===== BAB 10: Suara dari Rekaman Lama =====
'Inisial akun tanpa nama itu adalah A.D.'
Raka tidak menyangkal kesamaan itu. Ia menghubungi Kresna dan meminta semua catatan masa mudanya dibuka kepada auditor. Alena memperhatikan tangannya. Tidak gemetar, tetapi buku-buku jarinya memutih ketika menggenggam ponsel.
'Kalau Anda memang berada di kursi 2A, apakah mungkin cedera membuat ingatan hilang?' tanyanya.
'Aku tidak punya celah ingatan. Aku ingat pulang dari kompleks, bertengkar dengan ayah, lalu terbang ke Singapura menjelang subuh.'
'Siapa operator jet pribadi itu?'
'Catatan menyebut Kapten Haris. Dia meninggal tiga tahun lalu.'
'Selalu ada orang mati di ujung alibi keluarga Anda.'
Raka menatapnya. 'Aku tahu.'
Pagi belum tiba ketika alarm pusat audit berbunyi. Seseorang mencoba menghapus server penyimpanan Dito dari jarak jauh. Sari memutus koneksi, tetapi sebagian daftar pembayaran rusak. Satu transaksi tersisa: sejumlah uang kepada klinik yang merawat pasien tanpa nama setelah VX-217. Pengirimnya perusahaan cangkang Guntur.
Mereka hendak berangkat ke laboratorium saat petugas regulator tiba membawa surat pemeriksaan lanjutan. Bukti baru menunjukkan kredensial Alena digunakan lagi malam sebelumnya untuk mencoba masuk ke sistem navigasi armada. Pelaku sengaja menciptakan pelanggaran saat Alena berada di Hangar Tujuh, tetapi waktu itu belum diverifikasi secara resmi.
'Anda diminta menyerahkan semua perangkat dan tidak meninggalkan kota,' kata penyelidik.
Raka menunjukkan rekaman keamanan ruang cadangan. Penyelidik menerima salinan, namun tetap menyita laptop Alena. Di lobi, puluhan wartawan sudah berkumpul. Informasi pemeriksaan bocor hanya beberapa menit setelah surat diterbitkan.
Nadine muncul di siaran langsung dan meminta Raka mundur demi keselamatan akun. Guntur mengumumkan rapat darurat siang itu untuk menunjuk CEO sementara. Dito, melalui pengacaranya, menyatakan siap bersaksi bahwa Alena mengetahui penggunaan kode Reno.
'Dia berbohong lagi,' kata Alena.
'Kali ini di bawah perlindungan Paman,' jawab Raka.
Mawar menelepon. Kondisinya memburuk setelah seseorang mengirim foto kecelakaan lama ke rumahnya. Meski dokter meminta istirahat, ia memerintahkan mereka datang sebelum rapat. Di kamar Mawar, perempuan tua itu menyerahkan kunci kotak musik yang asli.
'Aku menyembunyikannya dari Guntur,' katanya. 'Ada satu benda yang ayah Raka titipkan sebelum meninggal.'
Kotak tersebut berisi gelang perak berinisial AD, penyok dan bernoda gelap. Raka menyentuh bekas luka di pergelangan tangannya.
'Ini gelangku.'
'Ayahmu bilang benda itu ditemukan pada penyintas VX-217,' ujar Mawar.
Udara seakan hilang dari kamar. Raka bersikeras ia tidak pernah berada di server, tetapi Mawar menangis.
'Aku melihatmu pulang malam itu dengan kepala diperban. Ayahmu berkata kau kecelakaan mobil. Aku memilih percaya karena takut kehilangan cucu dan perusahaan sekaligus.'
'Mengapa aku tidak ingat?'
'Aku tidak tahu. Keesokan harinya kau dikirim pergi bersama dokter keluarga.'
Alena menatap lelaki yang dinikahinya. Kebingungan di wajah Raka tampak nyata, tetapi gelang itu juga nyata. Bila ia berbohong, kebohongan tersebut telah dipelihara dengan sempurna. Bila ia jujur, seseorang telah mengubah seluruh ingatan dan riwayatnya.
Kresna masuk membawa keputusan sementara: hak suara pasangan tetap beku, Raka dilarang memecat Nadine, dan Guntur akan memimpin rapat dewan. Perlindungan perusahaan untuk Alena dapat dicabut bila Raka diskors.
'Pergi ke rumah aman bersama ibumu,' kata Raka. 'Aku menghadapi dewan.'
'Tidak. Kalau mereka memisahkan kita, mereka menang.'
'Kau bisa ditahan bila Dito menyerahkan kesaksian palsu.'
'Dan Anda bisa kehilangan semua akses jika masuk rapat sendiri.'
Alena memilih ikut. Di ruang dewan, Guntur mengumumkan mosi pemberhentian sementara. Nadine menampilkan foto gelang dan menuduh Raka menyembunyikan statusnya sebagai penyintas untuk melindungi ayahnya. Dito hadir melalui video, wajah lebam, dan mengklaim Alena menyuruhnya menggunakan kode lama.
Sari menerobos masuk bersama Maya sebelum suara dihitung. Ia membawa hasil pemulihan pita magnetik dan perintah regulator agar bukti diputar di hadapan semua pihak. Guntur menolak, tetapi Mawar masuk dengan kursi roda dan menggunakan hak ketua untuk mengizinkan.
Pengeras suara mengeluarkan desis panjang. Suara ruang kendali terpotong-potong: Reno meminta perubahan daftar beban, seseorang menolak mencatat akun, lalu bunyi alarm. Di belakang suara itu, seorang pemuda memanggil ayahnya.
Semua anggota dewan mendengar tarikan napas pemuda tersebut dan suara Reno menyuruhnya tenang. Alena mengenali nada ayahnya saat melindungi orang ketakutan. Rekaman itu bukan hanya bukti teknis; untuk pertama kalinya setelah tujuh belas tahun, ia mendengar Reno sebagai manusia pada menit terakhir hidupnya.
Dewi mendengarkan melalui sambungan aman dan meminta rekaman tidak dihentikan meski menangis. Mawar menggenggam tongkat sampai buku jarinya pucat. Hanya Guntur sibuk mempersoalkan keabsahan pita, reaksi yang dicatat penyelidik regulator.
Nadine berbisik menuntut penjelasan ayahnya. Guntur tidak menjawab. Kesetiaan Nadine tampak retak, tetapi Alena tidak menganggapnya sekutu. Perempuan itu tetap terlibat dalam jebakan VX-408 dan mungkin hanya takut ikut tenggelam.
Tidak seorang pun merasa aman.
Raka berdiri begitu cepat hingga kursinya jatuh.
'Itu suaraku,' katanya.
Rekaman berlanjut. Reno memerintahkan pemuda tersebut kembali ke kursi 2A. Suara lain menyebut bahwa akun itu tidak boleh tercatat karena membawa dokumen yang dapat menjatuhkan Dirgantara. Kemudian terdengar Guntur muda memerintahkan pintu ruang kendali dibuka dari radio darat.
Pita berhenti sebelum menjelaskan dokumen apa yang dibawa Raka atau mengapa ia tidak mengingat perjalanan itu. Nadine menatap ayahnya, sama terkejutnya dengan yang lain. Dito memutus sambungan video. Guntur menyuruh keamanan menyita rekaman, tetapi petugas regulator berdiri melindungi Sari.
Raka memandang Alena dengan wajah seorang lelaki yang baru kehilangan masa lalunya. 'Aku tidak tahu mengapa aku ada di sana.'
Alena menggenggam lembar log akses, gelang, dan salinan rekaman. Ayahnya mungkin telah berusaha melindungi Raka, tetapi keluarga Raka membiarkan Reno menanggung seluruh kesalahan. Di luar, dewan masih menunggu suara pemberhentian. Regulator masih menyelidikinya. Ibunya masih terancam. Nadine dan Dito belum mengungkap siapa Kapten Kedua, sedangkan Guntur belum menjelaskan perintahnya.
Ia menatap suami kontraknya, sadar pertanyaan terbesar kini berdiri tepat di hadapannya.
'Namamu ada di log akses yang dihapus, Raka. Kau berada di server ayahku malam itu.'