===== BAB 11: Pita di Tengah Dewan =====
'Namamu ada di log akses yang dihapus, Raka. Kau berada di server ayahku malam itu.'
Kalimat Alena belum selesai memantul di dinding ruang dewan ketika Guntur mengangkat tangan kepada kepala keamanan. Dua petugas bergerak menuju meja Sari, tempat pemutar pita, laptop terisolasi, dan tiga kantong bukti terbuka di bawah cahaya putih.
'Sita rekamannya,' perintah Guntur. 'Benda itu masuk dari fasilitas perusahaan dan diputar tanpa autentikasi yang layak.'
Alena berdiri sebelum petugas mencapai Sari. Gelang perak berinisial AD masih berada dalam kantong bening di tangan kirinya, sedangkan lembar log akses ia jepit dengan tangan kanan. Di seberang meja, Raka tampak seperti orang yang baru saja dijatuhkan ke dalam hidup orang lain. Namun kebingungan suaminya bukan alasan membiarkan bukti berpindah tanpa catatan.
'Siapa yang menerima, atas dasar surat apa, dan nomor segelnya berapa?' tanya Alena.
Petugas pertama berhenti. Guntur tidak menjawab pertanyaan itu. 'Ini milik Vantara.'
'Kematian sebelas orang bukan milik Vantara.'
Maya maju dari belakang Sari dan menaruh salinan perintah regulator di meja. Cap digitalnya dapat diperiksa melalui kode di sudut halaman. 'Sejak dipulihkan oleh laboratorium independen, pita berada dalam penguasaan penyelidik. Petugas keamanan perusahaan yang menyentuhnya tanpa berita acara akan menghalangi pemeriksaan.'
Kepala keamanan menoleh kepada penyelidik regulator. Perempuan itu mengangguk sekali, lalu berdiri di samping Sari. Guntur mengatupkan rahang. Nadine tidak lagi memandang ayahnya; tatapannya tertahan pada layar hitam tempat suara tujuh belas tahun lalu baru saja berhenti.
Sari menarik napas pendek. 'Saya perlu membuat citra forensik sekarang. Percobaan penyitaan tadi harus masuk log kejadian.'
'Lakukan di depan semua saksi,' kata Alena. 'Media pertama untuk regulator, kedua untuk Maya, ketiga untuk brankas perwalian. Jangan gunakan jaringan gedung.'
Sari memasang tiga media penyimpanan baru yang dibuka dari segel satu per satu. Ia membaca nomor seri, Kresna mencatat waktu, dan penyelidik mengambil foto tiap tahap. Alena menyebut nilai hash yang muncul pada layar. Angka dan huruf itu terlalu panjang untuk diingat, tetapi ia membacanya sampai selesai. Setelah bertahun-tahun melihat nama Reno dihancurkan oleh dokumen yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, ia tidak akan membiarkan satu celah prosedur tumbuh malam ini.
Raka akhirnya bergerak. Ia tidak mendekati Alena. Ia menghadap penyelidik dan melepas lencana CEO dari sakunya.
'Suara pemuda pada rekaman itu suara saya,' katanya. 'Saya tidak mengingat berada di VX-217, tetapi saya mengakui bukti yang baru diputar dan siap diperiksa sebagai penyintas maupun tersangka.'
Ruangan meledak oleh bisik. Seorang anggota dewan meminta rapat ditutup. Yang lain menuntut Raka diberhentikan saat itu juga. Guntur menuding pengakuan tersebut sebagai bukti bahwa pernikahan Raka dan Alena adalah persekongkolan untuk mengambil perusahaan.
Alena menatap suaminya. Raka tidak meminta pembelaan. Ia bahkan tidak mencari wajah Alena setelah menyerahkan lencana. Sikap itu tidak menghapus kebohongannya tentang keberadaan di kompleks, tetapi menghentikan satu kebohongan baru sebelum lahir.
'Tidak ada yang menuduh berdasarkan suara saja,' kata Alena kepada dewan. 'Kita punya log 2A, gelang, data tekanan kursi, dan rekaman. Semua harus diuji. Termasuk ingatan Raka. Termasuk tindakan Guntur.'
Guntur menghantam meja. 'Kau berbicara seolah sudah menjadi hakim.'
'Saya berbicara sebagai analis yang melihat Anda mencoba mengambil barang bukti tanpa nomor segel.'
Mawar mengetukkan tongkat dari kursi rodanya. Suara kecil itu memotong keributan lebih efektif daripada bentakan. Ia meminta kepala keamanan mundur dan menggunakan kewenangannya sebagai ketua perwalian untuk menahan semua mosi sampai salinan selesai dibuat.
Nadine mendekatinya. 'Nenek tidak tahu apakah pita itu asli.'
'Karena itu kita mengujinya, bukan merebutnya.'
Proses penyalinan memakan dua puluh tiga menit. Selama waktu tersebut, dewan tidak boleh meninggalkan ruangan. Ponsel dikumpulkan agar tak ada bagian rekaman bocor sebelum regulator mengamankannya. Dito telah memutus sambungan video, tetapi Maya meminta log koneksinya turut disegel.
Log itu memperlihatkan Dito keluar tujuh detik setelah nama Guntur terdengar dari radio darat. Bukan sesudah Raka mengakui suaranya, bukan ketika gelang ditunjukkan, melainkan tepat pada bagian yang menempatkan komisaris di malam kecelakaan. Maya meminta penyedia konferensi mempertahankan alamat perangkat dan rekaman layar. Pengacara Dito langsung mengirim keberatan, bukti bahwa sambungan tadi tidak sesederhana tontonan pasif.
Alena juga meminta daftar siapa yang mengetahui pita akan diputar. Hanya Sari, Maya, Kresna, dua penyelidik, Raka, dan dirinya yang seharusnya tahu. Namun Guntur telah datang bersama kepala keamanan sebelum pemulihan selesai. Kebocoran bukan alasan mengabaikan rekaman; kebocoran adalah barang bukti lain yang harus diberi waktunya sendiri. Ia menulis nama semua orang di halaman baru, termasuk dirinya. Tidak ada penyelidikan yang tetap jujur bila penyusunnya diam-diam menghapus orang yang ingin dipercayai.
Ketika media ketiga ditutup, penyelidik menandatangani label dan meminta Sari memutar ulang bagian sebelum suara Raka. Kali ini Sari memakai perangkat lunak penyaring pada salinan kerja. Ia mengurangi dengung mesin tanpa menyentuh berkas asli.
Reno terdengar meminta daftar beban diperbaiki. Seorang lelaki muda berkata dokumennya tidak boleh jatuh ke tangan keluarga. Lalu suara Guntur dari radio darat memerintahkan pintu dibuka.
Alena mendengar napas ayahnya di antara alarm. Bukan napas seorang operator ceroboh, melainkan seseorang yang menghitung terlalu banyak ancaman dalam waktu terlalu sedikit. Tangannya menegang di atas meja.
Raka bergeser satu langkah, lalu berhenti. 'Boleh aku mendekat?' tanyanya pelan.
Alena belum sanggup menerima sentuhan. Ia menggeleng, dan Raka menghormati jarak itu tanpa perubahan wajah. Kepercayaan mereka tidak runtuh dalam satu ledakan; ia terurai menjadi tindakan kecil yang harus diperiksa satu per satu.
Sari memperlambat rekaman seperempat kecepatan. Di bawah benturan logam, ada suku kata yang sebelumnya tenggelam. Ia menandai gelombangnya, memutar balik, lalu menghapus satu lapis dengung lagi.
Semua orang menahan napas.
Dari desis yang dibersihkan, suara Reno menerobos: 'Bram, jangan sentuh pengunci itu.'