===== BAB 61: Pernikahan sebagai Bukti Palsu =====
Setelah Guntur dan Bram didakwa, pembela mengajukan agar seluruh bukti dibuang sebagai hasil 'pernikahan palsu'.
Maya membentangkan mosi itu di meja audit dan memberi setiap tuduhan nomor. Pembela menyebut hak akses pasangan sebagai penggeledahan pribadi, dana hukum Raka sebagai pembayaran saksi, dan kedekatan mereka sebagai kesempatan menyusun cerita. Alena membaca klausul lima belas bulan yang dicetak tebal. Kalimat yang dulu melindungi tubuh, pekerjaan, dan hak auditnya kini dipotong agar terlihat seperti harga sebuah kesaksian.
'Kita tidak menjawab dengan mengatakan pernikahan ini romantis,' kata Maya. 'Kita menjawab dengan asal setiap bukti.'
Mereka membuat matriks empat kolom. Pita awal datang dari tas Reno dan serpihan Hangar Tujuh. Darah kursi 2A datang dari kartu yang disimpan Dewi. Pembayaran Bram diperoleh melalui waran bank. Spool final dibuka dari kotak memorial dengan saksi keluarga. Cincin keluarga memang memberi indeks pertama, tetapi cincin itu disegel sebelum drive dibuka dan setiap langkah sesudahnya dilakukan regulator.
Matriks itu tumbuh menjadi delapan puluh tiga baris. Maya menandai mana yang ditemukan sebelum perkawinan, mana yang ditemukan melalui akses perwalian, dan mana yang berasal dari penyelidikan pidana mandiri. Alena memeriksa waktu pada setiap formulir. Dua foto Hangar dibuat beberapa menit sebelum petugas menulis nomor segel; jeda itu dijelaskan oleh video badan yang terus menyala. Mereka tidak menyembunyikan celah kecil hanya karena dapat dipakai pembela.
Tim lain mengaudit uang. Biaya hukum Alena dibayar melalui rekening escrow yang diawasi Maya, sementara laboratorium menerima pembayaran regulator. Dana Raka membiayai keamanan Dewi dan ruang kerja, tetapi tidak menentukan ahli atau kesimpulan. Kresna menyerahkan buku besar tanpa menyensor pengeluaran pribadi yang relevan. Bagi Alena, membuka angka kehidupan mereka memalukan, namun rasa malu bukan alasan menutup konflik kepentingan.
Sidang pembuktian berlangsung tiga hari kemudian. Hakim meminta pembela menunjukkan barang mana yang hendak dikeluarkan, bukan menyebut seluruh perkara tercemar dalam satu kalimat. Pengacara Guntur memulai dengan foto pernikahan sipil, ciuman di depan media, dan kontrak kamar terpisah. Alena duduk bersama Maya sebagai saksi yang belum dipanggil. Raka berada di sisi lain ruang dengan Kresna; mereka tidak berbicara.
Pembela membaca ketentuan bahwa perkawinan memberi Alena akses ke Hangar Tujuh. 'Tanpa cincin di jarinya, penyelidikan ini tidak ada,' katanya.
Maya menunjukkan surat pelestarian regulator yang terbit sebelum pernikahan, log VX-408 yang disimpan Sari, dan buku pinjaman yang diberikan Pak Idris. Hak pasangan membuka satu pintu, tetapi kecurigaan serta data sudah ada. Sesudah pintu terbuka, tas Reno dan terminal tidak dibawa ke penthouse; semuanya diserahkan kepada auditor yang mencatat segel.
Alena dipanggil. Ia bersumpah lalu menjelaskan tawaran Raka tanpa memperhalusnya. Raka membutuhkan pasangan untuk mengaktifkan suara perwalian. Alena membutuhkan perlindungan hukum dan akses terhadap arsip ayahnya. Mereka menandatangani kesepakatan karena kepentingan bertemu, bukan karena sedang jatuh cinta.
Akta perkawinan, pemeriksaan penasihat independen, dan pemberitahuan kepada regulator dibuat sebelum upacara. Tidak ada pernyataan palsu bahwa mereka sudah berpacaran. Alena bahkan menyimpan rekaman bahwa keputusan dibuat sadar. Pembela menyebut keterbukaan itu bukti perencanaan. Maya menjawab perencanaan kontrak tidak sama dengan perencanaan pemalsuan barang bukti.
Hakim menanyakan sendiri apakah Raka pernah mengancam menghentikan perlindungan bila Alena menyerahkan bukti yang merugikan Vantara. Alena menjelaskan klausul melarangnya, dan ketika bukti Bima muncul, Raka menyerahkannya. Ia juga mengakui ada ketimpangan kuasa: rumah, pengawal, serta akses awal berasal dari pihak Raka. Karena itulah keputusan forensik dipindah keluar sejak hari pertama.
'Jadi Anda mengakui perkawinan itu alat memperoleh bukti?' tanya pembela.
'Saya mengakui perkawinan bermula sebagai kontrak,' jawab Alena. 'Bukti tetap harus diperoleh dan diuji dengan cara yang sah. Kontrak tidak mengubah hash, DNA, log bank, atau suara pada pita.'
Pembela menanyakan perasaan Alena sekarang. Maya keberatan karena cinta tidak menentukan keaslian controller. Hakim mengizinkan pertanyaan terbatas hanya untuk menilai kemungkinan bias. Alena mengatakan hubungannya dengan Raka berkembang, tetapi ia pernah melepas cincin ketika Raka menyembunyikan keberadaannya di kompleks. Ia juga menyerahkan bukti yang merugikan Bima, Raka, dan Reno.
'Apakah Anda mencintai Tuan Dirgantara?'
Alena menatap hakim, bukan Raka. 'Ya. Itu tidak memberi saya hak mengubah satu digit pun.'
Pengakuan di ruang sidang terasa telanjang, tetapi kebohongan akan lebih merusak. Maya lalu menunjukkan log konflik kepentingan: setiap kali bukti menyentuh keluarga Dirgantara, Alena mencatat hubungan dan menyerahkan keputusan sitaan kepada penyidik. Pembela menemukan dua keterlambatan pencatatan beberapa menit, namun tidak satu pun celah penguasaan barang.
Pembela mencoba menyerang controller depot melalui Alena karena modul itu memuat kredensialnya. Petugas Hana menjelaskan Alena berada di balik garis kuning ketika barang diangkat, dan hanya menandatangani identifikasi model. Video menunjukkan Sari mengganti sarung tangan, membaca segel SR-5107, serta menyerahkan wadah kepada polisi. Hubungan Alena dengan data di dalamnya tidak memberinya penguasaan fisik.
Jaksa memanggil petugas bank dan ahli laboratorium secara singkat. Mereka tidak mengenal Alena sebelum waran. Pak Yudhis menjelaskan keluarga korban hadir saat kotak memorial dibuka. Sari menunjukkan repositori bukti berada di bawah kunci regulator, bukan Raka. Kesaksian-kesaksian itu tidak membuat perkawinan hilang; semuanya menempatkan perkawinan pada ukuran yang benar.
Hakim menolak permintaan membuang seluruh perkara sekaligus. Namun ia menyatakan setiap barang akan diuji terpisah, termasuk benda yang pertama ditemukan melalui hak pasangan. Untuk menjaga kesaksian tidak saling memengaruhi, ia memerintahkan semua saksi tidak membahas perkara, membaca transkrip saksi lain, atau berhubungan satu sama lain sampai pemeriksaan selesai.
Petugas membagikan instruksi tertulis. Kontak darurat harus melalui pengacara, barang rumah tangga dikirim kurir tercatat, dan tidak boleh ada pesan terselubung lewat Dewi atau Kresna. Alena menyerahkan kunci penthouse sementara kepada Maya agar kepulangannya tidak disalahartikan sebagai pertemuan. Raka menandatangani aturan yang sama tanpa meminta pengecualian sebagai suami.
Di luar ruang, wartawan meneriakkan apakah pemisahan itu membuktikan pernikahan mereka palsu. Alena tidak menjawab. Ia melihat Raka berjalan ke lift berbeda didampingi Kresna. Jarak yang diperintahkan pengadilan terasa menyakitkan justru karena hubungan mereka nyata, tetapi rasa sakit itu dapat ditanggung. Bukti yang runtuh karena dua orang tidak sanggup berhenti berbicara tidak layak dipertahankan.
Alena dan Raka bertemu pandang saat petugas menjelaskan larangan. Raka tidak mengangkat ponsel atau memberi isyarat rahasia. Alena juga tidak mendekat. Cinta yang baru saja ia akui harus sanggup hidup beberapa hari tanpa melanggar satu perintah sederhana.
Hakim memisahkan seluruh saksi, termasuk Alena dan Raka, sampai pemeriksaan selesai.