Sheilla adalah seorang gadis yang lahir dari keluarga berada, Ayahnya seorang pengusaha dan ibunya juga adalah seorang wanita karir yang tak kalah sukses dari sang ayah.
Sheilla juga anak tunggal dari keluarga tersebut. Tak heran jika sikapnya sangat manja dan dia adalah tipe orang yang selalu mendapatkan segala sesuatu yang dia inginkan.
Bagaimana tidak, orang tuanya yang berada bisa memberikan apapun yang Sheilla minta.Oleh sebab itu dia tidak akan mudah untuk melepaskan sesuatu yang dia inginkan untuk diberikan kepada orang lain.
Sheilla tidak akan semudah itu melepaskan Yoga, apalagi sekarang mereka sudah resmi bertunangan yang artinya sudah menuju ke jenjang serius hanya tinggal selangkah lagi mereka akan resmi dipersatukan dalam ikatan yang sebenarnya, ikatan yang sah dimata hukum dan agama.
"Aku Yakin Yoga akan kembali saat melihatku seperti ini, tidak mungkin dia tega meninggalkanku begitu saja,"gumam Sheilla. Dalam hatinya ia merasa penuh kemenangan.Bahkan sekarang sudah seharian Yoga menemani Sheilla di rumahnya.
Yoga memang tipe laki-laki yang sangat penyayang,tidak tegaan dan penuh perhatian.Oleh sebab itu Sheilla memanfaatkan semua sifat baiknya untuk membuat Yoga terus berada di sampingnya.
Sebenarnya Yoga memang sudah tidak begitu mencintai Sheilla dia hanya kasihan dan merasa berhutang budi kepada Sheilla yang selama ini begitu baik, selalu membantunya setiap ada kesulitan, bahkan selalu berada di sampingnya dari sejak awal masuk kuliah.
Karena itulah Dia selalu berusaha bersikap baik terhadap Sheilla.Meski terkadang dia jenuh dan seringkali berulah tapi Sheilla tetap tidak mau melepaskan Yoga.
Bahkan sudah berkali-kali Yoga sengaja selingkuh dengan beberapa wanita namun sangat sulit meninggalkan Sheilla karena kekasihnya itu selalu saja memaafkan kesalahannya dan tidak pernah memperpanjang masalah.
Setiap kali mereka bertengkar beberapa saat kemudian Sheilla selalu datang menyapa lebih dulu dan meminta maaf meski bukan dia yang salah.
***
Suasana yang dingin dengan rintik hujan bersahutan serta desiran angin malam seakan berusaha memecah kesunyian.
Namun malam ini begitu pekat tanpa seberkas cahaya, menggambarkan suasana hati seorang gadis yang sedang terluka.
Nada merasakan lagi sakitnya diabaikan, dicampakkan dan tidak dipedulikan sama sekali.
Bukan hanya karena diabaikan namun yang lebih sakit adalah ketika ia di terbangkan ke atas awan menggapai langit yang tinggi lalu kemudian di jatuhkan sejatuh jatuhnya.
Untuk kesekian kalinya dia merasakan sayap-sayapnya patah menjadi kepingan yang berhamburan ke tanah.
Baru saja kemarin Yoga bersikap sangat manis, memberi kejutan indah yang bahkan tak pernah terpikirkan olehnya.Namun sekarang lagi dan lagi semua itu hanyalah bualan semata, lagi-lagi semua itu hanyalah harapan kosong yang sama sekali tak akan pernah menjadi kenyataan.
Lagi-lagi rasa sesak itu menghampiri bagai sebuah hantaman yang mendarat tepat di d**a.
Bulir-bulir air mata yang berusaha ia tahan sekuat tenaga kini mengalir deras di pipinya.
Dia berharap bahwa ini adalah akhir dari semuanya, Nada benar benar ingin menutup semua cerita tentang laki laki itu dan menguburnya sangat dalam.
Biarlah semua menjadi kenangan yang terkunci selama-lamanya di dasar hati terdalam.
***
Sheilla dan Yoga sedang duduk ditaman belakang rumahnya saat ini.
"Gimana Shee sekarang udah baikan atau masih pusing? kalau masih pusing kita ke dokter ya aku anter," ujar Yoga sambil menyodorkan satu sendok makanan dan menyuapi Sheilla.
"Udah enakan ko gak papa, Kamu gak pulang? pasti kamu cape seharian disini ngurusin aku, maaf ya," ucap Sheila lirih.
"Iya abis kamu makan aku pulang, tapi nanti aku balik lagi kesini dan ngecek kondisi kamu, kamu harus istirahat yang cukup biar cepet baikan!"
Selesai makan Yoga berpamitan kepada orang tua Sheilla dan bergegas untuk pulang.
"Istirahat ya, Aku pulang dulu," ucap Yoga sambil mencium pucuk kepala Sheilla.Sheilla tersenyum bahagia melihat Yoga bersikap sangat manis seperti biasanya.Dalam hatinya sangat yakin bahwa Yoga akan kembali dan meninggalkan Nada.
Sesampainya dirumah Yoga melihat ponselnya ada beberapa pesan yang masuk, salah satunya dari Nada.
"Kamu dimana Kak gak pulang dari kemaren?"
Yoga membalas pesan itu dengan beralasan jika dia sedang menengok sodaranya yang sakit kemaren.
Sebenarnya Yoga tidak bermaksud membohongi Nada tapi dia juga bingung harus menjawab apa.Dia takut Nada akan sakit hati jika mengetahui yang sebenarnya.
"Untuk saat ini biarlah seperti ini dulu nanti aku akan bicara dengan Nada tentang Sheilla, aku juga harus ngomong tentang aku yang balik lagi ke Sheilla, "ucap Yoga yang berbicara sendirian.
tok tok tok
"Masuk mahh"
"Kamu dari mana ko kaya kecapean gitu sih kurang tidur ya? nginep dimana semalem?" Cerocos wanita paruh baya itu.Suara ketukan tadi adalah ibunya Yoga.Beliau masuk dan langsung mencecar Anak sulungnya itu dengan berbagai pertanyaan.
"Dirumah Sheilla maah," jawab Yoga malas.
"Apa? kamu nginep dirumah Sheilla? apa-apaan kamu ini belum nikah udah nginep-nginep disana? mau bikin mamah malu hah?" Panik ibunya sambil berkecak pinggang.
"Tenang dulu dong mam, aku gak ngapa- ngapain, kemaren Sheilla pingsan dan orang tuanya minta aku buat nemenin dia udah gitu aja gak aneh aneh kok,"jelasnya.
Yoga menjelaskan detilnya kepada sang ibu yang super duper cerewet dan panikan itu.
"Ooh kirain kamu bikin ulah di sana awas aja, terus,terus gimana sekarang keadannya Sheilla?Sakit apa?"Tanya ibunya.
"Udah mendingan cuman kecapean,kurang tidur sama sering telat makan aja jadi tensinya rendah,"jawab Yoga.
"Ya Syukurlah. Tapi ko bisa kurang tidur sama sering telat makan gitu emangnya di kampus lagi sibuk banget ya sampe Sheilla kurang memperhatikan dirinya sendiri?"Tanya ibunya heran.
"Engga sih sebenarnya Sheilla kaya gitu gara-gara Yoga mutusin dia,"ucap Yoga menunduk.
"Kenapa diputusin kalian itu udah tunangan loh seenaknya aja main putus-putus. Dulu aja waktu mamah yang nyuruh kamu putusin dia karena mamah kurang suka dan usianya lebih dewasa dari kamu gak pernah tuh nurut, sekarang kok tiba-tiba bisa mutusin?"Sungut ibunya kesal.
"Gak jadi lagi kok putusnya gak tega aku Mam, takut Sheilla kenapa-kenapa sekarang aja sampe sakit gitu," jawabnya.
"Ya udah terserah kamu aja, sekarang mending kamu makan terus istirahat mamah keluar dulu,"ucap ibunya sambil berlalu keluar kamar Yoga.
"iya mah!"
"Bikin repot aja ya anak itu belum nikah juga udah ngerepotin anakku gimana nanti udah nikah, lagian Yoga sih bandel banget dari dulu disuruh tinggalin gak pernah nurut sekarang udah kaya gini kan dia juga yang ribet ngurusin anak manja itu," gerutu ibunya sambil mengaduk masakannya didapur.
"Kenapa sih mah, masak kok sambil ngomel-ngomel gitu? nanti masakan nya gak enak loh," celetuk Ayah Yoga yang tak sengaja mendengar istrinya mengomel sambil masak.
"Gak papa pahh, yu makan udah siap semua nih!"
"Dinn ayo makan panggil kakak mu!" Teriak ibu memanggil dina dari meja makan.Dina adalah adik perempuan Yoga.
Keluarga Yoga memang dari awal kurang setuju dengan hubungan Yoga dan Sheilla tapi mereka bukan tipe orang tua yang pemaksa.Mereka tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan percintaan putranya.
Dan lagi mereka sadar bahwa Sheilla sering membantu Putra kesayangannya.Sehingga mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena alasan hutang budi.