===== BAB 18: Harga Kesaksian Dito =====
Julian baru mengosongkan rekeningnya dan menghilang dua hari sebelum VX-408 disabotase.
Dito memilih ruang konsultasi klinik untuk berunding, seolah perban di kepalanya dapat mengubah transaksi menjadi pengakuan. Polisi menjaga pintu. Maya duduk di sebelah Alena, pengacara Dito di sisi lain meja, dan perekam regulator ditempatkan di tengah setelah semua pihak menyebut nama serta waktu.
Raka menunggu di koridor atas permintaan Alena. Bukan karena ia cemburu, melainkan karena Dito harus bicara tanpa dapat mengklaim dirinya ditekan CEO. Saat pintu menutup, Alena menyadari mantan tunangannya masih memakai jam yang ia berikan pada hari pertunangan. Kenangan itu ada, tetapi tidak lagi punya kuasa mengubah bukti.
'Aku bisa memberi Kapten Kedua,' kata Dito. 'Sebagai ganti, pencurian akses dicabut dan aku masuk perlindungan.'
Maya menggeser satu lembar syarat. 'Kau boleh memperoleh perlindungan dari ancaman. Tidak ada janji menghapus tindak pidana. Kebohongan baru membatalkan pembicaraan.'
Dito menatap Alena, berharap hubungan lama menyediakan pintu lain. 'Liv, mereka akan membunuhku.'
Alena memandang perekam, bukan perbannya. Perlindungan atas hidup Dito adalah kewajiban negara; penghapusan pilihannya bukan kewajiban siapa pun di meja itu.
'Lalu berhenti melindungi mereka.'
Ia mulai dari terminal perencanaan. Enam bulan lalu Nadine meminta audit akses yang dapat membuat Raka tampak lemah sebelum penjualan Mitra Core. Dito menyalin sertifikat kartu Alena ketika membantu memperbarui perangkat kerja tunangannya. Ia juga memberikan jadwal perawatan, kode cadangan MP-1708 yang diterima dari Nadine, dan nomor perangkat inventaris yang seharusnya telah dimusnahkan.
Cara penyalinannya begitu biasa hingga membuat Alena lebih marah. Dito menawarkan memperbaiki pembaca kartu di apartemen setelah Alena mengeluh autentikasi lambat. Saat Alena membuat teh, ia menempelkan kartu pada alat duplikator yang disembunyikan di adaptor daya. Ia kemudian meminta Alena memasukkan kata sandi dengan alasan menguji pembaruan. Enam belas bulan kedekatan memberinya semua kebiasaan yang tidak bisa diretas orang asing.
'Jaket pada rekaman hanggar?' tanya Alena.
'Nadine mengambil satu dari mobilmu saat acara perusahaan. Aku memberi ukuran dan jadwal.'
'Orang kidal yang memakainya siapa?'
'Aku tidak tahu. BW bilang vendor.'
'Kau bahkan tidak bertanya?'
Dito menekan perban. 'Aku memilih percaya tidak ada yang benar-benar terbang dalam bahaya.'
Alena meminta perekam menandai kalimat itu. Dito tahu seseorang akan menyamar sebagai dirinya dan menyentuh sistem keselamatan. Ketidaktahuan tentang hasil bukanlah ketidaktahuan tentang perbuatan.
Ia juga mengaku menghapus pesan Nadine sebelum menyerahkan ponsel kepada Alena di apartemen. Pesan tersebut berisi foto kode Reno dan instruksi membawa Alena ke pertemuan setelah skandal pecah. Dito tidak melakukannya karena Raka lebih dahulu membawa Alena pergi. Pengakuan itu menjelaskan kemarahan Dito di lobi: ia bukan hanya kehilangan tunangan, melainkan gagal menempatkan target di lokasi yang ditentukan.
'Kau tahu mereka akan memakai namaku,' kata Alena.
Dito menunduk. 'Nadine bilang hanya ada kesalahan administratif. Kau akan diskors beberapa hari, lalu aku membantu membersihkan namamu. Setelah itu aku dipromosikan dan kita punya rumah.'
Alena mendengar bentuk pengkhianatan yang paling buruk: Dito telah merencanakan menjadi penyelamat dari luka yang ia bantu buat. 'Jangan sebut rumah yang kau beli dengan menjebakku sebagai rencana kita.'
Pengacara Dito meminta jeda. Dito menolak. Ketakutannya lebih besar daripada rasa malu.
Ia mengaku belum pernah bertemu orang yang disebut Kapten Kedua. Semua perintah, katanya, datang melalui terminal sekali pakai. Orang itu mengetahui pola kode Reno, lokasi Hangar Tujuh, dan kebiasaan Alena menyimpan kartu di saku dalam tas. Nadine hanya menyebut pengendali tersebut BW. Setelah VX-408 mendarat, BW meminta Dito menghapus perangkat dan bersaksi bahwa Alena mengetahui rencana. Ketika Dito mencoba mengambil server cadangan sebagai jaminan, dua lelaki menyerangnya.
'Apakah pesan Nadine yang menyuruhmu datang sendiri asli?' tanya Maya.
Dito ragu. 'Masuk dari akunnya.'
'Itu bukan jawaban.'
'Aku tidak tahu siapa yang mengetik.'
Alena mencatat celah tersebut. Dito mungkin benar-benar diserang, tetapi ia tetap memakai luka itu untuk menyederhanakan perannya.
Dari saku jaket, pengacaranya mengeluarkan media penyimpanan kecil dalam kantong transparan. Mereka tidak menyerahkannya langsung. Nomor seri dibacakan, polisi memotret segel, dan Dito menandatangani sumber barang: disalin dari unit penyimpanan kompleks sebelum ia menuju klinik.
'Server utuh masih di gudang,' katanya. 'Ini fragmen yang berhasil kubawa.'
Maya tidak mengizinkan media dibuka pada komputer klinik. Kurir regulator membawanya ke laboratorium, disertai pengacara kedua pihak. Alena dan Dito menunggu hampir satu jam dalam ruangan yang makin dingin.
'Aku pernah benar-benar mencintaimu,' kata Dito.
'Mungkin. Tetapi kau lebih mencintai versi dirimu yang dipromosikan.'
'Raka juga membutuhkanmu untuk suara.'
'Dia menaruh harga di atas meja. Kau menyembunyikan pisaunya di tasku.'
Ketika pertemuan selesai, Raka berdiri dari kursi koridor. Ia tidak bertanya apa yang Dito katakan tentang mereka. Ia hanya menunggu sampai Alena mengangguk sebelum berjalan di sisinya menuju laboratorium.
Fragmen server berisi percakapan terenkripsi, sertifikat perangkat, dan potongan audio sembilan detik. Sari membuat citra kerja, menghitung hash, lalu menjalankan kunci yang diberikan Dito. Metadata menunjukkan berkas dibuat tiga hari sebelum VX-408 dan disalin lagi beberapa menit setelah Alena dijadikan tersangka.
Suara pertama milik Bram, berdasarkan sampel pelatihan lama yang baru diperoleh dari Mitra Core. Ia menyebut jalur terminal Dito sudah siap. Suara kedua lebih rendah dan tidak menyebut nama, tetapi Alena telah mendengarnya di ruang dewan, pada pita tua, dan dalam setiap perintah yang dibuat seolah perusahaan adalah milik keluarga.
Sari memutar bagian itu dua kali. Guntur tidak menyebut Alena, Raka, atau korban. Nada suaranya tenang, seperti sedang meminta laporan bulanan.
Di dalam fragmen server itu, suara Guntur berkata kepada Bram, 'Ulang pola dua-satu-tujuh.'