===== BAB 34: Putri Komisaris =====
Polisi menemukan telepon kedua Nadine yang belum sempat dimusnahkan.
Pagi berikutnya, Alena duduk di balik kaca satu arah ruang pemeriksaan dengan kartu konsultan teknis tergantung di leher. Ia tidak berhak menanyai Nadine. Tugasnya menjelaskan istilah vendor bila penyidik memerlukan dan memastikan pertanyaan tentang metadata tidak mengubah arti bukti. Telepon kedua tetap di laboratorium, belum dibuka, dengan segel yang terlihat pada tayangan kamera meja barang bukti.
Nadine masuk bersama pengacara. Blusnya rapi, tetapi ia tidak lagi memakai pin direktur Vantara. Dewan sementara menskorsnya setelah surat pencarian diterbitkan. Penyidik membacakan haknya dan menegaskan bahwa pemberian PIN harus sukarela serta dapat dihentikan kapan saja.
'Saya mau kerja sama,' kata Nadine. Tatapannya mencari kaca, seolah tahu Alena berada di belakangnya. 'Saya juga korban Bram.'
Alena menahan dorongan untuk masuk dan menyebut semua pilihan yang dibuat Nadine. Status korban ancaman tidak menghapus kartu Alena yang dicuri, kebocoran media, atau kebohongan Dito. Maya, duduk di sampingnya, menulis dua kata pada kertas: data dahulu.
Penyidik menunjukkan cetakan hash persetujuan pembelian, bukan isi hasil ekstraksi yang belum sah dibuka. Nadine mengakui menandatangani kontrak Mitra Core. Menurutnya, Guntur menyebut penggantian vendor sebagai langkah menekan harga dan Bram menyebut akses palsu sebagai latihan tekanan untuk menguji reaksi regulator. Ia tahu Dito memakai kredensial Alena, tetapi mengaku percaya alarm akan berhenti sebelum menyentuh unit aktif.
'Anda melihat VX-408 meminta pendaratan prioritas,' kata penyidik. 'Mengapa setelah itu Anda tetap membantu menyalahkan Alena?'
Nadine menunduk. 'Ayah bilang kalau cerita bergeser ke vendor, seluruh Vantara jatuh. Bram bilang Dito dan saya yang akan dipenjara, sementara dia tidak pernah tercatat.'
Tidak ada air mata yang membuat Alena lega. Pengakuan itu justru menunjukkan Nadine sempat melihat akibat, lalu memilih melanjutkan perlindungan terhadap dirinya sendiri. Ketika penyidik beristirahat, Nadine meminta bicara kepada Alena. Maya bertanya apakah ia bersedia. Alena memilih masuk dengan rekaman tetap menyala dan pengacara hadir.
'Aku minta maaf,' kata Nadine. 'Aku takut pada mereka.'
'Saya menerima data yang bisa diuji,' jawab Alena. 'Permintaan maafmu bukan bukti, dan tidak membatalkan laporan saya.'
Nadine mengangguk kecil. Ia memberikan enam digit PIN setelah penyidik kembali menjelaskan konsekuensi. Persetujuan direkam tertulis dan lisan. Kustodian di laboratorium membuka segel di depan kamera, memasukkan perangkat ke alat ekstraksi baca-saja, lalu membuat citra. Telepon asli segera dimatikan dan disegel ulang; pemeriksa bekerja hanya pada salinan dengan hash cocok.
Percakapan di dalamnya memakai nama samaran. Bram disebut Kapten, Guntur disebut Ketua, dan Dito disebut Pengantin Gagal. Nadine membantu penyidik memetakan nama, tetapi setiap keterangannya ditandai sebagai klaim yang perlu dukungan luar. Ia menunjukkan kanal tempat Bram mengirim foto rumah aman Dewi dan bukti hubungan Nadine dengan Dito.
Guntur dan Bram telah mengetahui perselingkuhan itu berbulan-bulan sebelum Alena melihat bekas lipstik. Mereka menyimpan reservasi hotel, rekaman lobi, serta pesan Dito yang mengejek rencana pernikahannya. Bram memakai semuanya untuk memastikan Nadine tidak mundur dari sabotase VX-408.
Ekstraksi juga memperlihatkan Nadine menerima lampiran revisi spesifikasi dua hari setelah tanda tangan pertama. Ia membukanya selama empat puluh tujuh detik dan membalas dengan pertanyaan tentang selisih harga, bukan tentang status rekondisi. Bram menjawab melalui panggilan yang tidak terekam. Sesudah panggilan itu, Nadine menyetujui pembayaran kedua. Urutan tersebut tidak membuktikan apa yang dikatakan Bram, tetapi membantah klaim bahwa Nadine sama sekali tidak melihat perubahan sebelum pengiriman berikutnya.
Alena meminta penyidik menanyakan satu peristiwa pada satu waktu. Nadine bisa berada di bawah ancaman sekaligus membuat keputusan yang melindungi dirinya dengan mengorbankan orang lain. Memaksa hanya satu label—korban atau pelaku—akan menghapus bagian yang paling penting untuk pertanggungjawaban.
Saat ditanya lagi, Nadine mengakui tidak membaca sertifikat terlampir karena Guntur menyuruhnya berhenti membuat jejak tertulis. Pengakuan itu dicatat, lalu penyidik menunjukkan bahwa memilih tidak membaca setelah diperingatkan juga sebuah tindakan. Nadine tidak menjawab.
'Kalau saya berhenti, dia akan kirim seluruhnya ke dewan dan media,' kata Nadine dari ruang pemeriksaan. 'Lalu dia bilang akan membuka pembayaran vendor yang saya tanda tangani.'
'Kau sudah tahu pembayaran itu bermasalah?' tanya penyidik.
'Saya tahu setelah pengiriman kedua. Saya tidak tahu komponennya rekondisi saat tanda tangan pertama.'
Alena mencatat perbedaan waktu pengakuan itu. Nanti metadata harus menunjukkan kapan Nadine menerima lampiran perubahan. Ia tidak akan membiarkan cerita baru menggantikan verifikasi hanya karena cerita tersebut merugikan Bram.
Menjelang sore, jaksa menetapkan syarat kerja sama: Nadine tetap berstatus tersangka, dilarang menghubungi Dito atau saksi lain, menyerahkan paspor, dan tidak memasuki Vantara. Tidak ada imunitas penuh. Data yang diberikannya dapat dipakai bersama bukti lain, sementara kebohongan baru membatalkan pertimbangan keringanan.
Sari memanggil Alena kembali ke laboratorium. Ia telah menyusun urutan pesan tanpa membuka percakapan pribadi di luar surat. Satu rekaman suara berdurasi empat puluh satu detik memiliki suara Bram yang cocok dengan sampel rapat Mitra Core. Pemeriksa belum menyebut autentik sebelum ahli suara menilai, tetapi kata-katanya jelas.
Dalam rekaman itu, Nadine berkata ingin berhenti setelah VX-408 nyaris jatuh. Bram membalas bahwa satu pesan darinya akan menghancurkan pernikahan Alena, karier Dito, dan nama Nadine sekaligus. Ia juga menyebut semua persetujuan yang akan membuat Nadine tampak sebagai otak pembelian, sementara dirinya tetap menjadi konsultan tanpa wajah.
Alena mendengarnya sekali melalui salinan kerja, lalu meminta pemutaran dihentikan agar ahli menerima berkas tanpa paparan berulang yang tidak perlu.
Rekaman telepon menunjukkan Bram mengancam membongkar hubungan dan kejahatan mereka bila Nadine berhenti.