===== BAB 17: Tanda Tangan Seorang Ayah =====
Pembayaran klinik penyintas VX-217 ditandatangani Bima Dirgantara dan ditangani dr. Julian Hartono.
Raka membaca baris itu tanpa berkedip. Alena mengenali ketenangan yang terlalu keras: cara seseorang menahan retak dengan mengunci semua bagian tubuh sekaligus.
'Tanda tangan bisa dipalsukan,' katanya.
'Bisa,' jawab Alena. 'Karena itu kita periksa, bukan percaya atau menolaknya.'
Ahli dokumen regulator membandingkan formulir klinik dengan tiga puluh contoh tanda tangan Bima dari tahun yang sama. Tekanan pena, kemiringan huruf, dan kebiasaan mengulang garis pada huruf D cocok. Cap perusahaan cangkang juga meninggalkan cacat kecil pada lingkar bawah yang terdapat di dokumen asli lain.
Hasilnya belum menjelaskan motif. Bima dapat membayar perawatan putranya, membeli diam, atau melakukan keduanya. Alena menulis ketiga kemungkinan pada papan agar satu cerita tidak menguasai ruangan hanya karena paling menyakitkan.
Kresna memperoleh izin membuka lemari besi pribadi Bima di rumah Menteng. Mawar menyerahkan kunci tanpa meminta ada bagian yang disisihkan. Penggeledahan dilakukan di depan kamera regulator. Setiap map dibuka oleh petugas bersarung tangan, difoto, lalu diberi nomor.
Map pertama berisi resep sedatif atas nama pasien AD, usia sembilan belas. Map kedua memuat surat pemindahan dari klinik menuju rumah keluarga empat jam setelah kecelakaan. Pada kolom kondisi tertulis cedera kepala, disorientasi, serta luka bahu. Map ketiga berisi rencana perjalanan jet pribadi dengan nama Raka ditempatkan pada penerbangan yang secara resmi berangkat sehari sebelum VX-217 jatuh.
Ada pula kuitansi pakaian: kemeja biru, celana hitam, dan penggantian gelang perak. Barangnya sama dengan catatan laundry pasien tanpa nama. Pada kuitansi, Bima meminta semua pakaian lama dimusnahkan, tetapi petugas menulis gelang tidak ikut diterima. Mawar telah membuktikan alasannya—gelang asli disimpan, bukan dibakar.
Alena meletakkan kuitansi di samping foto pemuda diperban. Garis waktu menjadi lebih sempit: Raka dikeluarkan dari lokasi, dirawat, dibawa ke rumah Menteng, kemudian diterbangkan bersama Julian. Setiap tahap meninggalkan orang yang dibayar dan dokumen yang diubah. Cover-up bukan satu keputusan panik; ia berlangsung berjam-jam dengan cukup banyak kesempatan untuk berhenti.
Raka meminta lima menit di luar kamera sebelum pemeriksaan dilanjutkan. Petugas menolak mematikan rekaman barang bukti, tetapi menyediakan ruang sebelah. Ia kembali tepat waktu, mata merah, dan menyatakan siap. Alena tidak mengikuti. Memberi ruang juga bentuk consent yang sering dilupakan orang ketika seseorang sedang hancur.
'Mereka membuatku tiba di Singapura sebelum aku terluka di Jakarta,' kata Raka.
Suaranya datar, tetapi Alena melihat jarinya menekan tepi meja sampai memutih. Ia ingin meraih tangan itu. Keinginan bukan izin. Alena menggeser segelas air ke arahnya dan membiarkan Raka memilih. Raka mengambil gelas, mengangguk kecil, lalu kembali membaca.
Surat berikutnya ditujukan kepada Julian. Bima meminta dokter mengulang cerita kecelakaan motor setiap kali Raka bertanya tentang luka, membatasi berita dari Indonesia, dan menghapus nama pasien dari daftar rumah sakit. Tidak ada kalimat yang menyebut penghapusan ingatan, hanya instruksi membangun kenyataan lain di sekelilingnya.
'Ayahku melindungiku,' kata Raka, seolah mencoba kalimat itu dan menemukan rasanya buruk. 'Atau melindungi dirinya.'
'Keduanya bisa benar.'
Mawar duduk di ujung perpustakaan, jauh dari meja bukti. Ia mengaku melihat Bima pulang membawa Raka yang diperban. Bima mengatakan putranya mengalami kecelakaan di jalan kompleks dan akan hancur bila skandal universitas serta peluncuran bercampur. Mawar tidak bertanya mengapa gelang Raka ditemukan oleh penyelamat VX-217.
'Saya ingin mempercayai anak saya,' katanya.
Alena menatapnya. 'Keinginan itu membantu mereka menghancurkan ayah saya.'
Mawar menerima kalimat tersebut dengan kepala menunduk.
Di dasar lemari, petugas menemukan tiket jet asli yang belum dicatat. Waktu keberangkatannya delapan jam setelah kecelakaan, bukan sehari sebelumnya. Nama Kapten Haris tercantum sebagai operator dan Julian sebagai pendamping medis. Di belakang tiket, Bima menulis nomor rekening yang sama dengan pembayaran klinik.
Raka meminta semua dokumen diserahkan, termasuk surat yang dapat menunjukkan ayahnya melakukan perintangan penyelidikan. Kresna mengingatkan bahwa hak istimewa keluarga mungkin dapat menahan sebagian korespondensi.
'Jangan gunakan,' jawab Raka. 'Kalau saya memilih halaman yang aman, tidak ada bedanya dengan Paman.'
Alena menandatangani daftar bukti setelah petugas. Ia belum dapat mengatakan bahwa kepercayaannya pulih, tetapi Raka sedang membangun sesuatu yang dapat diukur: satu keputusan transparan setelah keputusan lain.
Pencarian Julian dimulai dari izin praktik. Ia menutup kliniknya enam tahun lalu, menjual rumah, dan tidak memiliki alamat pajak aktif. Nomor paspornya tak menunjukkan perjalanan ke luar negeri. Seseorang masih membayar asuransi kesehatannya melalui Lintas Inti sampai dua bulan lalu.
Sari menelusuri rekening dengan surat regulator. Sebagian besar transaksi otomatis, tetapi ada satu penarikan tunai di cabang Bekasi dua hari sebelum VX-408 bermasalah. Kamera cabang merekam lelaki tua bertopi, wajah tertutup masker. Bentuk telinga dan bekas luka pada ibu jari cocok dengan foto Julian di arsip keluarga.
Sesudah penarikan, ia membeli telepon prabayar dan menelepon nomor perusahaan Mitra Core selama empat puluh tiga detik. Nomor itu mati satu jam kemudian. Kamar sewa yang dibayar tunai sudah kosong ketika polisi datang; di tempat sampah hanya ada kliping berita tentang Alena dan pernikahan Raka.
'Dia tahu pola lama dipakai lagi,' kata Alena.
'Atau dia dipanggil untuk memastikan pola lama tetap terkubur,' ujar Maya.
Pada malam yang sama, Dito melalui pengacaranya meminta pertemuan. Ia mengaku memiliki server yang dapat menghubungkan Kapten Kedua dengan sabotase, tetapi hanya akan menyerahkannya bila tuduhan terhadap dirinya dikurangi.
Alena memandang foto Julian keluar dari bank. Tujuh belas tahun lalu dokter itu membantu menghapus seorang penyintas. Kini ia lenyap tepat sebelum nama penyintas tersebut kembali muncul.
Julian baru mengosongkan rekeningnya dan menghilang dua hari sebelum VX-408 disabotase.