Yoga berusaha menenangkan Nada dan menjelaskan secara perlahan tentang hubungannya dengan Sheila yang ternyata benar-benar berakhir.
*flashback*
"Sayang kamu kenapa sih diem terus? kamu sakit ya atau kenapa cerita sama aku," suara Sheila yang terus-menerus bertanya dan mengomel sampai sampai membuat Yoga terasa pusing dan kesal.
"Kamu tuh bisa diem dulu gak sih aku pusing dengernya dari tadi ngoceh terus," bentakYoga yang sudah tak tahan mendengar ocehan tunangannya itu.
Sheila tak terima sampai akhirnya bertengkar hebat dan Yoga memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka.
Sebenarnya Sheila sangat kecewa dan tidak menerima keputusan Yoga, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa saat ini, Sheila berpikir bahwa menuruti keinginan Yoga adalah keputusan terbaik untuk sekarang.
Akhirnya mereka sama sama setuju untuk menjalani kehidupan masing- masing tanpa saling terikat lagi.Sebenarnya Yoga hanya memikirkan Nada.
Sedari tadi diam bukan karena sakit tapi karena sangat merindukan gadis mungilnya.
Yoga juga sudah berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Sheila dan berusaha untuk melupakan segala tentang Nada, tapi apa boleh buat perasaannya, pikirannya semua sudah terisi penuh dengan Nada. Hanya Nada yang saat ini benar-benar dia cintai.
Setelah urusannya dengan Sheila selesai Yoga memutuskan untuk menemui Nada dengan berbagai kejutan romantis.
Dia menyiapkan segalanya dengan sempurna berharap Nada akan memaafkan semua kesalahan yang Yoga perbuat dan menerimanya kembali.
*flashback off*
"Kamu kenapa harus ngelakuin semua ini sih, Kasihan Kak Sheila,"ucapnya.
"Mungkin ini udah jalannya sayang, kamu gak usah pikirin lagi semua itu yang penting sekarang kita bisa sama sama terus, kamu seneng kan?" Ucapan Yoga yang lembut membuat hati Nada benar-benar melting, bagaimana tidak kebahagiaan yang selama ini di nantinya ternyata datang secepat ini.
Antara percaya dan tidak tapi inilah kenyataan yang ada didepan matanya sekarang,mereka kembali bersama.
Entahlah jika memang sesuatu itu tercipta untuk kita maka akan tetap kembali dengan cara apapun.Sekuat apapun berusaha kita tidak akan pernah bisa menghindarinya, begitupun dengan cinta, sejauh apapun pergi bersama orang lain pada akhirnya akan kembali.
Disisi lain ada Sheila yang menangis, meratapi kisahnya sendiri.Sheila tidak percaya bahwa akhirnya dia benar-benar kehilangan seseorang yang sangat di cintainya, seseorang yang sangat ia pertahankan selama ini.
Selama ini dia selalu menerima segala kekurangan laki-laki itu, menerima setiap perlakuannya, memaafkannya meski berkali-kali di selingkuhi. Namun pada akhirnya dia harus berusaha ikhlas dengan takdir yang tidak berpihak kepadanya.
Rasanya memang sakit tapi akan lebih sakit jika terus di paksakan setelah mengetahui bahwa orang yang kita cintai ternyata tidak lagi memiliki perasaan itu untuk kita.
"Semoga kamu bahagia sama dia ya," gumam Sheila seraya menitikkan air mata di pipinya.
Butir-butir bening itu sudah tak lagi bisa di tahan bahkan sekarang kakinya sudah terasa begitu lemas hingga tubuhnya luruh ke tanah dan matanya terpejam sempurna.
Sheila sudah tak sadarkan diri, kedua orang tuanya panik melihat putrinya yang tiba-tiba pingsan.
Mereka dengan spontan menghubungi Yoga tanpa tau masalah apa yang sedang terjadi.
Dring telepon berbunyi dan Yoga mengangkat ponselnya.
"Hallo pak Assalamualaikum"Sapa Yoga kepada seseorang di ujung telepon.
"Iya Halo Nak waalaikumsalam, kamu bisa tolong segera ke rumah nak, Sheila pingsan dan kami juga tidak tau apa penyebabnya," ucap ayahnya Sheila dengan suara cemas.
"Baik pak saya segera kesana,"jawab Yoga sambil menutup teleponnya.Sebenarnya dia sudah tidak mau berurusan dengan Sheila tapi dia juga tidak bisa lepas tanggung jawab seperti itu terlebih orang tuanya belum tau apapun tentang hubungan mereka yang berakhir.
Nada samar-samar mendengar percakapan itu, tapi tidak begitu jelas. Yoga bergegas pergi ke rumah Sheila dengan motornya tanpa menjelaskan apapun kepada Nada bahkan meninggalkannya begitu saja.
Sesampainya di sana Sheila belum juga sadar dengan terpaksa Yoga harus menunggu sampai Sheila sadar.
Orang tuanya sangat panik, mereka sudah menelpon dokter tapi belum juga tiba.
Ibunya terus mondar-mandir dipintu masuk menunggu dokter datang.
Setelah kurang lebih 15 menit menunggu akhirnya dokter datang dan langsung diarahkan menuju kamar Sheila untuk segera memeriksakan keadaannya.
"Tidak ada yang serius, Dia hanya Shock dan sepertinya sering telat makan dan kurang tidur, Hanya perlu istirahat yang cukup dan menjaga pola makannya saja nanti akan kembali pulih," ucap dokter setelah memeriksa Sheila.
"Terimakasih Dokter,"ucap kedua orang tua Sheila serentak.
"Sama-sama, ini resep vitamin untuk Sheilla, kalau begitu saya permisi!"
"Mari saya antar," ucap ibu Sheila sambil menggiring dokter ke pintu depan.
Sheilla mengerjap, matanya membulat mendapati ada seorang pria yang tidak asing terduduk tidur di sampingnya.
"Hey, bangun kenapa kamu disini," ucap Sheila lirih sambil mengelus pucuk kepala laki-laki itu penuh sayang.
"Ehh kamu udah bangun Shei,maaf aku ketiduran, gimana keadaan kamu? Apa yang sakit ?"Pertanyaan Yoga mulai memberondong.Terlihat dia sangat khawatir kepada Sheila.
"Aku gak apa-apa ,cuman sedikit pusing aja," jawab Sheila yang berusaha menahan air mata dan menutupi kesedihannya.
"Sayang kamu udah sadar, kamu kenapa sih nak ibu khawatir," sapa Ayah dan ibunya yang baru saja masuk kamar Sheilla.
"Gak papa bu, maaf udah bikin kalian khawatir,"Sheila memaksakan senyum dan berusaha menepis kekhawatiran kedua orang tuanya.
Sheilla juga belum sempat menceritakan masalahnya dengan Yoga kepada orang tuanya, dia bingung harus bagaimana menyampaikan kepada mereka.
Sheilla sangat takut jika orang tuanya marah dan berbuat sesuatu kepada Yoga.
"Yasudah kamu istirahat ditemani Yoga ya, ibu sama ayah keluar dulu," ucap Ibu sambil mengusap sayang kepala Sheilla.
"Kamu yakin gak papa?" Tanya Yoga memecah kebisuan setelah kedua orang tua Sheila pergi.
Sheila hanya menggelengkan kepalanya tanpa berkata.
Yoga merasa sangat bersalah kepada Sheilla hingga akhirnya Yoga memutuskan untuk kembali kepada Sheilla dan tentu saja Sheilla menerimanya dengan senang hati karena dia sangat mencintai Yoga, sebesar apapun kesalahan yang pernah di lakukan sebelumnya Sheila tidak peduli, yang ia inginkan hanyalah terus bersama dengan kekasihnya itu.
***
Nada bolak balik mengecek ponselnya sedari tadi, dia bingung tak ada kabar sedikitpun dari Yoga.Bahkan beberapa pesan yang dia kirimkan belum juga dibaca.
Setelah acara kencan romantis kemaren tiba tiba saja Yoga pamit pergi tanpa mengatakan apa yang terjadi.
Hatinya mulai resah sejak itu, Nada curiga bahwa Yoga mungkin menemui Sheilla, tapi kemaren dia masih berusaha berpikir positif mungkin ada urusan mendesak atau acara keluarga lainnya.
Sebenarnya Nada juga tidak terlalu banyak berharap lagi untuk memiliki Yoga karena dia tau betul bahwa Sheilla tidak mungkin melepaskan Yoga begitu saja, bahkan saat Sheilla tahu bahwa Yoga dekat dengan Nada, Sheilla tidak berani memarahi Yoga, malah Sheila justru hanya marah kepada Nada dan meminta agar Nada menjauh dari Yoga.
Sudah bisa ditebak bahwa Sheilla sangat mencintai Yoga lebih dari dirinya sendiri.