===== BAB 51: Gudang Kalibrasi =====
Kamera depot memperlihatkan perangkat sabotase untuk armada VX yang sedang disiapkan malam itu.
Alena menghentikan rekaman pada bingkai ketika tangan bersarung meletakkan tiga controller bersegel Vantara di atas meja baja. Waktu pada sudut layar menunjukkan sebelas menit sebelumnya. Di belakang meja, Bram Wicaksana melintas tanpa penutup wajah, membawa koper yang bentuknya sama dengan kotak pemrogram kalibrasi di Hangar Tujuh. Debu penanda pada cincin tiruan telah menuntun mereka ke tempat yang benar. Kini setiap detik menambah kemungkinan satu unit VX menerima paket rusak.
Di mobil komando regulator, Sari memeriksa daftar armada melalui salinan basis data yang sudah disegel. Tidak ada pengiriman kalibrasi terjadwal malam itu. Maya menunjukkan surat penggeledahan kepada pemimpin tim kepolisian, lalu menyebutkan dengan keras nomor perkara, batas area, dan daftar barang yang boleh disita agar tercatat kamera badan. Alena hadir sebagai ahli teknis, bukan petugas. Ia tidak akan memasuki depot sebelum penjinak perangkat menyatakan aman.
Raka berdiri di samping pintu mobil. Jabatan CEO-nya masih dibekukan, tetapi otorisasi lama yang telah ia serahkan membantu regulator mengenali nomor inventaris. Ia menatap Alena sebelum meraih tangannya.
'Boleh?' tanyanya.
Alena mengangguk. Genggamannya singkat, cukup untuk mengingatkan bahwa mereka datang bersama tanpa mengaburkan tugas masing-masing. 'Setelah pintu dibuka, jangan mengejar siapa pun. Bram ingin membuatmu memilih dia daripada bukti.'
'Aku mengikuti rencana.'
Tim masuk dari dua sisi. Melalui layar kamera badan, Alena melihat lorong beton, rak controller, dan kabel-kabel yang ditarik menuju terminal portabel. Polisi baru mencapai ruang utama ketika alarm kebakaran berbunyi. Api muncul serentak pada tiga rak, terlalu teratur untuk korsleting. Pintu gulung belakang terbuka, lalu sebuah kendaraan servis menerobos pagar sebelum unit pencegat sempat menutup jalan.
'Bram keluar arah timur,' kata petugas melalui radio.
Pemimpin operasi mengirim pengejar tanpa mengurangi tim pengamanan barang bukti. Keputusan itu membuat Alena sedikit lega. Mereka tidak akan mengulangi kesalahan Guntur: mengorbankan keselamatan dan bukti demi satu orang.
Sistem pemadam menyemburkan busa konduktif ke ruang controller. Sari menunjuk satu modul yang terlempar ke bak penampung ketika raknya roboh. Setelah penjinak perangkat memutus sumber listrik, ia masuk dengan jas antistatik dan didampingi dua saksi. Alena mengawasi dari batas garis kuning. Sari tidak langsung mengangkat modul. Ia memotret posisi, membaca nomor seri, mengusap tangan baru pada sarung bukti, lalu memasukkannya ke wadah pelindung yang diberi segel bernomor.
'Segel SR-5107,' ucap Sari ke kamera. 'Controller VX-C sembilan belas. Diambil pukul dua puluh tiga lewat empat puluh satu oleh Sari Lestari, disaksikan Penyidik Hana dan Auditor Miko.'
Alena menandatangani hanya kolom identifikasi teknis. Maya memegang formulir pengalihan, sementara polisi membawa barang itu ke laboratorium bergerak. Tidak ada satu pun perangkat dibuka di depot. Bahkan ketika Raka mengenali label pemasok sebagai perusahaan cangkang Guntur, pernyataannya dicatat sebagai petunjuk, bukan kesimpulan.
Kendaraan Bram ditemukan dua kilometer dari sana dalam keadaan kosong. Kamera jalan menangkapnya berganti jaket dan masuk ke terowongan pejalan kaki. Ia lolos, tetapi api tidak menghapus semuanya. Pada terminal yang terlindung dinding tahan panas, penyidik menemukan antrean pengiriman paket ke tujuh unit VX. Sari memerintahkan hash citra forensik dibuat sebelum membaca isi. Regulator menahan seluruh tujuh unit dan mengirim perintah karantina melalui jalur terpisah.
Menjelang fajar, laboratorium membuka controller yang diselamatkan. Di dalamnya ada modul kloning dengan salinan kredensial Alena, termasuk jeda ketikan, pola persetujuan, dan token lama yang dicuri Dito. Folder kedua memuat potongan tanda tangan Reno dari enam dokumen berbeda. Garis hurufnya digabung menjadi template yang dapat ditempel pada persetujuan kalibrasi mana pun.
Alena memandang nama ayahnya muncul berulang-ulang di layar. Ia sudah tahu Bram memakai orang mati sebagai perisai, tetapi melihat gerak pena Reno diubah menjadi alat sabotase terasa seperti pencurian kedua. Raka berdiri satu langkah di belakang, tidak menyentuhnya sebelum Alena mengulurkan tangan. Ketika ia melakukannya, Raka menautkan jari tanpa berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Untuk memastikan temuan itu bukan sekadar kemiripan visual, Alena meminta modul diuji pada replika terminal yang tidak terhubung ke armada. Dengan kredensial kloning, replika menerima perintah seolah-olah Alena menandatanganinya dari ruang keselamatan. Ketika token asli dicabut, paket palsu tetap lolos karena Bram telah menyalin sertifikat perangkat, bukan hanya kata sandi. Seluruh demonstrasi direkam dan hasil pertama diulang oleh teknisi kedua.
Daftar inventaris depot menunjukkan enam controller lain sudah dikirim menuju tiga kota. Regulator tidak memakai daftar Bram sebagai satu-satunya dasar penahanan. Nomor seri dipadankan dengan manifes gudang, tanda terima pengemudi, dan kamera gerbang. Dua controller ditemukan dalam truk yang belum berangkat; empat lainnya diamankan di pusat perawatan sebelum dipasang. Alena menelepon kepala keselamatan tiap pusat melalui sambungan yang dicatat dan melarang pengujian pada unit aktif.
Raka menawarkan mengirim perintah dari akun CEO, tetapi Alena mengingatkan jabatannya dibekukan. Ia menerima batas itu dan meminta Kresna mengirim pemberitahuan pelestarian sebagai pemegang saham biasa, tanpa instruksi operasional. Cara ia mundur dari kewenangan yang tidak lagi dimilikinya terasa lebih meyakinkan daripada semua janji bahwa ia berbeda dari pamannya.
Maya menerima panggilan dari tim pemantau media. Paket anonim baru saja dikirim kepada lima redaksi dan kelompok keluarga korban. Isinya lembar kalibrasi VX-217 dengan tanda tangan Reno, dilengkapi cap waktu yang tampak sah. Judul pertama sudah terbit sebelum ahli sempat mengeluarkan laporan pembanding.
Alena meminta kedua versi ditampilkan berdampingan dan menyimpan tangkapan layar penyebaran sebagai bukti perintangan. Ia tidak akan menjawab fitnah dengan pembelaan keluarga. Tanda tangan itu harus dibongkar oleh metode yang dapat diuji siapa pun.
Di layar siaran nasional, tanda tangan Reno muncul di bawah persetujuan kalibrasi yang tidak pernah dibuatnya.