===== BAB 14: Rumah Aman yang Bocor =====
Alarm rumah aman Dewi berbunyi, dan kamera koridornya mati selama sembilan puluh detik.
Alena sudah mencapai pintu ketika Maya memanggil tim reaksi yang berjaga dua lantai di bawah rumah aman. Raka tidak menghalanginya seperti malam foto ventilasi hotel. Ia mengambil kunci mobil pengawal luar, lalu menunggu keputusan kepala tim.
'Kita masuk setelah lorong dinyatakan bersih,' katanya.
Alena membenci kalimat itu karena benar. Ia menelepon Dewi untuk keempat kalinya. Sambungan terangkat, tetapi yang terdengar hanya gesekan pelan, lalu tiga ketukan.
Kode kedua. Dewi hidup dan sedang bersembunyi.
Rumah aman menempati dua unit yang disatukan di lantai enam sebuah gedung kantor lama. Tim pertama naik melalui tangga, tim kedua memeriksa lift servis. Maya membuka denah pada tablet dan menemukan saluran ventilasi menghubungkan kamar mandi Dewi dengan ruang utilitas kosong.
'Sama seperti foto hotel,' kata Alena. 'Mereka mengira kita tidak akan memeriksa jalur yang pernah dipakai.'
'Atau mereka ingin kita memikirkan orang yang sama,' balas Maya.
Kalimat itu menahan Alena dari kesimpulan terburu-buru. Pelaku telah menanam logo Mitra Core dan sidik jari orang mati. Lencana atau alat yang ditemukan malam ini mungkin merupakan arah, bukan jawaban.
Kepala tim melaporkan pintu utama terkunci dari dalam. Tidak ada gerak di ruang tamu. Seorang petugas menemukan panel ventilasi ruang utilitas terbuka dan tali nilon menjulur ke poros. Penyusup telah pergi sebelum kamera hidup kembali.
Mereka diizinkan masuk. Alena mengetuk pintu kamar mandi dengan pola keluarga yang hanya diketahui Dewi.
'Ibu, ini Liv. Dua ketukan, jeda, satu.'
Kunci berputar. Dewi muncul membawa gunting kain besar dan telepon khusus di tangan. Wajahnya pucat, tetapi pandangannya tetap tajam.
Alena memeluknya. Dewi gemetar sesudah pintu tertutup, seolah tubuhnya baru mengizinkan takut setelah mengenali putrinya.
'Ada orang menggeser penutup ventilasi,' katanya. 'Ibu dengar baut jatuh. Ibu tekan alarm lalu masuk kamar mandi dalam.'
'Ibu melakukan semuanya benar.'
'Mereka tetap menemukan Ibu.'
'Itu kegagalan sistem, bukan kesalahan Ibu.'
Raka berdiri di ambang ruang tamu. Ia tidak masuk sampai Dewi memanggil namanya. Setelah mendapat izin, ia menyerahkan sebotol air tanpa mencoba menjanjikan keamanan mutlak. Alena menghargai bahwa ia tidak mengucapkan kebohongan yang menenangkan.
Pemeriksaan menemukan serat pakaian pada baut, bekas sol di ruang utilitas, dan sebuah bor magnetik kecil yang mematikan kamera melalui kabel gedung. Tidak ada racun atau senjata. Di balik kisi ventilasi, penyusup menempelkan kamera seukuran kancing yang mengarah ke meja Dewi. Tujuannya pengawasan—atau membuat mereka terus memindahkan saksi sampai lelah.
Dewi menunjukkan alasan kamera menghadap meja. Sejam sebelum alarm, ia menulis ulang semua yang diingat tentang tas Reno: dua lelaki mengambilnya di rumah sakit, salah satunya memakai pin berbentuk garis ganda, dan keduanya menanyakan 'buku pembelian'. Catatan itu belum sempat dikirim kepada Alena. Penyusup mungkin hendak memotretnya dari ventilasi.
'Ibu tidak akan membakar catatan ini,' kata Dewi, masih memegang gunting. 'Dulu Ibu diam karena mereka menyebut sekolahmu. Sekarang kau sudah berdiri di depan mereka.'
Alena memotret halaman melalui aplikasi bukti, mengirim hash kepada Maya, lalu memasukkan kertas asli ke amplop yang ditandatangani Dewi. Raka menyaksikan dari jauh. Ia tidak bertanya mengapa Dewi baru mengingat pin tersebut atau menekan seorang saksi yang baru diteror. Kesaksian yang keluar karena aman lebih berharga daripada jawaban yang dipaksa cepat.
Seorang petugas hendak mencabut kamera, tetapi Alena menghentikannya. 'Foto posisi, nomor seri, dan siapa yang pertama melihat. Matikan sumber daya dari pemutus, jangan sentuh perangkat.'
Maya memanggil penyelidik regulator. Dua saksi gedung ikut menandatangani berita acara. Rumah aman tidak berada dalam kepemilikan Dirgantara, sehingga jalur kebocoran harus berasal dari vendor atau orang di kantor Maya. Daftar kerja menunjukkan inspeksi ventilasi dipesan pagi itu melalui surel palsu atas nama kepala keamanan.
Tanda tangan surel memakai jabatan lama yang sudah berubah sebulan sebelumnya. Pemalsu memiliki daftar vendor dan alamat internal, tetapi tidak mengikuti pembaruan organisasi. Maya menyegel riwayat perubahan jabatan itu sebagai pembanding.
Di ruang utilitas, petugas menemukan benda tipis terselip di belakang pipa: lencana operasi lama VX dengan huruf BW tergores pada bagian belakang. Logamnya berdebu, tetapi tepinya bersih.
'Ditinggalkan untuk ditemukan,' kata Alena.
Raka mengangguk. 'Kita perlakukan sebagai bukti Bram, bukan bukti bahwa Bram yang masuk.'
Kesepakatan tersebut datang tanpa perdebatan. Beberapa hari lalu Raka mungkin menyimpan dugaan demi mengendalikan arah penyelidikan. Kini ia mengucapkan batas bukti di depan semua orang.
Dewi dipindahkan ke lokasi ketiga yang hanya diketahui Maya dan dua petugas regulator. Kali ini rute dipilih sesaat sebelum berangkat. Alena ikut memeriksa kendaraan dan meminta telepon semua pengawal disimpan dalam kantong pelindung sinyal. Raka tidak meminta alamat; ia hanya menandatangani bahwa dirinya tidak diberi tahu.
Setelah mobil Dewi pergi, ketegangan di tubuh Alena pecah menjadi getaran halus. Raka membuka kedua tangannya tanpa maju.
'Boleh aku memelukmu?'
Alena menimbang bukan perasaan, melainkan kebutuhannya sendiri. Ia mengangguk. Raka memeluknya cukup erat untuk menahan gemetar dan melepaskan saat tangan Alena turun. Tidak ada kamera, tidak ada konsultan komunikasi, tidak ada kewajiban pasangan.
Maya menerima panggilan dari klinik tempat Pak Idris dirawat setelah kebakaran arsip. Semula klinik mengatakan Idris dipindahkan atas permintaan keluarga karena ancaman. Namun nomor kendaraan pada formulir tidak terdaftar, tanda tangan perawat dipalsukan, dan pengawal regulator yang seharusnya menjemput tiba lima belas menit kemudian.
Alena menatap lencana BW di dalam kantong bukti. Seseorang telah menyerang dua saksi dalam selang waktu yang sama, memaksa tim membagi perhatian.
Pak Idris hilang saat dipindahkan dari klinik.