===== BAB 33: Dua Puluh Empat Jam =====
Basis data vendor dijadwalkan terhapus otomatis dalam dua puluh empat jam.
Jam dinding kedai menunjukkan pukul delapan lewat empat puluh ketika Maya mengubah satu meja kopi menjadi meja hukum. Ia menyusun pernyataan Sari, laporan inspeksi VX-412, metadata HYGIENE-24, dan bukti pengiriman pemberitahuan pelestarian. Alena memeriksa setiap rujukan teknis agar permohonan tidak menyebut dugaan sebagai kepastian. Mereka tidak tahu isi log yang hendak dihapus. Mereka tahu akun BW mempercepat penghapusan sesudah komponen disita.
Hakim piket membuka sidang jarak jauh karena risiko hilangnya bukti. Pengacara Mitra Core berpendapat pekerjaan itu rutin dan tim Alena tidak berwenang meminta seluruh basis data. Maya mempersempit permintaan: hentikan penghapusan, bekukan snapshot saat ini, dan izinkan penyedia cloud membuat citra tanpa menyerahkannya sampai ruang lingkup diputuskan. Alena memberi penjelasan bahwa metadata perubahan diperlukan untuk membedakan kesalahan pemasok dari penggantian spesifikasi yang disengaja.
Perintah sementara turun pukul sepuluh lewat tiga. Penyedia cloud wajib mempertahankan data, tetapi enkripsi pelanggan membuat mereka tidak dapat membuka tabel tanpa kunci Mitra Core. Pekerjaan otomatis sudah dikunci, namun seseorang dapat mencabut kunci atau memindahkan data sebelum petugas tiba.
'Dito pernah menyerahkan kunci penyimpanan kompleks,' kata Sari. 'Fragmen server di dalamnya punya header yang sama dengan brankas vendor.'
Alena segera mengangkat tangan. 'Kita tidak mencoba kunci itu sebelum kewenangannya jelas.'
Maya menghubungi pengacara Dito dan penyelidik yang memegang barang bukti. Dito setuju kunci diuji sebagai bagian kerja samanya, tetapi persetujuan pribadi tidak cukup karena perangkat sudah disita. Petugas membawa kunci dalam kantong bersegel ke fasilitas forensik regulator. Nomor segel dibacakan di kamera, dicocokkan dengan log, lalu dibuka oleh kustodian, bukan Sari.
Alena mengikuti melalui sambungan video dari ruang pengamatan. Kunci dipasang pada mesin uji yang tidak terhubung jaringan. Sari hanya memberi petunjuk format. Di dalamnya terdapat sertifikat lama Mitra Core dan satu token pemulihan yang masih berlaku untuk replikasi cadangan, bukan sistem produksi. Hakim memperluas perintah agar token dipakai penyedia cloud untuk membuat citra baca-saja.
Tengah malam lewat ketika aliran data dimulai. Setiap blok dihitung, ditulis ke dua media WORM, lalu diberi hash. Sari membacakan nilai awal kepada kustodian. Alena mencatat waktu dan tidak menyentuh konsol. Mereka hanya punya satu kesempatan mempertahankan struktur asli sebelum token kedaluwarsa.
Pada tujuh belas persen, akun BW mencoba membatalkan replikasi. Penyedia cloud memisahkan jaringan pelanggan sesuai perintah. Pada empat puluh dua persen, tabel spesifikasi mulai mengembalikan kesalahan karena skrip HYGIENE-24 sudah sempat menandai beberapa sektor. Sari menggunakan indeks yang tersalin pagi tadi untuk meminta blok fisik, tidak mencoba memperbaiki data sumber. Salinan mempertahankan baik catatan utuh maupun jejak kerusakannya.
Percobaan pembatalan itu sendiri ditangkap pada aliran log terpisah. Sari tidak mengejar alamat akun atau membalas koneksi; tindakan balasan dapat mengubah sistem yang sedang mereka pertahankan. Penyedia cloud mengekspor log firewall, menandatanganinya dengan sertifikat perusahaan, lalu mengirim hash melalui kanal kedua kepada kustodian. Alena mencocokkan waktu percobaan dengan jam atom regulator dan menemukan selisih kurang dari satu detik.
Ketika laju transfer turun, seorang teknisi mengusulkan melewati sektor rusak agar citra cepat selesai. Alena menolak. Blok kosong dan kesalahan baca adalah bagian keadaan asli; menghilangkannya akan menciptakan salinan yang tampak lebih rapi daripada sumber. Mereka menambah media ketiga untuk sektor bermasalah dan menulis alasan pemisahan dalam log. Waktu habis lebih cepat, tetapi sejarah perubahan tidak boleh disederhanakan demi kenyamanan timnya.
Alena menyadari jari Raka menyentuh sandaran kursi di belakangnya sebelum lelaki itu mendekat. 'Boleh aku tinggal?' tanyanya pelan. Ia berada di fasilitas sebagai saksi pemilik token lama, bukan bagian tim forensik.
'Di ruang pengamatan,' jawab Alena. 'Jangan hubungi siapa pun di dewan sampai citra disegel.'
Raka menurut. Kehadirannya tidak mengubah keputusan teknis, tetapi saat mata Alena perih karena berjam-jam menatap angka, secangkir air muncul di sisi yang tidak menutupi dokumen. Ia meminumnya tanpa perlu berpura-pura bahwa menerima perhatian sama dengan menyerahkan kendali.
Citra selesai pukul empat lewat dua belas. Hash kedua media cocok. Kustodian mematikan token, menyegel media utama, dan menyerahkan salinan kerja kepada Sari dengan formulir baru. Baru kemudian mereka membuka tabel persetujuan.
Token Dito ikut disegel kembali dalam kantong baru dan dikembalikan ke petugas perkara asal. Alena memastikan formulir tidak menyebut tim audit sebagai pemiliknya. Kerja sama seorang tersangka memberi mereka jalan masuk yang sah, bukan hak untuk membawa kunci itu ke pencarian berikut.
Nama Nadine muncul pada pembelian aktuator Mitra Core. Tanda tangan digitalnya sah dan waktunya mendahului pengiriman. Namun kolom spesifikasi memiliki dua versi. Versi yang disetujui Nadine menyebut komponen baru bersertifikat; tiga jam kemudian akun BW menggantinya dengan unit rekondisi dan mempertahankan gambar tanda tangan pada halaman keluaran. Metadata itu tidak membebaskan Nadine dari transaksi, tetapi memisahkan apa yang ia tanda tangani dari perubahan Bram.
Maya mengirim temuan awal kepada penyidik tanpa menyalin isi pribadi yang tidak relevan. Surat pencarian terbatas diterbitkan untuk perangkat komunikasi Nadine yang berkaitan dengan BW dan Mitra Core. Alena tetap di fasilitas ketika tim polisi memasuki apartemen Nadine; ia hanya melihat siaran bodycam yang disediakan kepada analis perkara.
Telepon utama ditemukan di meja dan langsung diserahkan. Saat petugas memeriksa lemari kerja berdasarkan daftar surat, kamera menangkap Nadine bergerak ke laci penghancur kertas. Seorang petugas menghentikannya. Di bawah tumpukan kartu lama terdapat ponsel kecil tanpa kartu SIM, layar retak, masih hangat oleh daya. Nadine belum sempat merendam, memecah, atau menghapusnya.
Perangkat itu difoto di tempat, dimasukkan ke kantong Faraday, dan nomornya dibacakan untuk log.
Polisi menemukan telepon kedua Nadine yang belum sempat dimusnahkan.