*Pov Nada*
Meski sebenarnya aku rindu dengan pertemuan kita, rindu dengan obrolan-obrolan kecil yang menyenangkan, rindu dengan segala tentang kamu.
Namun sebisa mungkin aku berhenti, berhenti mengusikmu, berhenti mencarimu.
Biarlah rindu ini ku nikmati sendiri tanpa merayu ataupun mengganggumu lagi!
***
"Naad bangun sayang udah siang, hari ini kamu harus ke kampus kan, ayo siap siap lanjut sarapan," panggilan ibu dari meja makan menyadarkan lamunanku.
"Iya mam sebentar,"jawabku sedikit berteriak.
Sedari tadi sebenarnya aku sudah bangun hanya saja masih belum ingin beranjak dari tempat tidur.Aku bergegas untuk mandi dan bersiap-siap karena hari ini sudah mulai masuk kuliah normal setelah selesai masa orientasi minggu lalu.
Mulai hari ini aku juga sudah tidak bekerja lagi ditempat kosmetik tante karena harus fokus dulu kuliah lagi pula waktunya juga bentrok.
Setelah selesai bersiap aku segera menuju meja makan dan langsung menyantap makananku dengan terburu buru. Aku tidak ingin telat sampai dikampus.
"Assalamualaikum!"
Siapa pagi-pagi begini sudah ada yang bertamu pikirku, saat ku buka pintu ternyata Angga yang datang, dia pasti sengaja ingin menjemputku untuk berangkat bareng ke kampus.
"Waalaikumsalam, hei ternyata kamu yang dateng yu masuk dulu!" Sapaku.
Aku mempersilahkan Angga duduk di ruang tamu dan memintanya menungguku sebentar.
"Aku ke dalem dulu ya," ucapku sambil berlalu untuk kembali ke meja makan berpamitan kepada kedua orang tuaku.
"Sarapannya gak dihabisin dulu sayang?" Ucap ayah.
"Gak papa yah udah ditungguin Angga gak enak, Nada pergi dulu ya Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!" Ucap keduanya serempak.
"Ayo pergi sekarang," ajakku kepada Angga
"iya, aku pamit mamah papamu dulu,"jawab Angga sambil menyalami Ayah dan ibu yang sudah berada di ruang tamu.
"Hati-hati, titip Nada ya," ucap ayah dan ibu kepada Angga.
***
Sesampainya dikampus lagi-lagi bertemu dengan dia yang paling tidak ingin ku temui, laki-laki yang telah membuatku patah berulang kali.
Aku melihat dia dengan Sheilla berjalan berdampingan dari parkiran, sudah bisa ku tebak bahwa mereka memang berangkat bareng.
Ahh udahlah aku pura-pura gak liat aja, males juga ngeliatin mereka,aku menghela nafas dan berjalan cepat menyusul Angga yang sudah jauh di depan sana aku rasa dia tidak sadar bahwa aku ketinggalan jauh di belakangnya.
*PoV Author*
Disebrang sana laki-laki itu juga memandangi Nada dari kejauhan, sementara di sampingnya ada Sheilla yang bergelayut mesra menggandeng tangannya.
Sebenarnya Yoga merasa risih dengan sikap Sheilla apalagi dia tau bahwa ada Nada yang memperhatikan ke arah mereka berdua, tapi dia juga tidak ingin membuat Sheilla sedih lagi terlebih Sheilla juga belum pulih benar setelah sakit kemaren.
Ada rasa bimbang dihati Yoga dia tau benar bahwa saat ini Nada benar-benar sedang terluka karena ulahnya kemarin.Tapi dia juga merasa kasihan pada Sheilla.
Entahlah laki-laki seperti Yoga tampaknya memang tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan hingga pada akhirnya dia membuat banyak hati terluka.
"Hey...Hallo Nada?" Panggil Angga sambil mengipaskan telapak tangannya di depan wajah Nada.
"Ehh iya apa maaf maaf," Nada terperanjat kaget karena tadi pikirannya sedang tidak ada di sana.
Dia masih memikirkan kemesraan Yoga dan Sheilla di parkiran tadi.
Nada berpikir bisa-bisanya Yoga menggandeng Sheilla dengan mesra di depan matanya setelah apa yang dia lakukan kepadanya, apa dia sungguh tidak berpikir sedikitpun bagaimana perasaan Nada melihat semua itu.
Nada tidak mengerti dengan sikap Yoga yang selalu berubah setelah sebelumnya membuat Nada terkesan tiba-tiba dengan gampangnya kembali ke pelukan Sheilla tanpa memikirkan perasaan Nada sama sekali.
Rasa cinta dan benci kini bergelut didalam hatinya.
Jika melihat semua perlakuan buruk Yoga seketika rasa benci menggebu gebu di dalam hatinya, rasanya dia benar-benar ingin melupakan segalanya, mengubur semua kenangan yang pernah mereka lalui, bahkan jika bisa rasanya ingin sekali dia tiba- tiba amnesia dengan semua hal yang berkaitan dengan Yoga.
Namun sayang rasa cinta didalam hatinya juga masih sama kuatnya, bahkan semakin di lupakan malah semakin kuat.
Bodohnya lagi dia selalu menerima Yoga setiap kali laki-laki itu datang menemuinya.Nada tidak bisa benar- benar menolak dengan tegas hingga hatinya harus terluka berulang kali.
"Kamu kenapa? ngelamunin apa sih?" Tanya Angga yang melihat Nada terus diam sedari tadi.
"Aku gak papa cuman agak sedikit pusing aja gara-gara semalam kurang tidur".
"Emm yaudah kita ke kantin dulu yu,"
ajak Angga sambil menggandeng tangan Nada.
Mereka Berjalan berdampingan menuju kantin sambil sesekali saling melirik dan melempar senyum.
Sesampainya di kantin mereka berdua memesan minuman hangat.Sambil menunggu pesanannya datang mereka berdua saling mengobrol dengan santai dan sesekali diselingi dengan candaan.
Sementara ditempat yang tidak jauh dari sana, seseorang sedang memperhatikan kedekatan mereka berdua.
Yoga menyaksikan pemandangan itu dengan perasaan yang panas dan kesal.Ia masih tidak rela jika melihat Nada bersama dengan laki-laki lain meskipun dia sendiri sedang bersama kekasihnya saat ini.
Tepat di sampingnya Sheilla sedang duduk sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.Sheilla memperhatikan raut wajah kekasihnya yang seperti ingin memakan orang.
Awalnya dia bingung sendiri dan bertanya-tanya ada apa dengan Yoga terlihat sedang marah tapi marah pada siapa? apa dirinya berbuat kesalahan?
Semua pertanyaan itu muncul di pikirannya hingga matanya menatap sosok gadis cantik yang dia kenal sedang duduk bersama laki-laki yang juga tidak asing di matanya.
''Angga'"gumamnya dalam hati "ngapain dia sama Nada?''
Sheilla mengerti melihat itu, dia tau bahwa Yoga sedang cemburu melihat kedekatan Nada dengan laki-laki itu.
Sheilla jadi punya ide untuk semakin mendekatkan sepupunya itu dengan Nada agar Yoga tidak bisa lagi mendekati Nada.Ia berpikir bahwa Yoga akan dengan mudah kembali ke pelukan nya dan segera melupakan Nada.
Ya, ternyata Angga adalah anak dari tantenyaSheilla.Angga memang sering cerita kalau dia sedang dekat dengan seorang mahasiswi baru namun Sheilla tidak menyangka bahwa ternyata mahasiwi yang selalu di ceritakannya adalah Nada.
Bukan hanya itu Angga juga tidak pernah tau bahwa orang yang Nada ceritakan dalam kisah cinta segitiganya itu adalah kakak sepupu dan pacarnya karena memang Nada tidak pernah memberi tahukan namanya.
Sheilla segera mengajak Yoga pergi dari tempat itu dia juga bersikap seolah-olah ia tidak tahu dengan apa yang sedang kekasihnya perhatikan itu.
Dia segera membayar pesanannya dengan Yoga dan berlalu dari sana.
"Anter aku pulang yu kayaknya aku kecapean nih, "ujar Sheilla.
"Oh yaudah ayo kamu harus istirahat ya kan belum pulih benar," pikiran yang sedari tadi memikirkan Nada langsung terfokus pada wanita dihadapannya. Ia khawatir jika Sheilla sakit lagi.
Entah bagaimana perasaannya saat ini Ia benar-benar dilema hatinya menginginkan Nada tapi juga tidak tega meninggalkan Sheilla.
Sheilla selalu baik padanya, dia banyak berhutang budi kepada Sheilla itu alasannya Yoga tidak pernah bisa benar-benar melepaskan Sheilla.
Sheilla memang sengaja selalu membuat Yoga merasa hutang budi.Sejak dulu dia selalu mengambil kesempatan ketika Yoga sedang dalam kesulitan.
Terdengar sangat licik tapi memang begitulah Sifat asli Sheilla ketika ia menginginkan sesuatu maka bagaimanapun caranya dia harus mendapatkannya.
Selama ini Sheilla juga sudah berbohong kepada Nada dan menjelek-jelekan Yoga di depan Nada.
Supaya Nada membenci Yoga dan tidak menggangu hubungannya dengan Yoga.
Padahal tidak semua yang dikatakan Sheilla adalah kebenaran.Sheilla sengaja memprovokasi Nada untuk menjauhkan Nada dengan Yoga.
Bahkan saat ini Sheilla juga sedang berakting dan pura pura masih sakit di depan Yoga, pedahal sebenarnya dia sudah baik-baik saja.
Dia hanya memanfaatkan kebaikan Yoga agar merasa iba terhadap dirinya sehingga tidak bisa meninggalkannya.
Yoga memang laki-laki yang baik namun terlalu naif sehingga mudah percaya.