===== BAB 32: Audit dari Trotoar =====
Guntur mencabut akses internal dan memecat Sari sebelum salinan vendor selesai diambil.
Sari berdiri di trotoar depan menara Vantara dengan kotak karton kosong dari meja resepsionis. Barang pribadinya masih di lantai audit karena keamanan melarang ia kembali. Hujan pagi memercik ke sepatu mereka, sementara layar raksasa di lobi menampilkan pernyataan Guntur bahwa gangguan VX-412 hanyalah kehati-hatian berlebihan seorang analis yang sedang diperiksa.
Alena merasakan kemarahan naik ke tenggorokan, tetapi ia tidak menjawab kamera yang mulai berkumpul. Ia memeriksa formulir serah-terima dari inspektur. Peti aktuator sudah dibawa ke laboratorium regulator, rekaman inspeksi memiliki dua salinan, dan penghentian unduhan vendor tercatat pada pukul tujuh lewat sebelas. Fakta-fakta itu lebih berguna daripada bantahan di bawah hujan.
'Aku seharusnya menarik tabel itu lebih cepat,' kata Sari.
'Kalau kamu menerobos setelah akses dicabut, seluruh salinan bisa disebut hasil pencurian,' jawab Alena. 'Kita kehilangan dua puluh empat persen, bukan rantai penguasaan.'
Maya datang membawa map kedap air dan kabar bahwa regulator menerbitkan mandat audit luar sementara. Mandat itu memberi mereka hak meminta data, menghadiri inspeksi, dan menyimpan salinan forensik di fasilitas netral. Tidak memberi hak memasuki sistem tanpa persetujuan atau perintah pengadilan. Batas itu dibaca Alena sampai selesai sebelum ia membubuhkan tanda tangan.
Mereka berpindah ke kedai kosong di seberang gedung, milik kakak salah satu korban VX-217. Ratih, yang kehilangan suaminya dalam kecelakaan, menyerahkan kunci tanpa meminta imbalan selain satu kursi dalam rapat sebagai wakil keluarga. Meja-meja kopi didorong ke dinding. Kresna memasang papan tulis portabel, Maya membuka sambungan aman, dan petugas regulator memeriksa dua komputer baru yang masih tersegel.
'Kita bukan kelompok keluarga Dirgantara,' kata Alena setelah semua duduk. 'Kita bekerja berdasarkan mandat regulator. Setiap konflik kepentingan dicatat. Setiap temuan yang menyangkut Reno, Bima, Raka, atau siapa pun diperlakukan sama.'
Ratih menatapnya beberapa saat, lalu mengangguk. 'Termasuk ayahmu.'
'Terutama ayah saya.'
Sari meletakkan kartu akses yang sudah mati ke dalam amplop. Ia memilih bergabung sebagai kepala forensik, tetapi meminta keputusan itu dicatat dibuat sesudah pemecatan, tanpa membawa perangkat atau data Vantara. Maya menuliskan pernyataannya dan petugas regulator menjadi saksi. Kotak kosong dari kantor diletakkan di bawah meja sebagai pengingat betapa cepat perusahaan dapat membuang orang yang menjaga buktinya.
Raka datang tanpa pengawal, membawa Kresna dan rancangan pembiayaan. Ia menawarkan dana untuk sewa laboratorium, ahli independen, dan perlindungan saksi. Alena membaca halaman pertama lalu mendorongnya kembali.
'Kalau uangmu masuk langsung, Guntur akan menyebut hasil kami pesanan suami.'
'Dana bisa ditempatkan pada escrow yang dikelola regulator dan keluarga korban,' kata Raka. 'Aku tidak menerima laporan, tidak memilih ahli, dan tidak punya hak menghentikan pembayaran.'
Ratih meminta satu klausul tambahan: laporan keuangan terbuka bagi perwakilan korban. Raka menyetujuinya tanpa menawar. Alena melihat ia menahan keinginan untuk duduk di sisi meja tempat keputusan teknis dibuat. Ia memilih kursi dekat pintu, sebagai penyandang dana yang bisa diminta keluar bila pembahasan menyentuh keterangannya sendiri.
Kedisiplinan itu tidak menghapus konflik, tetapi membuat batasnya terlihat.
Alena membagi ruangan menjadi tiga zona dengan pita kertas. Zona merah untuk media bukti yang hanya boleh dibuka kustodian, zona kuning untuk salinan kerja, dan zona putih untuk rapat serta konsumsi. Setiap orang mendapat akun sendiri; tidak ada kata sandi bersama, bahkan untuk dirinya dan Sari. Ratih mengusulkan buku keluar-masuk fisik di samping log digital agar keluarga korban dapat melihat siapa yang memegang apa. Usulan itu langsung dipakai.
'Kalau nanti ada temuan yang membuat Reno terlihat lebih buruk, kapan kami tahu?' tanya Ratih.
Alena merasakan pertanyaan itu mendarat tepat pada ketakutannya. 'Pada saat yang sama seperti pihak lain yang berhak, setelah bukti diautentikasi. Tidak ada salinan yang disimpan untuk melindungi nama ayah saya.'
Ratih menuliskan jawaban tersebut dalam notulen. Bagi Alena, catatan itu lebih mengikat daripada janji lisan. Tim luar tidak boleh menjadi versi baru ruang keluarga yang memutuskan kebenaran mana yang cukup aman untuk dibuka.
Siang hari, tim audit mengirim pemberitahuan pelestarian kepada Vantara, Mitra Core, penyedia cloud vendor, dan tiga perusahaan cangkang yang muncul pada faktur. Setiap surat memakai stempel waktu regulator dan meminta penghentian penghapusan rutin. Maya juga mengajukan permohonan pengadilan agar basis data vendor dibekukan sampai citra forensik lengkap dibuat.
Balasan Vantara hanya menyatakan mereka akan mematuhi hukum yang berlaku. Mitra Core tidak membalas. Penyedia cloud mengirim daftar kebijakan retensi, tetapi menolak memberi akses tanpa perintah yang lebih spesifik.
Sari menggunakan dua puluh empat persen terakhir yang hilang sebagai peta. Dari indeks yang berhasil tersalin, ia menemukan nama tabel, jadwal replikasi, dan satu pekerjaan otomatis berlabel HYGIENE-24. Ia tidak menjalankan kredensial apa pun. Ia membaca metadata yang sudah sah berada dalam salinan regulator, lalu meminta penyedia menjelaskan fungsi pekerjaan tersebut.
Jawaban tiba menjelang malam. HYGIENE-24 bukan pembersihan cache. Perintah itu akan menghapus riwayat perubahan spesifikasi dan menimpa log cadangan tiga kali. Jadwalnya dibuat empat hari sebelumnya oleh akun konsultan BW, lalu dipercepat beberapa menit setelah VX-412 ditahan.
Maya menelepon panitera darurat. Pengadilan baru dapat mendengar permohonan mereka pukul sembilan esok pagi, sedangkan pekerjaan otomatis akan berjalan pukul dua lewat satu malam. Kurang dari dua puluh empat jam tersisa. Alena menatap menara Vantara dari balik kaca kedai. Mereka sudah dikeluarkan dari gedung, tetapi bahaya kini berada di pusat data yang bahkan tidak dapat mereka lihat.
Basis data vendor dijadwalkan terhapus otomatis dalam dua puluh empat jam.