===== BAB 66: Api di Pusat Data =====
Seorang loyalis Guntur menerima perintah membakar cadangan kalibrasi sebelum hasil simulasi diumumkan.
Alena tiba bersama tim regulator ketika asap sudah memenuhi lantai tiga. Ia tidak masuk untuk menyelamatkan server. Daftar petugas menunjukkan enam orang belum mencapai titik kumpul, dan satu teknisi menggunakan kursi roda. Alena meminta kepala gedung membaca nama, bukan jumlah, lalu membagi petugas pencari menurut zona terakhir.
Angin mendorong asap ke tangga selatan. Sistem pengeras gedung justru memerintahkan pekerja menggunakan tangga itu karena pesan lama belum diperbarui. Alena meminta petugas keamanan mematikan rekaman otomatis dan memberi instruksi manusia menuju tangga barat. Daftar akses menunjukkan dua orang masih di ruang pendingin, tiga di kantin, dan teknisi kursi roda dekat lift servis.
Lift tidak boleh dipakai saat kebakaran, tetapi ruang aman kursi roda memiliki pintu tahan asap. Petugas pemadam mencapai teknisi melalui koridor luar, memasang masker, lalu membawanya dengan kursi evakuasi. Alena mencoret namanya hanya setelah radio menyebut lokasi dan kondisi, bukan ketika kamera melihat bayangan.
Raka datang dengan Kresna setelah menerima pemberitahuan Vantara. Petugas pemadam menahannya di garis luar. Ia menawarkan kode akses pintu tahan api, tetapi tidak meminta ikut masuk. Kode diserahkan tertulis kepada komandan dan diuji pada panel simulasi sebelum dipakai.
Yanuar terlihat di kamera membawa tabung akseleran menuju ruang cadangan. Polisi mengejarnya melalui tangga timur. Di sisi barat, pintu evakuasi kursi roda gagal terbuka karena sistem ikut terkunci. Alena mengenali rangkaian darurat dari audit VX-408 dan menunjukkan pemutus mekanis kepada petugas gedung.
'Orangnya dulu, data nanti,' katanya ketika seorang supervisor hendak kembali mengambil drive.
Teknisi terakhir keluar dengan masker oksigen. Setelah enam nama dicoret dari daftar, barulah Alena membantu mengidentifikasi rak mana yang memiliki bahan berbahaya bagi pemadam. Ia tetap di pusat komando luar. Api melahap dua server, tetapi sistem gas memisahkan ruang utama sebelum seluruh lantai terbakar.
Yanuar ditangkap di atap dengan luka bakar ringan. Kamera badannya tidak ada; penangkapan direkam tiga petugas. Polisi menyita pemantik, ponsel, dan token Guntur, masing-masing dikantongi terpisah. Tidak satu pertanyaan diajukan sampai pengacaranya datang.
Tabung akseleran ditemukan pada rak yang mulai terbakar, membawa sidik jari Yanuar dan nomor inventaris bengkel Guntur. Ahli kebakaran mengambil sampel lantai sebelum busa dibersihkan. Alarm otomatis dinonaktifkan dari token yang sama. Fakta-fakta itu didokumentasikan terpisah dari pesan enam kata agar dakwaan tidak bergantung pada satu layar ponsel.
Yanuar meminta perawatan dan memperolehnya sebelum wawancara. Alena menolak permintaan media agar ia ditampilkan sebagai pelaku yang tertangkap basah. Keselamatan serta proses yang benar tidak berubah hanya karena orang itu mencoba membakar bukti mereka.
Sari menghubungi Alena dari repositori luar kota. Cadangan kalibrasi telah disebar pada malam pengadilan memerintahkan simulasi: satu salinan pada regulator, satu pada laboratorium universitas, dan satu pada penyimpanan korban. Hash ketiganya cocok dengan indeks yang hampir dibakar. Api menghancurkan perangkat, bukan isi bukti.
Salinan universitas berada pada media hanya-baca dengan catatan penerimaan dosen yang tidak mengenal pihak perkara. Salinan korban disimpan dalam kotak dua kunci; Pak Yudhis dan petugas regulator membuka bersama melalui video. Mereka tidak mengeluarkan media, hanya membaca indikator segel. Pembela diundang mengirim pengamat sebelum hash dibandingkan.
Alena meminta satu salinan baru tidak dibuat dari repositori yang paling mudah, melainkan dari dua sumber yang dibandingkan blok demi blok. Bila keduanya berbeda, proses berhenti. Keduanya identik. Prosedur itu membutuhkan waktu saat api masih mengepul, tetapi membuat keberhasilan pemulihan dapat diulang siapa pun.
Pembela segera menyebut salinan luar mudah dimanipulasi. Sari menerbitkan log waktu notarial dan tanda tangan penerima sebelum kebakaran. Pak Yudhis mengonfirmasi wadah korban belum dibuka. Alena meminta media tidak menyebut bukti selamat secara ajaib; bukti bertahan karena prosedur yang sengaja dibuat tidak bergantung pada satu gedung.
Raka berdiri di samping ambulans teknisi yang dievakuasi. Jelaga menempel pada wajahnya meski ia tidak masuk bangunan. Ia telah membantu mencatat keluarga yang perlu dihubungi. Alena mendekat setelah keadaan aman.
'Kau baik?' tanyanya.
'Aku di luar. Kau yang hampir berlari ke pintu tadi.'
Alena mengakui tubuhnya sempat bergerak ketika alarm rak berbunyi. 'Lalu aku ingat enam nama.'
Raka membuka tangan, menunggu. Alena memilih memeluknya singkat. Mereka tidak merayakan server yang selamat sebelum dokter menyatakan semua pekerja stabil.
Di pusat komando sementara, Sari memeriksa log keluar selama kebakaran. Jadwal penghapusan ternyata menutupi proses kedua: perangkat aman yang diasosiasikan dengan Guntur mengirim paket kalibrasi ke satu unit VX. Paket melewati antrean karantina karena memakai otorisasi komisaris lama yang belum dicabut dari controller cadangan.
Alena meminta Sari memastikan paket bukan simulasi yang salah arah. Nomor ekor, rute, dan waktu aktivasi dipadankan dengan pusat operasi. Ketiganya nyata. Tim keamanan mencoba mencabut sertifikat jarak jauh, tetapi controller unit sudah menerima paket dan tidak lagi memeriksa daftar pencabutan sampai koneksi berikutnya.
Regulator membuka kanal darurat dengan kru dan merekam siapa yang berada pada setiap mikrofon. Alena menyebut konflik dirinya sebelum memberi saran. Komandan operasi mengonfirmasi ia tetap ahli paling mengenal pola VX-408 dan meminta bantuannya secara formal. Otorisasi itu masuk log sebelum instruksi pertama.
Unit itu sudah berangkat dua puluh menit sebelumnya dengan seratus delapan puluh enam orang. Ketinggiannya mendekati tujuh ribu kaki. Paket baru mulai aktif ketika sistem beralih ke kendali jelajah.
Alena meminta sambungan langsung kepada pusat operasi dan regulator penerbangan. Ia tidak memiliki akses Vantara, tetapi status ahli keselamatan pada perkara memberi jalur darurat. Raka menyerahkan kode otorisasi pemilik untuk membuka dokumentasi controller, lalu mundur dari mikrofon.
Di layar, indikator unit berubah merah dengan pola yang sama seperti VX-408.
Satu unit VX yang sedang mengudara menerima paket kalibrasi rusak dari perangkat aman Guntur.