===== BAB 38: Suara Bima =====
Catatan terakhir Bima berbunyi, 'Guntur tidak bekerja sendiri; Kapten Kedua memegang salinannya.'
Salinan kerja spool siap didengar dua hari kemudian. Ahli audio lebih dulu menjelaskan bahwa pita tidak menunjukkan potongan fisik, tetapi usia dan degradasi hanya mendukung keaslian media, bukan kebenaran setiap ucapan. Sampel suara Bima dari rapat lama memberi kecocokan kuat. Alena menandatangani daftar pendengar, menyimpan ponsel di loker, lalu masuk ke ruang dengar bersama Maya, Raka, penyidik, Ratih, dan ahli.
Suara Bima terdengar lebih rapuh daripada yang Alena ingat dari tayangan bisnis. Ia menyebut tanggal, namanya, dan alasan merekam: bila ia gagal datang kepada penyidik, kotak kesembilan harus bicara. Tidak ada musik atau pembukaan dramatis. Hanya napas panjang dan kertas yang dibalik.
Bima mengakui memalsukan manifest VX-217 untuk mengeluarkan Araka dari catatan. Raka muda membawa sebagian faktur pembelian yang membuktikan aktuator rekondisi dijual sebagai baru. Setelah kecelakaan, Bima menemukan anaknya terluka, memindahkannya melalui pintu layanan, dan memerintahkan Julian memberi sedatif. Ia membentuk cerita kecelakaan motor, mengubah tiket, lalu mengirim Raka kembali ke Singapura.
Alena menatap meja, bukan Raka. Setiap pengakuan cocok dengan potongan luar yang sudah mereka miliki, tetapi kecocokan itu harus disusun dalam laporan, bukan diterima karena nada penyesalan.
'Aku berkata pada diriku bahwa aku menyelamatkan anakku,' ujar suara Bima. 'Yang kulakukan setelah ia selamat adalah menyelamatkan nama kami.'
Ia menyebut pembayaran kepada Julian, Idris, petugas klinik, dan dua pejabat operasi. Sebagian uang untuk menjaga Raka tersembunyi, sebagian jelas membeli diam. Bima mengakui membiarkan Reno dijadikan penyebab tunggal meski mengetahui kegagalan aktuator dan perintah dari darat. Ia takut Guntur membuka keterlibatannya dalam manifest palsu serta menghancurkan Raka.
Ratih menarik napas tajam. Alena merasakan dorongan untuk menghentikan rekaman, tetapi ahli sudah memberi pilihan sebelum pemutaran. Ratih mengangkat telapak, meminta lanjut.
Bima mengatakan ia tidak memerintahkan pembukaan ruang kendali dan tidak mengetahui Guntur akan mengejar dokumen saat unit bermasalah. Pernyataan itu tidak membersihkannya. Ia juga mengaku menemukan bukti sesudah kecelakaan, lalu menguburnya tujuh belas tahun.
Rekaman menyebut satu pertemuan tiga hari setelah pemakaman. Guntur membawa laporan aktuator dan mengatakan pengungkapan akan menutup Vantara, menyeret Bima atas manifest palsu, serta membuat Raka diburu sebagai pencuri data. Bima menandatangani naskah krisis pada malam yang sama. Ia menyimpan satu salinan faktur, tetapi Bram mengambil buku pembelian utama sebelum pengacara keluarga tiba.
'Aku bisa mendatangi keluarga korban saat itu,' kata suara Bima. 'Aku bisa memilih kehilangan perusahaan. Aku memilih menunggu sampai pilihan itu terasa tidak mungkin lagi.'
Alena menulis kalimat tersebut apa adanya. Penyesalan Bima tidak datang dari ketidaktahuan, melainkan kesadaran bahwa ia berulang kali menunda tindakan. Polanya menggemakan keterlambatan Reno satu giliran, tetapi akibat dan kuasanya berbeda. Alena harus menjaga perbedaan itu tanpa mengecilkan salah satu.
'Bram memegang buku utama,' lanjut rekaman. 'Guntur membiarkannya karena mereka saling mengancam. Kalau salah satu jatuh, yang lain membuka salinan.'
Tidak ada alamat penyimpanan. Bima hanya menyebut Kapten Kedua dan kebiasaan Bram menyimpan jaminan di tempat yang terus bergerak. Kalimat itu menjelaskan mengapa buku belum ditemukan, bukan di mana mencarinya.
Pada menit terakhir, Bima menyebut tiga tanggal pembayaran yang tidak ada di buku catatan. Sari memeriksanya setelah pemutaran dan menemukan semuanya bertepatan dengan pergantian vendor armada. Salah satunya jatuh seminggu sebelum Bima meninggal. Penerimanya perusahaan logistik yang masih aktif. Alena memasukkan tanggal sebagai petunjuk untuk pencarian berikut, tetapi tidak membiarkan tim menghubungi perusahaan sebelum surat data diterbitkan.
Ahli juga menemukan suara lonceng lift di latar dan dengung listrik yang konsisten sepanjang rekaman. Itu mendukung satu sesi perekaman, bukan membuktikan lokasi atau isi. Setiap penguat kecil diberi bobot sesuai kemampuannya. Alena tidak ingin rekaman yang emosional diberi kekebalan dari pemeriksaan hanya karena Bima sudah tidak bisa berbohong lagi di depan mereka.
Pemutaran selesai setelah empat puluh delapan menit. Ahli menghentikan mesin dan mencatat waktu. Tidak seorang pun langsung berbicara. Alena meminta transkrip dibuat dua petugas terpisah lalu dicocokkan dengan suara, termasuk bagian yang tidak terdengar. Ia tidak ingin celah diisi oleh harapan Raka atau kemarahan keluarga korban.
Ratih meminta keluarga lain mendengar rekaman melalui sesi tertutup sebelum kutipan apa pun diumumkan. Alena mendukungnya dan menambahkan pilihan untuk berhenti pada bagian yang menyebut korban. Keterbukaan tidak boleh berubah menjadi paksaan agar keluarga mengulang trauma demi membuktikan mereka berhak atas kebenaran.
Raka memandang Ratih. 'Rekaman ini harus dirilis utuh setelah jaksa memastikan tidak merusak penangkapan. Tidak ada bagian tentang Bima yang dipotong.'
'Kau tidak berhak menjadikan pengakuan ayahmu pertunjukan,' kata Ratih.
'Benar. Karena itu keluarga korban dan regulator yang menentukan waktu serta bentuknya. Aku hanya melepaskan semua keberatan keluarga.'
Alena melihat tangannya terbuka di atas meja, tidak mencari tangan Alena. Ia tidak menawarkan penghiburan. Kesedihan Raka sah, tetapi rekaman itu terutama milik orang-orang yang selama tujuh belas tahun menanggung kebohongan Bima.
Di luar ruang dengar, dua pengacara dewan sudah menunggu Kresna. Mereka membawa rancangan resolusi yang memulihkan Raka sebagai CEO dan mencabut kewenangan Guntur. Syaratnya ditempatkan dalam lampiran rahasia: spool Bima diklasifikasikan sebagai arsip keluarga, tidak diserahkan kepada keluarga korban, dan tidak disebut dalam laporan regulator sampai seluruh perkara kedaluwarsa secara perdata.
Alena membaca dokumen itu dari salinan yang diterima Kresna. Tawaran tersebut memakai kata stabilitas berulang kali. Tidak satu pun kalimat menyebut sebelas korban. Raka dapat memperoleh kembali gedung, staf, dan akses yang baru saja diambil Guntur hanya dengan membiarkan suara ayahnya kembali terkunci.
Salah satu pengacara berkata keputusan harus diberikan sebelum rapat esok pagi.
Dewan menawarkan kursi CEO kembali jika rekaman itu tidak pernah keluar.