===== BAB 68: Perintah Terakhir Guntur =====
Paket sabotase ditandatangani perangkat pribadi Guntur setelah surat dakwaan diterbitkan.
Guntur seharusnya berada di rumah Menteng dengan gelang pemantau sambil menunggu putusan penahanan. Ketika polisi tiba, kamar kerjanya kosong dan gelang itu ditemukan melingkari botol air hangat. Terowongan servis lama menuju kompleks perwalian tidak tercantum pada denah kota, tetapi Pak Idris pernah menandainya sebagai jalur pemindahan kotak.
Hakim sebelumnya memilih penahanan rumah karena usia, kondisi jantung, dan belum adanya tindakan kekerasan baru setelah dakwaan. Paket ke unit VX mengubah penilaian itu. Surat penangkapan tambahan diterbitkan saat polisi masih memeriksa botol. Alena mencatat keputusan lama bukan kelalaian bukti; sistem memberi batas, lalu Guntur memilih melanggarnya.
Token biometriknya sempat dianggap mustahil dipalsukan. Pemeriksaan cepat menemukan gelatin sidik jari pada meja, tetapi token terakhir dibuka dengan tekanan nadi hidup. Entah Guntur atau seseorang bersamanya mengaktifkan. Polisi tidak menunggu kesimpulan itu untuk menyelamatkan Mawar.
Telepon Alena berdering dari nomor Nadine. Maya mengaktifkan perekam dan meminta Nadine menyatakan apakah ia aman. Suara Nadine nyaris berbisik. Ia berada di kompleks bersama Mawar ketika Guntur datang membawa pistol petugas keamanan. Guntur memaksa ibunya membuka arsip perwalian dan mencari cincin keluarga serta buku kode.
Maya menanyakan apakah Nadine setuju lokasi dan suaranya diteruskan kepada polisi. Nadine berkata ya. Ia juga diberi kata aman untuk memutus instruksi bila Guntur mendekat. Alena tidak meminta Nadine menjadi mata-mata; ia hanya menyuruhnya menjauh dari senjata dan memberi tanda bila ada jalan keluar.
Polisi memverifikasi panggilan bukan umpan melalui menara seluler dan suara jam ruang perwalian. Kamera kompleks mati, tetapi sensor pintu mencatat tiga orang di dalam. Ambulans dikirim sebelum negosiasi dimulai. Semua itu terjadi sementara Alena menjaga suaranya tetap datar agar ketakutan tidak menular ke Nadine.
'Cincin itu di ruang bukti,' kata Alena. 'Jangan coba mengambil apa pun. Tinggalkan sambungan terbuka dan keluar kalau ada jalan.'
Nadine mengatakan pintu luar dikunci. Ia menyembunyikan ponsel di saku dan berjalan mengikuti ayahnya. Melalui sambungan, Alena mendengar Guntur menuduh Mawar menghancurkan keluarga dengan menyerahkan suara kepada auditor. Mawar menjawab keluarga sudah dihancurkan ketika sebelas korban dijadikan biaya usaha.
Polisi membentuk perimeter. Alena dan Raka diminta ke mobil komando karena mereka mengenali tata ruang, tetapi dilarang masuk. Raka mematuhi tanpa berdebat. Ia menyerahkan data biometrik yang mungkin diperlukan untuk membuka pintu, lalu duduk di sebelah Alena menghadap denah.
Pak Idris bergabung melalui video aman. Kompleks memiliki ruang kendali arsip, koridor brankas, dan jalur penghancur kertas industri yang dibangun Bima. Pemutus utamanya berada di lorong luar, tetapi pintu hanya dapat dibuka dari ruang perwalian atau panel servis sempit.
Idris mengingat jalur itu terakhir diuji enam tahun lalu. Denahnya mungkin tidak lagi akurat. Alena meminta tim membandingkan dengan citra termal dan tagihan renovasi, menemukan satu dinding baru serta ventilasi yang dipindah. Rencana masuk diperbarui; tidak ada yang memperlakukan ingatan Idris sebagai peta sempurna.
Raka mengenali kode keluarga pada pintu, tetapi menyatakan aksesnya bisa saja dicabut Guntur. Ia menyerahkan sidik jari pembanding secara sukarela setelah penasihat menjelaskan penggunaan terbatas. Data itu disimpan pada terminal polisi dan dijadwalkan dihapus setelah operasi, bukan disalin ke sistem Vantara.
Di sambungan Nadine, Guntur memerintahkan Mawar menyebut lokasi salinan Bima. Mawar menolak. Terdengar tamparan, kemudian suara tongkat jatuh. Raka menegang dan berdiri, tetapi Alena menyebut namanya. Ia berhenti.
'Kalau aku masuk tanpa polisi, aku memberi Paman sandera kedua,' katanya, seolah mengingatkan dirinya sendiri.
Negosiator mengambil alih percakapan melalui pengeras kompleks. Guntur meminta kendaraan dan kekebalan untuk Nadine, upaya menjadikan putrinya alasan lagi. Nadine menyela dari dalam bahwa ia tidak meminta perlindungan. Alena mendengar keberanian dalam suaranya, tetapi tidak mengubahnya menjadi pengampunan atas VX-408.
Guntur mulai berbicara tanpa sadar ponsel Nadine merekam. Ia mengatakan Bima lemah karena menyimpan penyesalan, Reno bodoh karena memilih satu anak daripada perusahaan, dan Raka tidak pantas memimpin karena membuka buku kepada orang luar. Ketika Mawar menyebut penumpang, ia menjawab bahwa perusahaan yang jatuh akan mematikan lebih banyak keluarga daripada satu kecelakaan.
Alena mendengar Nadine bernapas terlalu cepat. Ia mengingatkan melalui pesan teks satu kata agar Nadine tidak menantang ayahnya. Nadine membalas titik, tanda bahwa ia paham. Rekaman terus berjalan tanpa pertanyaan pancingan. Ucapan Guntur muncul ketika ia mencoba memaksa Mawar, bukan karena Nadine menjanjikan keringanan.
Negosiator menawarkan jalur keluar aman bagi Mawar dan Nadine. Guntur menolak kecuali drive simulasi diserahkan. Polisi tidak memiliki drive di lokasi dan tidak membuat tiruan untuk ditukar tanpa rencana. Waktu dipakai tim servis mencapai panel, sementara percakapan menjaga Guntur jauh dari senjata selama mungkin.
Maya memastikan rekaman diteruskan langsung ke server regulator dan satu salinan luar. Nadine bukan agen tanpa risiko; ia memilih menjaga sambungan setelah diberi instruksi keselamatan. Polisi tidak menyuruhnya memancing pengakuan. Semua ucapan Guntur datang dari kemarahannya sendiri.
Kamera panas menunjukkan tiga orang bergerak ke ruang kendali. Nadine berbisik bahwa Guntur menemukan tombol penghancur dan kotak arsip hasil simulasi. Ia mendorong Nadine keluar, lalu menarik Mawar ke dalam sebagai perisai. Pintu baja menutup.
Alena melihat denah dan menemukan panel penghancur berbagi daya dengan ventilasi ruang. Memutus listrik tanpa membuka ventilasi dapat membuat Mawar terjebak asap mesin. Mereka membutuhkan urutan yang tepat: buka jalur udara, hentikan pisau, baru paksa pintu.
Sebelum tim servis mencapai panel, bunyi motor berat terdengar melalui ponsel Nadine. Kertas mulai ditarik. Guntur memutus sambungan internal dan menyalakan alarm kebakaran palsu agar polisi mengira ruangan terbakar.
Guntur mengunci Mawar di ruang perwalian dan menyalakan penghancur arsip.