===== BAB 12: Nama di Balik Desis =====
Dari desis yang dibersihkan, suara Reno menerobos: 'Bram, jangan sentuh pengunci itu.'
Nama itu memukul Alena bukan karena ia mengenalnya, melainkan karena satu orang lain di ruangan jelas mengenalinya. Bahu Nadine terangkat sedikit sebelum ia memaksa tubuhnya kembali diam. Reaksi tersebut berlangsung kurang dari satu detik, tetapi Alena telah bertahun-tahun membaca perubahan kecil pada panel keselamatan. Keterlambatan sepersekian detik dapat membedakan gangguan biasa dari kegagalan yang sedang tumbuh.
'Siapa Bram?' tanya Alena.
'Nama umum,' jawab Guntur terlalu cepat.
Sari tidak memutar bagian itu lagi. Ia menyimpan titik waktunya, membuat hash baru untuk berkas kerja, lalu menyerahkan kendali perangkat kepada penyelidik regulator. 'Saya perlu spektrum suara pembanding sebelum menyimpulkan kata atau pembicara.'
'Tetapi kau yakin Reno menyebut Bram?' desak Nadine.
Sari menatapnya. 'Saya yakin gelombang itu harus diperiksa oleh laboratorium yang tidak digaji keluarga Anda.'
Alena hampir tersenyum, tetapi suara ayahnya masih terlalu dekat. Ia meminta daftar personel operasi VX-217 dibuka. Guntur menolak dengan alasan arsip sumber sedang disita, namun Kresna mengingatkan bahwa salinan daftar staf pernah masuk korespondensi Bima. Lima menit kemudian, sebuah tabel lama muncul pada layar. Ada tiga nama depan Bram. Dua bekerja di katering dan pengelolaan bagasi. Yang ketiga, Bram Wicaksana, tercatat sebagai petugas keamanan operasi khusus di bawah kantor kepala operasi—unit yang dahulu dipimpin Bima, ayah Raka.
Kolom status Bram kosong.
Alena meminta foto identitas diperbesar. Lelaki berusia tiga puluhan itu berdiri di ujung barisan, memakai lencana operasi tanpa nomor dan sarung tangan meski pemotretan dilakukan di dalam gedung. Pada daftar tugas malam VX-217, tiga halaman yang seharusnya memuat regu Bram telah diganti lembar kosong. Nomor pemindaian melompat dengan pola yang sama seperti manifest akun 2A.
'Anda pernah bertemu dia?' Alena bertanya kepada Nadine.
Nadine menatap foto lebih lama daripada yang diperlukan. 'Saya berusia muda saat itu.'
'Pertanyaan saya bukan kapan.'
Pengacara Nadine menyela, menyatakan kliennya tidak sedang diperiksa. Penyelidik mencatat penolakan tersebut tanpa memaksa jawaban. Bagi Alena, diam itu belum menjadi bukti pertemuan, tetapi sudah menjadi alasan menjaga rekaman ekspresi dan urutan pertanyaan. Ia meminta kamera rapat disalin sebelum kendali operasional berpindah kepada Guntur.
'Mengapa tidak ada tanggal keluar?' tanya Alena.
Petugas sumber daya manusia yang dipanggil melalui sambungan aman memeriksa arsip. Berkas fisiknya hilang saat pemindahan gedung enam tahun lalu. Sistem hanya menyimpan nomor pegawai lama dan catatan bahwa aksesnya dinonaktifkan setelah VX-217.
'Dinonaktifkan oleh siapa?'
'Otorisasi komisaris operasi.'
Jabatan Guntur pada masa itu.
Guntur berdiri. 'Kita sedang mengubah suara rusak menjadi pengadilan keluarga. Agenda dewan adalah kelayakan Raka memimpin setelah menyembunyikan keberadaannya di kecelakaan.'
'Saya tidak menyembunyikan sesuatu yang tidak saya ingat,' kata Raka.
'Kau menyembunyikan bahwa kau berada di kompleks.'
Raka tidak membantah bagian tersebut. Kesediaannya menanggung kesalahan yang benar membuat serangan Guntur kehilangan sedikit tenaga, tetapi tidak cukup menyelamatkan kursinya. Sekretaris dewan membagikan rancangan mosi penangguhan empat puluh delapan jam. Selama masa itu, Guntur akan memegang operasional dan Raka dilarang memberi perintah kepada keamanan, teknologi, atau keuangan.
Alena membaca setiap pasal. Pada halaman kedua terselip kalimat yang membekukan semua akses yang berasal dari jabatan CEO, termasuk akses pasangan. Ia melingkarinya dengan pena Maya.
'Ini bukan konsekuensi otomatis,' katanya. 'Hak audit saya berasal dari piagam perwalian, bukan lencana Raka.'
Mawar meminta naskah asli piagam. Kresna membukanya di layar, sementara Guntur menuduh Alena mempertahankan akses demi merusak perusahaan. Alena membiarkan tuduhan berlalu. Kalimat piagam jelas: pasangan sah memperoleh hak pengawasan selama perkawinan tercatat dan belum ada putusan penipuan. Tidak ada klausul yang menggantung hak tersebut ketika CEO diskors.
Mawar mencoret kalimat sisipan. 'Mosi hanya menyangkut jabatan Raka.'
Pemungutan suara berlangsung dengan tangan, bukan sistem digital. Hasilnya cukup untuk menangguhkan Raka, tetapi tidak cukup untuk membatalkan audit. Guntur menerima kartu operasional sementara. Raka menyerahkan lencana, token direktur, dan ponsel perusahaan kepada penyelidik, meminta nomor tanda terima untuk tiap benda.
Ketika semuanya selesai, ia berdiri di samping Alena tanpa menyentuh. 'Aku akan tinggal di tempat yang ditentukan regulator.'
'Penthouse sudah masuk daftar lokasi yang disadap,' jawab Alena. 'Maya yang memilih.'
'Baik.'
Tidak ada perintah tersembunyi dalam jawabannya. Alena menyadari ia baru saja memakai kata kita saat menjelaskan audit kepada dewan, tetapi ia belum siap menafsirkan hal itu sebagai pengampunan. Kemitraan mereka malam ini hanya punya bentuk paling sederhana: menyerahkan benda, mencatat waktu, dan tidak memindahkan garis batas tanpa izin.
Pintu ruang dewan akhirnya dibuka. Wartawan memenuhi lobi meski rapat seharusnya tertutup. Kebocoran itu membuktikan seseorang sempat mengirim informasi sebelum ponsel dikumpulkan. Nadine langsung berjalan ke arah lift privat, tetapi penyelidik menahannya untuk pemeriksaan perangkat.
Sari memanggil Alena sebelum ia mengikuti Maya keluar. Pada laptop terisolasi, jendela peringatan berkedip. Umpan yang dipasang pada kredensial Alena beberapa jam sebelumnya baru saja disentuh. Sistem mengira Alena meminta hak administrator terhadap modul navigasi armada.
'Kapan?' tanya Alena.
'Sekarang. Bukan salinan log lama.' Sari menunjukkan waktu yang sama dengan jam dinding. 'Saya belum memblokirnya karena kita bisa melihat jalurnya. Perangkat itu melewati tiga relay, tetapi relay terakhir terdaftar resmi.'
Alena membaca nama pemilik subnet. Mitra Core—perusahaan yang hendak membeli divisi audit, perusahaan yang logonya ditemukan pada alat serangan Hangar Tujuh.
Di belakangnya, Guntur baru saja menerima kendali operasional Vantara. Di depannya, seseorang sedang bergerak memakai namanya.
Kredensial Alena sedang dipakai dari subnet milik Mitra Core.