Pagi ini sangat cerah Nada sedang duduk di teras rumahnya seperti biasa, tiba tiba terdengar sebuah klakson dari motor yang melintas Nada terkejut ketika meliriknya, ternyata itu adalah Yoga dan kekasihnya, wanita itu tersenyum dan melambaikan tangan sambil berlalu.
Entahlah apa itu sapaan atau ejekan yang pasti Nada merasa sangat kesal melihat pemandangan tersebut.
"Maksudnya apa? Mau pamer gitu?" Umpatnya dalam hati penuh kekesalan.
"Pagi-pagi udah bikin mood ancur aja sih," gumamnya.
Nada masuk ke dalam kamarnya karena tak ingin semakin kesal melihat mereka berdua.
Seorang wanita paruh baya masuk ke kamar Nada menyapa anak gadisnya yang terlihat murung sendirian di dalam kamar.
"Kamu kenapa sih? Ko tumben gak ceria gitu?"
Nada menghembuskan nafas nya kasar sebelum menjawab
"Kita kapan sih mah pindah dari sini?"
Spontan pertanyaan Nada membuat ibunya membelalak.
"Loh kok tiba-tiba nanya pindah? Kamu gak betah di sini? Bukannya kamu udah punya banyak temen juga kan di sini?"
Ibunya yang penasaran dengan tingkah gadis nya memunculkan beberapa pertanyaan sekaligus.Nada terdiam beberapa saat.
" Iya mah gak betah disini udah gak punya temen juga pada sibuk masing-masing sekarang".
Nada tetap berusaha terlihat tenang karena tidak ingin jika sampai ibunya tau ada permasalahan lain dalam percintaan nya.
Apalagi ibunya sangat tidak suka jika anak perempuan nya itu galau galauan karena laki-laki.
Meski sebenarnya ibu sudah curiga terhadap anak gadisnya itu namun ia tetap bersikap seolah tidak tahu apapun, padahal yang namanya seorang ibu itu kan sangat peka apalagi terhadap anaknya sendiri.
"Yasudah mamah keluar dulu, udah kamu jangan kesel-kesel gitu," ucap ibunya sembari beranjak dari tempat tidur dan pergi meninggalkan Nada.
Karena rasa penasaran dengan sepasang kekasih yang baru saja lewat di depan rumahnya tadi akhirnya Nada berjalan keluar menuju warung yang tidak jauh dari rumah Nada sekaligus melewati rumah Yoga.
Nada berjalan dengan santai sambil pura-pura memainkan ponsel di tangannya tanpa melirik kanan kiri.
Brukkk...
Tiba-tiba Nada menabrak seseorang. Ia langsung mengambil ponselnya yang terjatuh karena tabrakan itu.
Seseorang didepannya berusaha membantu untuk mengambilkan ponselnya tanpa disadari tangan mereka bertemu berbarengan memegang ponsel.
Seketika tubuh Nada bergetar dadanya terasa sesak karena melihat sebuah tangan yang memang tidak asing baginya.Tangan yang dulu selalu ia genggam.Tangan yang selalu merangkulnya.
Siapa lagi kalau bukan tangan pira yang dicintainya selama ini.Dengan cepat Nada berusaha melepaskan tangannya.
"Maaf gak sengaja," ucap Yoga sambil tersenyum.
"Ya kak gak apa, aku juga ko yang salah,"jawab Nada.
Sikap Nada sedikit jutek karena perasaan nya masih sangat kesal gara- gara tadi atau lebih tepatnya karena cemburu melihat Yoga dengan calon Istrinya.
Meskipun Nada tau tidak seharusnya perasaan itu ada tapi mau bagaimana yang namanya perasaan tak dapat diatur bukan.
***
Setelah pertemuan itu Nada berusaha sekuat tenaga untuk menahan perasaannya.
Tapi entah kenapa dia masih saja belum bisa mengalihkan rasa itu,rasa rindu yang terus menggebu di dadanya, yang selalu saja mampu membuat nafasnya sesak.
Cara apalagi yang harus dilakukan, berkali kali Nada berusaha membuka hatinya untuk yang lain namun tetap saja tidak ada yang bisa menggantikan posisi Yoga di hatinya.Sepertinya perasaan itu begitu dalam hingga susah untuk di lupakan.
"Ah sudahlah lebih baik aku segera berangkat jika tidak aku bisa terlambat,"gumamnya pelan. Nada berusaha menepis lamunannya yang mengingat kenangan-kenangan indah dengan pria itu.
Ia pun beranjak pergi ke sekolahnya, hari ini adalah hari kelulusan Nada di sekolah tentu saja dia tidak ingin sampai terlambat karena memikirkan hal yang tidak penting itu.
"Wasting time banget gua mikirin dia mulu, dia aja gak pernah mikirin gua," rutuknya pada diri sendiri.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya dia tiba di sekolah dan langsung menuju mading untuk mencari namanya di daftar kelulusan.
Ternyata sudah banyak siswa siswi berdesak desakan di sana. Nada yang memiliki tubuh mungil dengan entengnya langsung menyelinap ke dalam kerumunan dan menggeser teman-temannya yang menghalangi.
"Misi,misi pengen liat dong,"ucapnya.
"Ah lu apaan sih main nyelip-nyelip aja ngantri ke sana," sarkas seorang teman sekelasnya.
"Hehe sori sori," jawab Nada dengan cengiran khas nya yang lucu.
Setelah beberapa menit mencari akhirnya Nada menemukan namanya tertulis di sana dan ternyata hasilnya lulus.
Dengan girangnya Nada langsung menelpon ibunya dirumah untuk mengabari tentang kelulusannya.
"Mah Allhamdulillah aku lulus," teriak Nada begitu telepon tersambung, saking senangnya sampai-sampai ia lupa memulai percakapan tanpa mengucap salam kepada ibunya.
"Waalaikumsalam,"jawab ibunya di ujung telepon.
"Eeh iya maaf lupa, Assalamualaikum mamah,"ucap Nada.
"Gimana-gimana apa katamu tadi nak, kamu lulus sayang?" Ucap ibunya memastikan.
"Iya mah aku lulus dengan nilai terbaik yeeess," jawab Nada bersemangat.
"Allhamdulillah terimakasih Ya Allah ya udah nanti mamah siapin makanan kesukaan kamu ya kita makan bareng," sahut ibunya yang tak kalah bersemangat.
"Ya udah aku tutup dulu ya telepon nya assalamualaikum mamah!"
Nada menutup teleponnya sembari berjalan menuju ruang guru karena tadi temannya memberitahu bahwa ia dipanggil wali kelasnya untuk berkumpul bersama teman lainnya.
* * *
Hari sudah mulai sore Nada sudah duduk ditempat tidurnya menghadap jendela menikmati senja seraya bersenandung mengikuti lirik lagu yang sedang diputar melalui ponsel pintarnya.
Sejenak dia bisa melupakan masa lalunya karena terlalu bahagia dengan prestasi yang di raihnya. Ya saat tadi di kumpulkan di kelas wali kelasnya sempat memberi pengumuman yang menyatakan Nada lulus dengan nilai terbaik.
"Abis ini aku ngapain ya selama libur dan belum masuk kuliah," gumamnya.
Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikirannya dia berpikir jika Nada hanya diam di rumah kemungkinan akan galau sepanjang hari karena teringat bayang bayang masa lalunya dengan Yoga.
Kenangan itu pasti akan terus memenuhi seluruh isi kepalanya. Nada mencari-cari kontak seseorang yang akan di hubunginya dan menekan tombol panggilan.
"Hallo ?" Suara seseorang diujung telepon.
"Maaf Tan ini Nada, Nada mau tanya apa ditoko tante lagi butuh karyawan?" Jawab Nada dengan sopan.
"Buat siapa Nad?"
"Emm buat aku sih tan buat ngisi waktu kosong selama belum kuliah aja tan, kalo boleh," dengan penuh harap Nada menunggu jawaban dari tantenya.
"Iya boleh dong, Nanti kamu dateng aja ke toko di sana ada karyawan tante kamu bilang aja mau ikut bantu bantu di situ, biar nanti tante kontak karyawan tante!"
"Oke tante makasih banget loh tann, assalamualaikum".
Nada menutup teleponnya dengan perasaan senang.
Hatinya sedikit lega karena dengan melakukan kesibukan mungkin bisa sedikit melupakan kesedihannya.Lagi pula Nada sangat menyukai pekerjaan itu, kebetulan toko tantenya itu adalah Boutique dan sebelahnya toko kosmetik yang cukup besar,, ya namanya wanita pasti sangat senang bermain-main dengan berbagai macam produk fashion dan kecantikan.
Apalagi Nada sedang seneng-seneng nya belajar dandan saat ini.Terlebih saat akan menemui Angga.Nada selalu tampil lebih feminim dengan polesan make-up natural yang flawles.
Sebelumnya Nada tidak pernah memakai make-up sama sekali tapi dengan bekerja di sana sedikit demi sedikit dia akan mengenalnya.