Hari-hari berlalu,
Nada semakin dekat dengan Angga, selama setahun ini mereka selalu bersama kemanapun Nada pergi Angga selalu menemaninya.Angga selalu jadi orang pertama yang selalu ada dalam setiap keadaan.Saling mendukung satu sama lain.
Meskipun Nada belum bisa melupakan Yoga tapi Nada sudah mulai terbiasa tanpa dia.Nada sudah berdamai dengan kenyataan bahwa mereka tak bisa bersama.Nada juga berniat membuka hati untuk Angga.
Meski belum ada pembicaraan apapun diantara keduanya tapi dengan semua sikap dan perlakuan yang Angga tunjukan Nada juga mengerti dan sangat peka bahwa Angga memiliki perasaan kepadanya.
****
Nada duduk terdiam didepan meja rias dikamarnya, sesekali Ia mengecek ponsel dan tersenyum mendapati pesan yang masuk diponselnya.
"Ciee anak mamah lagi apa nih senyum-senyum sendiri,jadi takut mamah hhe."Goda ibunya yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Nada.Tanpa Nada sadari ibunya sudah berada disana sejak lama dan memperhatikan tingkah anak gadisnya.
"Ya ampun Mam bikin kaget ih, kapan masuknya?" Tanya Nada gelagapan. Nada tersipu malu ketika bu Irma terus menggodanya.
"Sampe gak sadar mamah masuk ya saking antengnya ngelamun,awas loh jangan sering ngelamun gitu ah nanti kesambet,"goda Bu Irma yang berhasil membuat pipi gadis mungilnya merona.
"Ih engga apaan sih mamah kayak gak pernah muda aja hehe,"ucapnya. Percakapan keduanya terus berlanjut di penuhi gelak tawa dikamar itu.Nada memang sangat nyaman bercerita tentang apapun kepada Bu Irma yang selalu mendengarkan dengan penuh semangat.
Bu Irma tidak pernah mengekang putrinya dalam hal apapun,dia hanya memberitahu batasan-batasan yang perlu diperhatikan anak-anaknya. Oleh sebab itu Nada tidak pernah ragu ketika bercerita dan meminta pendapat ibunya walau tentang urusan percintaan sekalipun. "Mah besok Angga ngajakin dinner besok boleh gak?" Tanya Nada dengan hati-hati.
"Boleh tapi pulangnya jangan kemalaman dan hati-hati,terus kalau sudah selesai langsung pulang,"ucap Bu Irma dengan senyum. Jawaban ibunya membuat Nada lega. "Emm iya mah,kalau Angga tiba-tiba nembak Nada gimana ya mah? Nada bingung deh." Tanya Nada.
"Kalau kamu nyaman dan suka sama Angga terima aja sayang,mamah gak akan ngelarang kalian pacaran asalkan kuliahnya tetep fokus,"ujar ibunya bijak. Nada semakin tenang mendengar pendapat ibunya yang ternyata cukup positif. "Ya sudah mamah keluar dulu ya mau siapin makan malem," ucap Bu Irma sambil mengelus lembut pucuk kepala putri tercintanya."Iya mah, ntar Nada nyusul ya,"ucap Nada tersenyum.
Bu Irma juga tersenyum lalu keluar dari kamar Nada.Bu Irma memang seorang ibu yang sangat menyenangkan,Ia bisa menjadi apapun untuk Nada tidak terkecuali teman curhat. Nada memang anak yang tertutup di depan teman-temannya kecuali Putri.
Jika ada masalah yang tidak bisa ia ceritakan pada Ibunya maka Nada selalu cerita kepada Putri,satu-satunya sahabat yang paling Nada percaya. Mereka memang sangat dekat.Sejak pertama masuk sekolah itu Nada hanya nyaman bersahabat dengan Putri. Meski teman-teman yang lain juga baik tapi Nada tidak terlalu dekat dengan mereka. Hanya dekat sekedarnya saja.
tring
Pesan masuk dari Angga.
"Jadi gimana Nanad kamu bisa gak?"
Angga masih menunggu jawaban dari Nada yang belum mengiyakan ajakannya untuk dinner.
"Aku udah izin sama mamah dan katanya boleh."
Nada menjawab pesan itu dan mengiyakan ajakan Angga.
"Yess! Jadi gak sabar pengen cepet-cepet besok?"
Nada tersenyum melihat balasan chat dari Angga.Sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama tapi dia tidak menunjukan hal itu dan menjawab so cuek.
"Hemm,aku mau bantu mamah masak dulu ya bye!"
Nada pun keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk membantu sang ibu yang sedang berkutat dengan alat dapur serta berbagai bahan masakan. "Masak apa hari ini mah?" Tanya Nada sambil mengambil satu buah kentang dan mengupasnya. "Mau masak sup,ayam goreng sama tempe goreng aja Nad,"jawab Bu Irma yang sedang mencuci daging.
Mereka memasak dengan diiringi obrolan ringan sesekali saling bercanda dan tertawa. Sementara Ayahnya hanya tersenyum memperhatikan keakraban antara ibu dan anak itu sambil menemani putra putrinya yang lain belajar diruang tengah. Selesai memasak Nada menata semua makanan dimeja makan dan memanggil Ayah serta kedua adiknya untuk makan. Keluarga Nada adalah keluarga yang hangat dan harmonis.
Nada selalu mersa sangat beruntung memiliki keluarga yang begitu menyenangkan. Kedua orang tuanya sangat menyayangi Nada dan tidak pernah membeda-bedakannya.,semua anaknya mendapatkan kasih sayang yang sama. Tidak akan pernah ada yang menyangka jika Nada bukan putri kandung mereka.
"Gimana kuliah kamu nak?" Tanya sang Ayah.
"Berjalan dengan baik yah," jawab Nada.
"Kamu masih deket sama anak itu, siapa namanya ya?"
"Angga?" jawab Nada.
"Nah itu si Angga itu," ucap Ayahnya.
"Masih yah, dia baik kok ayah jangan khawatir," ujarnya meyakinkan.Sebenarnya Nada sedikit gugup karena tiba-tiba Ayahnya membahas tentang Angga. "Iya ayah tau anak itu memang baik ayah seneng kamu bergaul dengan dia," ucap Ayah. Ucapan
Ayahnya seketika membuat Nada tersenyum lega.Itu artinya kedua orang tuanya mendukung kedekatan Nada dengan laki-laki itu. "Tapi awas jangan terlalu sering bermain-main, kuliahnya jangan sampai terganggu," ucap ayahnya menegaskan.
Ayah Nada adalah tipe orang yang keras dan galak tapi tidak dengan Angga.Entah kenapa sejak pertama kali bertemu dengan anak itu, Pak Bambang langsung bersikap ramah dan tidak menunjukan tanduknya. Padahal biasanya ketika ada laki-laki yang mendekati Nada, Pak Bambang bisa langsung terlihat seram seperti singa yang siap menerkam mangsanya. Bahkan Dia selalu sinis jika Nada diantar pulang oleh teman laki-lakinya, meski itu hanya teman sekelas. Beruntunglah itu tidak terjadi kepada Angga. Malah Pak Bambang selalu ramah dan menyapa Angga setiap kali Angga datang ke rumah. Mungkin Pak Bambang melihat ketulusan dimata anak itu.
Angga memang anak yang ramah dan sopan setiap mengantar jemput Nada Ia selalu pamit dan meminta izin kepada orang tuanya. Tak heran jika semua orang di rumah ini menyukai sikapnya.Tak lupa Angga juga selalu membawa bingkisan kecil untu adik-adiknya Nada setiap datang ke rumah.
Selesai makan Nada membereskan meja makan dan mencuci semua peralatannya.Sementara yang lainnya kembali dengan kesibukannya masing-masing.Kedua adiknya lanjut mengerjakan tugas sekolah.Ayah dan ibunya menonton tv sambil berbincang diruang keluarga.
Setelah membereskan semuanya Nada memilih kembali kekamar.Sambil menunggu kantuknya Nada menghabiskan waktunya dengan membaca Novel.
Nada memang sangat senang membaca terlebih novel dan buku-buku fiksi.Dikamarnya terdapat rak buku yang penuh dengan koleksi buku berbagai genre mulai dari novel romantis, jurnal hingga buku buku cerita horor semua tertata rapih di sana.
Nada juga sering meminjamkan buku- buku itu kepada teman-teman yang lain.Setiap ada teman atau saudara yang datang kerumahnya selalu tertarik dengan koleksi buku dikamar Nada.
Setelah membaca beberapa halaman Nada mulai mengantuk.Tanpa sadar Ia pun tertidur dengan menggenggam buku di tangannya.
Bu Irma masuk dan melihat ke arah putrinya, mengambil selimut menutupi tubuh mungil gadis itu.Dia juga membereskan buku buku yang di genggam Nada.
"Selamat tidur sayang, jadilah kebanggaan mamah," ucap Bu Irma lembut sambil mengelus rambut Nada.
Lalu mengecup pucuk kepala putrinya dan keluar dari kamar meninggalkan Nada yang sudah tertidur pulas.
Ditempat lain, Angga sedang mondar mandir di tempat tidurnya.Ia terus berpikir bagaimana caranya mengutarakan perasaan kepada Nada.
Dia juga memikirkan beberapa kejutan kecil untuk Nada jika nanti dia berhasil jadian dengan gadis pujaannya itu.Sampai-sampai semalaman dia tidak bisa tidur. Dia juga masih berpikir bagaimana jika sampai ditolak, tapi berusaha menepis pikiran buruknya itu. "Ah biar saja itu urusan belakangan yang penting mencoba," gumamnya meyakinkan diri. Tanpa sadar dia akhirnya tertidur.
***
Keesokan harinya,
Nada berangkat sejak pagi, hari ini dia pergi ke Mall untuk berbelanja.
Setibanya dimall dia menunggu Putri di pintu masuk.Ya, Nada sudah janjian dengan Putri dan beberapa teman lainnya untuk hangout bareng hari ini.
Beberapa menit Nada menunggu akhirnya Putri datang bersama dua orang temannya.Dia adalah Nina dan Riri.
Setelah saling menyapa dan berbincang sedikit mereka masuk bersama ke dalam mall.Mengelilingi setiap toko yang berjejer dan memilih barang barang yang mereka butuhkan.
"Putri aku bagus gak pake dress ini?" Tanya Nada ketika sampai ditoko pakaian.
Ia memegang dress warna hitam berhiasan aksen mutiara di bagian leher dengan panjang selutut.
"ehem,,bagus terlihat anggun dan sangat elegan," jawab sahabatnya sambil memperhatikan dress yang di pegang Nada.
"Eeh bentar deh kok tumben kamu pilih pilih dress party gituh?" Tanya Sahabat nya heran.
"Hehe," Nada hanya nyengir kuda dan tidak menjawab pertanyaan sahabat nya.
"Ih malah nyengir di tanyain juga," ujar Putri cemberut.
Sementara Nada dan Putri ditoko pakaian kedua temannya yang lain belanja di toko sepatu yang tepat berada sebelah toko pakaian tersebut.
"Iya, iya jadi nanti malem aku mau ngedate sama seseorang,"bisik Nada.
"What siapa siapa? yang Angga Angga itu ya?" Tanya Putri Antusias.
Nadapun hanya mengangguk sambil tersenyum malu-malu.
Nada memang sering menceritakan tentang Angga kepada Putri tapi Putri belum pernah bertemu secara langsung dengan calon pacar sahabatnya itu.Dia hanya pernah melihat fotonya yang di tunjukkan oleh Nada.
Putri juga kebetulan tidak satu kampus dengan Nada.Sehingga mereka sangat jarang bertemu sekarang.Tapi meski berjauhan keduanya tidak pernah absen untuk saling memberi kabar dan menyempatkan waktu pergi bersama seperti sekarang.
Selesai memilih dress Nada dan Putri menyusul kedua temannya di toko sepatu.Nada juga memilih heels untuk di pakai nanti malam.Entah kenapa Nada sangat ingin terlihat sempurna nanti malam hingga berani mengeluarkan tabungannya hanya untuk membeli barang-barang itu.
Setelah dirasa cukup lelah berkeliling dan berbelanja, mereka semua memutuskan untuk makan di cafe yang tempatnya tidak jauh dari mall tersebut.
Mereka hanya tinggal berjalan ke pintu keluar dan di sebelah kiri mall sudah sampai ke tempat yang di tuju.Nada dan teman-temannya duduk di sana dan langsung memesan makanannya masing-masing.Mereka mengobrol dan saling bercanda ria sambil menunggu pesanannya.
Nada melihat jam di pergelangan tangan nya, waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.
Selesai makan Nada dan Putri pulang bersama karena Putri akan menginap di rumah Nada malam ini, sementara Nina dan Riri masing masing naik taksi yang berbeda.
"Nad emang kamu udah move on ya dari kak Yoga?" Tanya Putri tiba-tiba.
Nada mengernyitkan dahi dan berpikir sejenak.
"Kasian loh kalau cuman di jadiin pelarian doang, Angga juga baik banget kan orangnya, " ucap Putri.
Belum sempat Nada menjawab Putri sudah kembali bicara dan membuat Nada sedikit kesal.
"Duh apaan sih Put kenapa harus ngebahas Yoga lagi," gerutu Nada kesal.
"Ya sorry gue kan cuman mastiin aja takutnya malah kaya si Aldo baru sebulan pacaran udah lu putusin kasian tau, galau mulu dia tuh, " timpalnya lagi.
"Bedalah kalau sama Angga aku emang udah ngerasa nyaman gak kaya pas sama Aldo , lagian Aldo juga ketahuan masih punya pacar waktu itu, makanya aku putusin," jawab Nada menjelaskan tentang dirinya dan Aldo.
Memang waktu itu Aldo punya pacar yang lain sebelum jadian dengan Nada dan kebetulan pas udah jadian mereka belum sempet putus.Bukannya bicara dan putus baik baik Aldo malah terus menghindari pacarnya dan terus mendekati Nada sampai akhirnya mereka jadian.
Setelah jadian Nada sering memergoki Aldo yang di telepon oleh pacarnya, tidak sengaja dia mendengar semua percakapan antara Aldo dan pacarnya.
Disana Nada mendengar kalau sebenarnya hubungan mereka belum putus.Dan saat itu juga Nada langsung memutuskan Aldo.
"Kok gak cerita ke gue waktu itu alasan lo putusin dia? Gue kirain gara gara lo nya aja yang belum move on," ujar Putri kesal.
"Belum sempet,"jawab Nada singkat.
Sepanjang perjalanan mereka terus berbincang, hingga tak terasa taksi online yang mereka tumpangi sudah berhenti tepat di depan rumah Nada.