===== BAB 62: Dua Kesaksian =====
Hakim memisahkan seluruh saksi, termasuk Alena dan Raka, sampai pemeriksaan selesai.
Alena kembali ke rumah aman bersama Dewi, sedangkan Raka tinggal di tempat yang diatur Kresna. Ponsel mereka disimpan pengacara kecuali untuk panggilan darurat yang dicatat. Malam pertama, Alena beberapa kali ingin mengirim pesan tentang hal remeh: apakah Raka sudah makan, apakah bekas jelaga di lengannya masih sakit. Ia menulisnya di kertas pribadi, bukan mengirim. Perintah pemisahan tidak memiliki pengecualian untuk rindu.
Dewi juga masuk daftar saksi dan tidak boleh membicarakan kartu 2A atau Reno. Mereka memasak dalam diam yang aneh, berbicara hanya tentang jahitan seragam dan tanaman balkon. Ketika televisi menampilkan spekulasi bahwa Raka sudah menyiapkan jawaban Alena, Dewi mematikannya. Bukan agar Alena terhindar dari kritik, melainkan agar satu siaran tidak memberi frasa yang kelak terdengar seperti naskah bersama.
Maya menyimpan catatan yang ditulis Alena tentang Raka dalam amplop pribadi tanpa membacanya. Tindakan itu mencegah pembela mengklaim kertas dibuat setelah transkrip keluar. Alena merasa berlebihan, lalu mengingat tujuh belas tahun bukti hilang karena orang menganggap langkah kecil tidak penting.
Pada hari kesaksian kedua, Maya memintanya menceritakan VX-408 dari awal tanpa membaca catatan. Alena menjelaskan alarm di ketinggian tujuh ribu kaki, kredensial palsu, terminal Dito, dan paket yang dikirim kepada Nadine sebelum pendaratan. Baru setelah cerita selesai, jaksa menunjukkan log waktu. Urutannya cocok, kecuali Alena mengingat penguncian akses terjadi dua menit lebih awal. Perbedaan itu dicatat.
Pembela membesarkan selisih dua menit seolah seluruh peristiwa bergeser. Sari kemudian menunjukkan jam ruang kendali terlambat seratus sebelas detik dari server regulator pada pagi itu. Koreksi membuat ingatan Alena berada dalam rentang, tetapi ia tidak mengubah jawaban awal. Catatan sidang mempertahankan keduanya: waktu yang ia ingat dan waktu yang dikalibrasi mesin.
Ketika ditanya kapan pertama mencurigai Dito, Alena menyebut cara lelaki itu menghindari tatapan dan pesan Nadine. Ia menegaskan kecurigaan pribadi bukan dasar penyitaan. Dasarnya adalah terminal perencanaan, salinan kartu, serta pengakuan Dito. Pemisahan itu membuat rasa sakit lama tidak menyusup menjadi metode.
Pembela mencoba menghubungkan setiap langkah dengan Raka. Siapa yang pertama menunjukkan laporan VX-217? Raka. Siapa yang menawarkan pengacara? Raka. Di apartemen siapa pusat audit dibangun? Raka. Alena menjawab ya pada semuanya, lalu menjelaskan kapan kendali berpindah kepada Maya, regulator, Sari, dan auditor luar.
'Tuan Raka memberi Anda cerita,' kata pengacara Bram.
'Ia memberi saya sebuah map,' jawab Alena. 'Cerita di dalamnya diuji. Sebagian benar, sebagian disembunyikannya, dan sebagian merugikan keluarganya sendiri.'
Saat ditanya tentang Hangar Tujuh, Alena menyebut kunci Pak Idris, autentikasi pasangan, tas Reno, dan jejak sepatu keamanan. Ia mengakui akses pertama berasal dari perkawinan. Namun rekaman, terminal, serta tas disita dalam operasi yang direkam. Petugas bukti mengonfirmasi nomor segel tanpa pernah menerima instruksi dari Raka.
Pembela menampilkan foto Alena menggenggam tangan Raka setelah sidang perwalian. 'Ini auditor independen Anda?'
'Itu suami saya,' katanya. 'Auditor independen adalah Sari Lestari dan tim regulator. Saya tidak pernah menyebut Raka independen.'
Tawa kecil muncul di belakang ruang, lalu dihentikan hakim. Alena tidak merasa menang. Pertanyaan itu menunjukkan betapa mudah hubungan manusia dipakai untuk menggantikan pemeriksaan metode. Ia tetap menjawab setiap sentuhan yang ditanyakan, termasuk ciuman media dan ciuman privat yang ia minta setelah hasil DNA. Tidak satu pun menghasilkan surat penggeledahan.
Setelah Alena selesai, ia ditempatkan di ruang tanpa siaran. Raka memberi kesaksian pada hari berikutnya dan Alena tidak mendengarnya. Ia hanya mengetahui durasinya dari jam dinding. Ketika pintu koridor terbuka saat jeda, petugas memastikan mereka menggunakan jalur berbeda.
Sari bersaksi sesudahnya mengenai hash, citra kerja, dan controller SR-5107. Pembela menunjukkan ia sahabat Alena. Sari mengakui hubungan itu, lalu menjelaskan repositori memakai persetujuan dua orang yang salah satunya selalu petugas regulator. Persahabatan tidak dapat membuka penyimpanan sendirian.
Sari juga mengakui pelanggaran rencana ketika mengikuti instruksi terminal ke ruang 424. Laporan itu diberikan pembela sebelum mereka menemukannya sendiri. Kesalahan operasional tidak mengubah hash paket di pergelangan, tetapi menunjukkan tim tidak memoles catatan. Hakim meminta log oksigen dan kamera penyelamatan disertakan agar keterangannya dapat diuji.
Pak Idris memberi kesaksian melalui video karena kesehatannya. Ia mengenali kunci Hangar dan tulisan Bima, tetapi mengatakan tidak pernah melihat isi controller. Batas pengetahuannya dibiarkan utuh. Alena menyadari dua kesaksian yang dapat dipercaya bukan yang selalu cocok, melainkan yang berhenti tepat di tempat saksi tidak tahu.
Hakim baru mengizinkan transkrip pertukaran setelah Raka dan Alena sama-sama selesai. Jawaban mereka cocok pada waktu, dokumen, dan batas kontrak. Perbedaan muncul pada pertanyaan pribadi. Alena mengatakan kepercayaan mulai tumbuh ketika Raka menyerahkan bukti tentang Bima. Raka mengatakan ia mulai mencintai Alena ketika perempuan itu menolak membelanya sebelum data kursi 2A lengkap.
Raka mengakui menyembunyikan bahwa ia berada di kompleks dan mengawasi karier Alena selama tiga tahun. Pembela bertanya mengapa seorang penyusun konspirasi mengakui hal yang merusak dirinya. Raka menjawab ia tidak dapat menuntut bukti dipercaya sambil memilih kebohongan yang nyaman. Transkrip menunjukkan tidak ada upaya menjadikan semua tindakannya mulia.
Pada pertanyaan tentang ciuman, Raka mengatakan ciuman media disepakati melalui isyarat, sedangkan ciuman privat diminta Alena. Ia menolak menyebut detail lain tanpa kaitan bukti. Hakim menerima batas privasi itu. Alena membaca jawabannya dengan pipi panas, tetapi juga lega: kejujuran bukan hak pengadilan mengambil seluruh tubuh mereka.
Perbedaan tersebut membuat Alena tersenyum untuk pertama kali dalam tiga hari. Mereka tidak menghafal satu kisah. Bahkan momen yang sama dibaca dari sisi berbeda.
Pembela kemudian memanggil ahli tulisan mereka sendiri dan mengeluarkan surat dari arsip Bima. Surat itu asli menurut uji awal, ditujukan kepada Julian sehari setelah kecelakaan. Satu baris diberi penanda kuning: Araka meminta rasa malam itu dihapus; lakukan yang diperlukan agar ia bisa melupakan.
Kresna meminta pemeriksaan dokumen sebelum maknanya diperdebatkan. Hakim menyegel surat sebagai bukti sidang dan melarang media memublikasikan potongan tanpa konteks. Namun kalimat itu sudah dibacakan. Alena merasakan ketakutan lama kembali: bagaimana jika Raka tidak hanya dibuat lupa, tetapi pernah meminta kebohongan itu?
Pembela mengeluarkan surat Bima yang diklaim membuktikan Raka meminta dibuat lupa.