Thomas, jika kau kembali ke tempat sebuah kisah dimulai, jangan mencari orang yang sama persis. Berbahagialah jika kalian telah belajar berjalan dengan lebih baik.
Duke of Gordon ke-X.
***
Menjelang setahun pernikahan mereka, Annalise mengusulkan pergi ke Bath.
Thomas mengangkat wajah dari surat dan menatapnya cukup lama sampai gadis itu mulai tersenyum.
"Aku menyebut nama kota, bukan meminta kita mencari pohon untuk dipanjat."
"Aku mengenal cara gagasanmu berkembang."
Annalise duduk di dekatnya dan memperlihatkan surat Joanna. Rombongan akan kembali mengadakan pertunjukan di kota tersebut, sementara Ruthbone serta Isabel telah beberapa kali mengatakan akan senang menerima kunjungan jika waktu memungkinkan.
Ia ingin menemui sahabat, melihat beberapa tempat yang dikenal, dan menikmati perjalanan yang tidak ditentukan oleh keinginan menghindari season atau rencana menjebak seseorang ke dalam pertunangan.
Thomas membaca surat itu, lalu tersenyum.
"Aku ingin ikut."
"Bagus. Aku memang sedang mengundang suamiku."
Mereka mulai membicarakan waktu, bukan langsung memanggil pelayan untuk menyiapkan seluruh rumah dalam satu sore.
***
Perjalanan dilakukan setelah pekerjaan yang perlu diselesaikan mendapat tempat yang jelas. Matthew memilih waktu agar dapat menemui Joanna juga, sedangkan Edith lebih dahulu membuat rencana bersama Gresham untuk menyusul pada sebagian kunjungan.
Duke of Berrow tidak dapat ikut selama seluruh waktu, tetapi mengirim kabar bahwa ia akan senang mendengar cerita perjalanan putrinya.
Annalise kini berusia dua puluh dua. Ia tidak merasa satu tahun pernikahan telah menjadikannya orang yang mengetahui semua hal. Namun, ia lebih mudah mengatakan apa yang ingin dilakukan dan apa yang perlu ditunda ketika tubuhnya meminta jeda.
Thomas masih dapat terlalu cepat mempunyai gagasan.
Bedanya, sekarang ia lebih sering menanyakannya sebelum mengubah gagasan menjadi perintah kepada orang lain.
Mereka menempuh perjalanan dengan waktu istirahat yang disepakati, membawa buku, kertas, dan cukup sedikit barang sehingga Thomas hanya mengeluh satu kali mengenai peti.
Annalise menganggapnya keberhasilan yang patut dicatat.
***
Bath menyambut mereka dengan jalan yang terasa akrab dan beberapa perubahan kecil yang segera menjadi bahan perdebatan.
Thomas merasa sebuah toko dahulu berada lebih dekat dengan persimpangan. Annalise yakin dirinya mengingat tempat yang benar. Keduanya akhirnya bertanya kepada orang yang mengetahui, lalu menemukan bahwa Thomas mencampuradukkan dua jalan.
Gadis itu tidak melepaskan kesempatan tertawa.
"Kau boleh mengingatkan aku selama satu hari," katanya.
"Syarat yang belum kusetujui."
Mereka tinggal di kediaman keluarga yang telah disiapkan sebelum kedatangan. Tidak ada luka yang disembunyikan, nama yang dipalsukan, atau orang yang menunggu di balik pintu tanpa mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya.
Pada sore pertama, Annalise memilih beristirahat daripada segera memenuhi semua undangan.
Thomas menyelesaikan satu surat singkat, lalu duduk di dekatnya dengan buku.
Mereka telah menempuh jalan cukup jauh untuk mengetahui bahwa menunda satu kegiatan tidak membuat seluruh perjalanan kehilangan nilainya.
***
Kunjungan ke rumah Ruthbone berlangsung pada hari berikutnya. Isabel sudah mempunyai cerita sejak mereka masuk, dan suaminya beberapa kali perlu mengingatkan agar tamu memperoleh kesempatan duduk sebelum mendengar seluruh kabar Bath.
Annalise memeluk wanita itu, menyerahkan bingkisan sederhana, lalu menanyakan Hugo.
Pemuda itu datang dari ruang kerja tidak lama kemudian. Ia tampak lebih tenang menjelaskan apa yang sedang dipelajari, meskipun masih berhenti untuk meminta pendapat Ruthbone ketika pembicaraan menyentuh bagian yang belum dikuasainya.
Annalise senang melihatnya.
Perasaan itu tidak lagi meminta penjelasan lain.
Mereka berbicara tentang ayah Hugo, keluarga Berrow, dan surat-surat yang kadang tiba lebih lambat daripada cerita berikutnya. Thomas ikut mendengar dengan sikap yang tidak menuntut semua kenangan istrinya harus dimulai setelah dirinya datang.
Hugo mempunyai jalan yang dipilihnya sendiri.
Annalise juga demikian, dan keduanya dapat saling menyayangi sebagai sahabat tanpa terus berharap salah satunya akan mengubah arah.
***
Ruthbone menanyakan kegiatan menggambar Annalise. Ia membawa beberapa hasil kecil untuk diperlihatkan dan menyerahkan gambar sudut rumah mereka sebagai ucapan terima kasih atas keramahan yang tidak pernah terasa perlu dihitung.
Isabel langsung ingin menentukan tempatnya.
Ruthbone menyarankan menunggu sampai teh selesai agar dinding tidak segera menjadi alasan seluruh orang berdiri.
Thomas tertawa, kemudian mengaku ia pernah menyaksikan perdebatan yang sangat serius mengenai letak vas.
Annalise memandangnya dengan peringatan yang tidak cukup keras untuk menghentikan cerita.
Mereka tertawa bersama ketika bagian Edith disebut. Dokter itu mendengarkan dengan wajah senang, melihat gadis yang dahulu datang terutama karena urusan kesehatan kini mempunyai begitu banyak hal lain untuk diceritakan.
Ia tidak menyebutnya sembuh.
Annalise pun tidak memerlukan kata tersebut agar hidup yang sedang dijalani terasa lebih luas daripada sebelumnya.
***
Percakapan pribadi dengan Ruthbone mendapat waktu tersendiri selama kunjungan, sebagaimana diinginkan Annalise sejak lama. Tidak ada tamu yang menunggu untuk mendengar hasilnya sebagai pengumuman keluarga.
Sesudahnya, ia kembali kepada Thomas dan mengatakan bahwa dirinya senang sudah bertanya mengenai hal-hal yang ingin dipahami.
Tidak semua pertanyaan tentang masa depan dapat mempunyai jawaban pasti. Mereka tetap tidak membuat rencana mengenai anak pada saat itu, dan keputusan tersebut tidak memerlukan pembelaan di meja orang lain.
Thomas mendengarkan bagian yang ingin dibagikan istrinya, tidak meminta keterangan tambahan kepada dokter diam-diam.
Annalise kemudian menanyakan apakah mereka masih mempunyai waktu mengunjungi toko buku sebelum pulang.
Ia cukup nyaman untuk berjalan sebentar, dan ada sesuatu yang ingin dilihat.
Thomas menawarkan lengan.
"Aku akan berusaha tidak memberikan pendapat tentang tanaman tanpa ditanya."
"Aku menghargai ambisinya."
***
Di toko buku, mereka menemukan tempat yang mengingatkan pada kunjungan lama. Annalise membalik halaman bergambar daun, sementara Thomas menjaga agar siku tidak menggeser tumpukan di dekatnya.
Gadis itu melihat gerakan tersebut dan tertawa sebelum dapat menahannya.
"Kau sedang memikirkan sesuatu," katanya.
"Aku mengingat seorang pria yang dahulu tampak sangat tinggi untuk ruangan ini."
"Sayangnya, bagian itu belum banyak berubah."
Ia memperlihatkan sebuah gambar, lalu menanyakan pendapat Thomas. Kali ini pria tersebut dapat menyebut bentuk daun dengan benar, setelah cukup banyak sore mendengarkan istrinya membicarakan hal serupa.
Annalise memberinya pujian yang sengaja terdengar sangat megah.
Pemilik toko menatap mereka sebentar, tersenyum, lalu membiarkan pasangan itu meneruskan percakapan tanpa mengetahui betapa banyak perjalanan yang tersimpan di antara dua halaman buku sederhana.
***
Malamnya, kabar Joanna tiba memastikan waktu pertunjukan yang akan mereka hadiri. Matthew sudah bertemu adiknya dan mengatakan Mrs. Hudson tetap mempunyai keyakinan bahwa seluruh rombongan bekerja untuk kenyamanannya.
Annalise menantikan pertemuan itu, tetapi tidak memaksakan kegiatan tambahan sebelum hari berikutnya.
Ia duduk dekat jendela, membuka buku baru, lalu menoleh ketika Thomas datang membawa dua cangkir.
"Tehmu sendiri," katanya sebelum gadis itu sempat bertanya.
Annalise tertawa, mengingat sebuah kebiasaan yang dahulu membuatnya ingin memarahi pria tersebut.
Kini ia mengambil cangkir dari tangannya dan memberi tempat di kursi sebelah.
Bath terasa akrab, tetapi mereka tidak datang untuk menjadi dua orang yang sama seperti dahulu.
Annalise membuka halaman pertama, sementara Thomas duduk cukup dekat untuk melihat gambar tanpa menutupi seluruh cahaya.
Kali ini, ia tidak perlu diminta bergeser.