***
Bulu mata lentik itu mulai bergerak gerak.Nada terbangun dari tidur lelapnya dilihatnya sebuah jam di atas nakas yang menunjukkan sudah jam 7 pagi.
Nada segera beranjak dari tempat tidurnya membuka jendela agar cahaya mentari pagi masuk ke kamarnya sekaligus menghirup udara pagi yang segar.
Kemudian Nada masuk ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat ke toko tempat ia bekerja.Ya, sudah seminggu ini Nada berkerja di toko tantenya.
Bu Irma sudah menyiapkan sarapan dan menatanya di meja makan "Nada...Ayo nak kita sarapan bareng," sedikit berteriak memanggil Nada yang masih di dalam kamar.
"Iya mah sebentar, " jawab Nada sambil berlari kecil menghampiri ibu dan yang lainnya di meja makan.
"Ayo sayang sarapan dulu biar nanti ayah yang antar kamu ke tempat kerja ya," ucap ayah Nada sambil menyuapkan sendok makanannya.
"Emmm gak usahlah yah kan ayah juga harus kerja aku biar pake ojek online aja," jawab Nada.
"Beneran kamu gak mau diantar ayah?" Tanya ayahnya.
"Nada mungkin malu yah kalau masih di antar ayah masa udah sebesar ini masih di antar,"goda ibu sambil tersenyum.
"Ihh gak gitulah," ujarnya.Nada merasa tak terima dengan perkataan ibunya.
"Ya sudah tidak apa ayo lanjut makan saja, nanti keburu macet kamu bisa telat sampai toko," timpal ayah menengahi.
Akhirnya semua larut dalam kegiatan makannya masing-masing tanpa bersuara lagi, hanya suara piring dan sendok yang saling bersahutan hingga Nada selesai menghabiskan sarapannya dan pamit untuk berangkat duluan.
"Dah yah Assalamualaikum," ucap Nada sambil sedikit berlari karena ojek yang di pesan sudah menunggu di depan.
Dijawab ayah dan ibunya berbarengan
"Waalaikumsalam hati-hati nak!"
***
Setelah 30menit perjalanan akhirnya Nada sampai di tempat kerjanya dan langsung masuk mengambil posisi, ia sudah siap melanjutkan pekerjaannya yang kemarin sempat tertunda karena sudah lewat jam kerja.
Saat ini Nada sedang asyik dengan tumpukan kertas dan pulpen di tangannya.
Ia sedang memeriksa seluruh barang yang masuk hari ini, mengecek dengan detil setiap item barang yang tertulis difaktur.Sesekali ia pun membantu yang lain untuk melayani pembeli yang datang ke toko.
Suasana hari ini cukup ramai, pembeli terus berdatangan mungkin karena ini hari minggu.
"Nad tolong dong itu ada barang yang datang lagi kamu terima ya,"ucap salah satu temanya.
"Baik kak!"
Nada langsung bergegas untuk mengecek barang yang baru saja tiba, dengan teliti ia mengecek semua produk sambil menatanya di rak.
Sesekali Nada melirik temannya dan bertanya dimana tempat beberapa produk yang tidak ia ketahui.
Pekerjaan nya cukup membuat Nada sibuk sehingga berhasil mengalihkan pikirannya dari setiap masalah yang dia alami.
Bekerja memang cukup menyenangkan jika di nikmati meskipun terkadang juga terlihat melelahkan dan cukup menguras energi tapi justru obat paling ampuh untuk melupakan sesuatu adalah menyibukkan diri.
Begitu pula dengan Nada, ia terlihat sangat bersemangat dan menikmati pekerjaan nya Nada juga sangat berhati-hati, Ia selalu teliti setiap melakukan pekerjaan itu, entah melayani pembeli, menata barang-barang di rak display semuanya tampak dilakukan dengan hati yang tulus.
Semua pembeli juga terlihat puas dengan pelayanan Nada, mereka tersenyum ramah dan sangat manis terhadap Nada.
Kita tidak bisa membuat semua orang agar menyukai kita begitupun dengan Nada ada salah satu karyawan yang iri melihat pemandangan itu, dia merasa akan tersaingi oleh pegawai baru.
Karyawan itu juga mulai berulah, dia bertingkah so senior kepada Nada menyuruh ini dan itu sampai-sampai Nada merasa kelelahan, tapi Nada juga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang Nada sadar bahwa dia adalah seorang pegawai baru yang mungkin akan di perlakukan seperti itu oleh seniornya.
Nada tetap berusaha melakukan semua yang di perintahkan karyawan itu.
"Nada coba kamu beresin rak sebelah situ kamu lapin semua debunya satu- satu, aku mau istirahat dulu nanti pas aku balik udah harus beres ya!"
Perintah Karyawan so senior itu sambil berlalu menuju keluar.
Nada hanya menanggapi dengan anggukan tanpa berkata apapun.
Ia membereskan semua pekerjaan itu satu persatu hingga selesai.
Setelah semua pekerjaannya selesai,Nada berbegas keluar untuk makan siang.Kebetulan karyawan yang lainnya sudah ada beberapa yang kembali ke toko dan sekarang giliran Nada yang istirahat.
"Hey,mau makan siang ya?Ayo bareng," ajak seorang gadis tiba-tiba.
Saat Nada sedang berjalan tadi menuju tempat makan.Tiba tiba ada yang menghampirinya.
"Ehh iya,kamu baru istirahat juga?"
Tanya Nada Ramah.
"Iya nih tadi lagi rame banget yang belanja,"ucap gadis yang tadi menghampirinya.
"Emang kamu kerja di toko mana?" Tanya Nada lagi.
"Itu di butik yang lantai 3,"ucapnya sambil menunjuk ke arah gedung bertulisan "Almira boutique"
"Oh iya aku Sinta, Nama kamu siapa?"
"Aku Nada," jawab Nada sambil lanjut berjalan menuju warung bakso di sebrang jalan.
"Kamu mau makan bakso juga emang, ko samaan wihh kita sehati nih haha,"ucap Sinta sambil tertawa.
Sinta memang gadis yang ramah dan periang, dia juga tipe orang yang cepat akrab dengan orang lain.
Sesampainya di warung bakso mereka memesan makanan dan minumannya masing-masing.Mereka duduk berhadapan sambil mengobrol dan saling bertukar nomor ponsel.
"Lain kali aku boleh ya main ke tempat kamu,"ujar gadis itu.
"Boleh dong, dengan senang hati," jawab Nada.
Dalam waktu yang cukup singkat, mereka sudah terlihat sangat dekat.Seperti yang sudah saling mengenal sejak lama.
"Permisi pesanan nya,"
ucap pelayan warung sambil meletakan dua mangkuk bakso di meja.
"Makasih pak," ucap keduanya bersamaan.
Keduanya pun makan dengan sesekali di selingi obrolan ringan.
Selesai makan, keduanya kembali berjalan bersama sampai ke pintu masuk dan berpisah di sana.
"Aku balik ya Nad, besok-besok kalau gak ada temen makan kamu ajak aku aja , aku juga sering telat keluar kok jadi kita bisa barengan, " ucap Sinta.
"Oke berkabar ya thanks udah mau bareng aku seneng bisa punya teman baru yang asyik kaya kamu," Nada pun melambaikan tangan kepada Sinta dan kembali berjalan menuju tempat ia bekerja.
"Ko lama banget sih istirahatnya, sengaja ya dilama lamain," celetuk Rara sinis.
"Maaf kak tadi tempat makannya lumayan ramai," ucap Nada menunduk.
"Alesan aja!"
"Udah udah ngapain diributin sih lagian kan Nada istirahat dijam terakhir wajar kalau telat dikit," bela Salah satu karyawan bernama Dian
"Dih di belain lagi, ngelunjak ntar,"ucap Rara ketus sambil berlalu.
"Maaf ya kak,"ucap Nada.
"Udah gak papa, gak usah dengerin Rara dia emang gitu suka sensi gak jelas,"jawab Dian. " Yuk kerja lagi," sambungnya.
Dian adalah karyawan yang lebih senior dari Rara makanya Rara langsung diam dan tak berkutik saat Dian membela Nada.Dian juga orang yang sangat dipercaya oleh pemilik toko.
Pedahal Nada juga keponakan pemilik toko, gak tau aja tuh si Rara hihi.
**************************************************************************************
Note: Kritik dan saran nya boleh ko hehe:) maaf ya readers tulisannya masih belepotan banget