencapai panel di balik perisai, menempelkan jari, lalu mundur. Alena ingin melarangnya, tetapi itu bukan keputusan tubuhnya. Ia bertanya apakah Raka memahami bahwa Guntur mungkin menembak dari celah pintu.
'Aku paham,' jawabnya. 'Dan aku mengikuti petugas, bukan mendahului.'
Alena mengangguk. 'Kembali setelah panel terbuka.'
Raka mengenakan rompi dan bergerak di antara dua petugas. Alena menyaksikan kamera badan, memaksa napasnya mengikuti langkah mereka. Autentikasi berhasil. Pintu membuka beberapa sentimeter sebelum tersangkut tumpukan kertas. Polisi memasukkan perisai dan memperlebar celah.
Mawar terlihat jatuh dekat meja, tangannya terluka. Guntur berlari menuju pintu belakang sambil membawa drive. Raka berada paling dekat dengan neneknya dan jalur pengejaran. Ia tidak melihat ke arah Guntur lebih dari satu detik. Ia berlutut, menarik Mawar ke balik perisai, dan memanggil paramedis.
Mawar sempat memegang lengannya dan menyuruh mengejar. Raka berkata polisi sudah mengejar dan mengangkatnya bersama petugas. Pilihan itu tidak dibuat untuk membuktikan sesuatu kepada Alena; wajah Raka menghadap neneknya, tidak tahu kamera mana yang merekam. Justru karena tak ditujukan kepadanya, Alena mempercayainya.
Nadine keluar dari ruang samping dengan tangan terangkat. Polisi menggeledah sesuai prosedur karena statusnya saksi sekaligus terdakwa perkara lain. Ia menyerahkan lokasi pistol Guntur di bawah meja. Senjata diamankan sebelum paramedis masuk.
Polisi mengejar Guntur melalui jalur kotak. Ia mencoba keluar ke terowongan Menteng, tetapi tim perimeter sudah menunggu berdasarkan denah Idris. Drive dijatuhkannya ke genangan; petugas memotretnya sebelum mengangkat ke kantong tahan air. Guntur ditangkap tanpa Raka harus menyentuhnya.
Alena baru mendekat setelah komandan menyatakan ruang aman. Raka duduk di lantai dengan darah Mawar pada lengan, sementara paramedis memasang penyangga. Ia memandang Alena, meminta sesuatu yang tidak sanggup diucapkan.
'Boleh aku di sini?' tanya Alena.
Raka mengangguk. Alena duduk di sampingnya, tidak memeluk sampai tangannya terbuka. Ketika itu terjadi, ia menggenggamnya. Mawar sadar dan dibawa ke rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam nyawa.
Tim bukti memeriksa penghancur. Sebagian kertas rusak, tetapi arsip utama memiliki salinan mikrofilm di ruang tahan api. Hash backup simulasi tetap cocok dengan repositori luar. Guntur menghancurkan sejumlah salinan kerja, bukan kebenaran. Semua serpihan tetap dikumpulkan dan diberi nomor; kegagalannya tidak membuat upaya perintangan menjadi tidak penting.
Drive yang dijatuhkan Guntur dikeringkan dalam wadah terkendali. Petugas tidak menyalakannya. Citra dibuat setelah ahli korosi menyatakan aman, dan salinan menunjukkan paket sabotase, daftar pembayaran, serta rencana menghapus registri Reno. Air merusak beberapa sektor, tetapi indeks hash dari repositori Sari membantu menunjukkan bagian mana yang utuh tanpa merekonstruksi isi secara spekulatif.
Pistol membawa sidik jari Guntur dan satu peluru sudah berada di kamar. Tidak ada tembakan, namun ancaman kepada Mawar serta Nadine didokumentasikan terpisah dari perkara VX. Alena menolak ketika wartawan menyebut operasi itu akhir kasus. Penangkapan bukan putusan, dan arsip yang selamat masih perlu diuji.
Nadine menyerahkan ponselnya tanpa menghapus pesan. Maya memastikan salinan rekaman dibuat sebelum perangkat disita. Nadine meminta kerja samanya dipertimbangkan dalam perkara sendiri, dan jaksa mencatat permintaan tanpa janji. Alena berterima kasih karena ia menjaga sambungan, tetapi tidak berkata semua sudah dimaafkan.
Pengacara Nadine hadir saat salinan dibuat. Rekaman asli tetap pada perangkat, citra pertama dipegang polisi, dan citra kedua diberikan pengadilan. Metadata menunjukkan tidak ada jeda selama pengakuan Guntur. Pesan satu kata dari Alena disertakan agar pembela dapat melihat arahan yang benar-benar diberikan.
Mawar, setelah sadar penuh, memberikan persetujuan medis sebelum diwawancara. Ia hanya mengonfirmasi siapa yang mengunci pintu dan menyalakan penghancur. Pertanyaan tentang tujuh belas tahun lalu ditunda. Trauma baru tidak boleh dijadikan jalan pintas memperoleh kesaksian lama.
Perangkat Guntur yang ditemukan polisi memuat tanda tangan paket sabotase terakhir dan perintah kepada Yanuar. Sidik jari, log token, serta waktu gelang palsu disimpan sebagai jalur terpisah. Pengakuan lewat telepon memperkuat niat, bukan menggantikan bukti teknis.
Menjelang pagi, regulator memberi tahu keluarga korban bahwa laporan sebab VX-217 sudah melewati peninjauan akhir. Pengumuman akan dilakukan setelah mereka menerima salinan terlebih dahulu. Nama Reno akan dibahas lengkap, termasuk keterlambatan laporan dan tindakan daruratnya.
Regulator menjadwalkan pengumuman resmi tentang Reno Prameswari pada pagi berikutnya.