===== BAB 50: Kapten Kedua =====
Debu radioaktif aman pada cincin tiruan menandai kendaraan Bram menuju depot kalibrasi aktif.
Sambil hakim menilai permohonan penggeledahan, Maya meminta arsip personalia lama dibuka. Identitas BW tidak boleh bergantung pada pengakuan Nadine atau catatan Bima saja. Alena dan Sari memeriksa daftar keamanan operasi VX-217, kontrak Mitra Core, serta sertifikat akses depot.
Nama lengkap itu muncul pada formulir kertas yang pernah dipindai buruk: Bram Wicaksana, petugas keamanan operasi dengan kewenangan override darurat. Foto lencananya cocok dengan bentuk rahang sosok pada kamera lama, tetapi usia gambar membuat pengenalan wajah tidak cukup untuk penangkapan.
Formulir menyimpan tanda tangan pelatih, nomor sertifikat, dan catatan disiplin yang pernah ditutup. Bram ditegur karena memakai override tanpa latihan resmi enam bulan sebelum VX-217. Teguran dibatalkan oleh Guntur dengan alasan kebutuhan operasi. Dokumen asli ditemukan pada arsip sumber daya manusia yang dibekukan regulator, lalu dimasukkan ke paket bukti dengan hash baru.
Seorang mantan pengawas mengenali Bram dari foto tetapi diwawancarai tanpa diberi informasi tentang lencana BW. Ia menyebut Bram biasa dipanggil Kapten meski tidak memiliki pangkat penerbangan. Keterangan itu mendukung asal julukan Kapten Kedua dan akan diuji silang dengan daftar staf lain.
Sidik jarinya memberi penghubung lebih kuat. Arsip izin keamanan menyimpan cetakan yang cocok dengan sidik pada panel servis kantor Bima. DNA dari cangkir masih diproses. Kartu BW juga memiliki nomor yang sama dengan lencana yang ditinggalkan di rumah aman Dewi.
Riwayat kerja menunjukkan Bram keluar dari Vantara enam bulan setelah kecelakaan, lalu menjadi konsultan pada pendahulu Mitra Core. Pembayarannya berlanjut melalui perusahaan cangkang Guntur. Dalam dokumen modern, ia memakai jabatan penasihat risiko dan tidak pernah dicantumkan sebagai pengelola depot.
Kontrak konsultannya memberi akses ke semua fasilitas tanpa mencantumkan sidik pada daftar tamu. Klausul itu ditandatangani Guntur setiap tahun. Catatan gerbang depot tetap menyimpan nomor kendaraan, dan van tanpa pelat memakai transponder yang terdaftar pada perusahaan Bram. Hubungan fisik, finansial, serta digital kini bertemu pada identitas yang sama.
DNA dari cangkir kantor Bima tiba saat jaksa menyusun surat penangkapan. Profilnya cocok dengan sampel lama pada pemeriksaan kerja Bram, dengan statistik yang dilaporkan ahli. Alena meminta sampel pembanding dan metode laboratorium dilampirkan; satu hasil ilmiah tidak boleh disebut kepastian tanpa dasar perhitungannya.
Alena meminta ahli personalia memastikan tidak ada Bram Wicaksana lain dengan nomor pegawai serupa. Tanggal lahir, sidik, dan tanda tangan menyatu pada satu orang. Jaksa menggabungkan bukti identitas dengan rekaman kanal Kapten Kedua, log salin, serta percobaan penghapusan vendor.
Surat penangkapan diterbitkan dengan tuduhan awal perintangan penyelidikan, sabotase, dan konspirasi. Tuduhan terkait kematian VX-217 menunggu penilaian lebih lanjut. Alena menghargai pembatasan itu; daftar panjang tidak boleh menggantikan unsur yang harus dibuktikan.
Surat pencarian depot memiliki lampiran berbeda dari surat penangkapan. Petugas boleh menyita controller, sertifikat, perangkat komunikasi, dan media yang berkaitan dengan armada, tetapi tidak seluruh bisnis tanpa penyaringan. Tim khusus disiapkan untuk data klien lain. Batas tersebut menjaga operasi tidak berubah menjadi pengambilan semua hal hanya karena Bram sulit ditemukan.
Regulator mengirim pengawas ke pusat kendali Vantara agar tidak ada pejabat internal yang membatalkan penahanan pembaruan. Guntur sudah kehilangan kewenangan atas keselamatan, tetapi kredensial lama tetap dinonaktifkan dan dicatat. Alena memeriksa daftar pencabutan tanpa menerima kata sandi siapa pun.
Nadine dibawa ke ruang pengenal dokumen, bukan lokasi operasi. Ia mengenali kode depot pada jadwal pengiriman: K-7 berarti ruang kalibrasi bawah, sedangkan MALAM PUTIH berarti konfigurasi dilakukan tanpa mencatat teknisi. Keterangannya direkam dan akan dibandingkan dengan log fasilitas.
'Bram pernah bilang K-7 tempat mereka membuat unit patuh,' kata Nadine. 'Saya kira maksudnya lolos audit.'
'Kapan ia mengatakannya?' tanya penyidik.
Nadine memberi tanggal yang bertepatan dengan pembelian VX-408. Sari menemukan pesan kalender pendukung, tetapi isi percakapan tetap hanya keterangan Nadine.
Surat penggeledahan depot akhirnya turun. Tim taktis menyiapkan masuk dari dua sisi, sementara regulator mengambil alih koneksi jarak jauh armada agar perubahan konfigurasi dari depot ditolak. Alena membantu menyusun daftar perangkat keselamatan yang harus diamankan lebih dahulu.
Raka tidak ikut ke lapangan. Ia menyerahkan peta lama anak perusahaan dan tinggal di pusat komando sebagai saksi bila penyidik memerlukan identifikasi. Keputusan itu tidak perlu diperdebatkan lagi; keduanya sudah sepakat tidak menjadikan keberanian sebagai perlombaan mengambil risiko.
Drone polisi mengamati atap. Kamera legal yang dipasang pada tiang umum melihat dua orang memindahkan kotak controller dari van ke ruang timur. Cincin tiruan masih memberi sinyal di sana. Salah satu sosok mungkin Bram, tetapi wajahnya tertutup.
Termal menunjukkan ruang belakang memiliki tiga orang lain dan sumber panas besar yang mungkin oven komponen. Tim pemadam ditempatkan di perimeter karena bahan resin mudah terbakar. Operasi masuk ditunda beberapa menit sampai listrik armada dipisahkan dari depot; memutus jaringan tanpa persiapan dapat mengirim konfigurasi setengah jadi ke unit aktif.
Alena melihat waktu pengiriman terus turun. Ia meminta operator mengonfirmasi mode lokal satu per satu. Enam jawaban tiba, tetapi unit ketujuh yang tidak tercantum pada jadwal tidak merespons. Sari menemukannya sedang perawatan kosong di hanggar lain. Tidak ada penumpang, namun koneksinya ikut diblokir.
Alena memeriksa label kotak melalui pembesaran. Nomor lotnya berurutan dengan VX-412. Jadwal armada menunjukkan enam unit akan menerima pembaruan malam itu. Bila controller dipasang, Bram dapat menyalin kredensial atau mengubah batas kalibrasi tanpa menyentuh pusat Vantara.
Regulator mengirim perintah menahan seluruh pembaruan dan memberi tahu operator secara individual. Tanda terima digital dikumpulkan. Alena menolak pengumuman publik sebelum semua unit mengonfirmasi, agar Bram tidak mengetahui seberapa jauh pengawasan mereka.
Setelah tanda terima terakhir masuk, komandan memberi hitungan operasi. Petugas tubuh kamera menyala dan nomor waktu diselaraskan. Alena tidak ikut mendengar kanal serbu; ia hanya menerima status yang dibutuhkan untuk keputusan armada. Pemisahan itu mencegah suara bahaya lapangan mendorongnya mengubah konfigurasi teknis tanpa data.
Umpan kamera depot akhirnya terbuka setelah penyedia jaringan mematuhi surat. Pada layar pusat komando, meja panjang terlihat penuh modul override, segel vendor palsu, dan daftar nomor ekor armada. Seorang teknisi menghubungkan controller ke alat program saat jam pengiriman menghitung mundur.
Kamera depot memperlihatkan perangkat sabotase untuk armada VX yang sedang disiapkan malam itu.