Thomas, perhatikan orang di sisimu ketika semua orang memandang kalian. Ia mungkin lebih membutuhkan segelas air daripada pidato tambahan.
Duke of Gordon ke-X.
***
Jamuan pernikahan hampir kehilangan awal yang tenang karena tiga orang sekaligus ingin memastikan tempat duduk Annalise cukup nyaman.
Gresham memikirkan cahaya. Edith memikirkan angin dari pintu. Thomas memikirkan keduanya, lalu menyadari bahwa istrinya belum sempat mengatakan apa-apa.
Annalise memandang kursi yang akhirnya disepakati semua orang.
"Aku akan mencoba duduk dahulu sebelum kita memindahkan seluruh ruangan."
Duke of Berrow tertawa. Kalimat itu cukup untuk membuat mereka berhenti sejenak, dan gadis tersebut akhirnya duduk dengan rasa lega yang tidak hanya berkaitan dengan kakinya.
Kursinya nyaman.
Tidak ada alasan memperpanjang pemeriksaan.
Thomas duduk di sampingnya dan menerima tatapan geli ketika pelayan membawa minuman. Ia menyerahkan gelas yang diminta Annalise tanpa menjadikan tindakan itu pertunjukan perhatian di depan tamu.
"Kemajuan yang baik," bisik istrinya.
"Aku baru beberapa saat menikah. Beri aku kesempatan belajar."
***
Percakapan di meja berjalan dengan kegaduhan yang menyenangkan. Keluarga tidak perlu berpura-pura semua gurauan telah berubah menjadi nasihat bijaksana hanya karena ada upacara pada pagi hari.
Richard menceritakan kegagalan dirinya mencari buku pada malam sebelumnya. Arthur memperbaiki bagian yang membuat kakaknya tampak terlalu terhormat.
Henrieta menambahkan bahwa Annalise mengetahui alasan kedatangan mereka bahkan sebelum Richard menyebut judul.
Thomas mendengarkan sambil tersenyum. Ia senang menerima keluarga istrinya dalam bentuk yang tidak disaring agar terlihat sempurna.
Di sisi lain, Isabel berbicara dengan Joanna mengenai pertunjukan. Ruthbone sesekali membantu mengingat judul yang tertukar, lalu menyerah ketika istrinya lebih tertarik menceritakan bagian cerita daripada menyebutnya dengan tepat.
Alaric tampak menikmati percakapan tersebut. Ia tidak mencoba mengambil perhatian sebagai tokoh utama di balik rombongan.
Hari itu ada dua orang lain yang berhak dibiarkan menjadi pusat kegembiraan tanpa semuanya berubah menjadi urusan mereka.
***
Ucapan singkat Duke of Berrow tidak berlangsung cukup lama untuk membuat hidangan dingin.
Ia berbicara mengenai putrinya, tentang keberanian yang kadang terlihat dalam hal besar dan kadang hanya berupa satu pertanyaan yang tetap diajukan meskipun semua orang lebih senang tidak mendengarnya.
Annalise menunduk dengan mata hangat.
Ayahnya kemudian menyampaikan harapan agar keduanya terus mempunyai kesediaan mendengar, bahkan pada hari ketika kasih sayang tidak membuat pendapat mereka sama.
Thomas menggenggam tangan istrinya sebentar di bawah meja.
Ketika tiba gilirannya, ia mengucapkan terima kasih kepada kedua keluarga dan orang-orang yang telah membantu mereka sampai pada hari tersebut.
Ia tidak menceritakan seluruh kesalahan masa lalu di depan tamu. Permintaan maaf yang penting telah disampaikan kepada orang yang berhak mendengar, dan hari ini bukan panggung untuk membuat dirinya tampak lebih baik karena mampu mengaku bersalah.
Ia hanya mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia Annalise memilih berjalan bersamanya.
Istrinya menatapnya dan membalas genggaman itu.
***
Mereka memperoleh waktu singkat yang telah dibicarakan sesudah upacara ketika sebagian tamu beralih ke ruang duduk.
Gresham memastikan tidak ada yang segera mengikuti dengan pertanyaan mengenai hidangan, sementara Edith menyibukkan orang-orang dengan percakapan lain. Thomas dan Annalise duduk di ruangan kecil yang pintunya tetap terbuka ke lorong.
Untuk pertama kalinya sejak pagi, tidak ada orang yang sedang menunggu jawaban mereka.
Annalise melepaskan napas panjang.
Thomas memperhatikannya.
"Terlalu lelah?"
"Lelah. Tetapi aku masih senang."
"Aku senang itu tidak menjadi pilihan yang harus dipisahkan."
Gadis itu tersenyum dan merapikan sarung tangan. Thomas tidak menyiapkan pidato tambahan. Ia hanya duduk, membiarkan mereka mendengar suara jamuan dari kejauhan tanpa harus segera kembali ke tengahnya.
Annalise melihat wajahnya dan mulai tertawa pelan.
"Kita benar-benar menikah."
"Aku mempunyai cukup banyak saksi jika kau memerlukan kepastian."
"Aku lebih memerlukan beberapa menit lagi sebelum Richard mulai mencari."
***
Thomas mengambil tangannya. Annalise mengangkat wajah ketika ia mengatakan gelar barunya dengan nada lembut, seolah sedang mencoba kata yang belum lama menjadi bagian kehidupan mereka.
"Duchess of Wellington."
Gadis itu tersenyum, lalu menggeleng sedikit.
"Jangan menggunakannya setiap kali ingin membuatku kehilangan jawaban."
"Aku belum menentukan semua kegunaannya."
"Itu terdengar berbahaya."
Thomas tertawa. Ia mendekat, menunggu tatapan istrinya, lalu menciumnya singkat. Annalise membalas sebelum menjauh dengan senyum yang lebih tenang daripada ketika pertama duduk.
Tidak ada perubahan ajaib yang membuat semua kecemasan hilang. Namun, mereka telah melewati pagi bersama dan masih dapat menemukan diri sendiri di balik pakaian serta sebutan baru.
Ketika suara Henrieta terdengar dari lorong, Annalise mengatakan mereka siap kembali.
Ia tidak merasa waktu singkat tersebut terlalu kecil untuk berarti.
Justru beberapa menit itulah yang akan diingat bersama detik ketika Thomas mengucapkan janji di gereja.
***
Joanna mendekat ketika mereka kembali. Ia mengucapkan selamat sekali lagi, lalu mengatakan bahwa Mrs. Hudson tentu akan merasa tersinggung karena tidak menerima bagian kehormatan dalam pertemuan pertama pasangan tersebut.
"Aku tidak akan memberi kucing itu hak mengatur ulang cerita," jawab Annalise.
Thomas mengangkat alis. "Padahal tanpa dia, kau mungkin tidak berada di pohon yang sama."
Gresham mendengar kalimat terakhir dan segera memandang putrinya.
"Aku berharap masa pernikahanmu tidak dimulai dengan rencana memanjat sesuatu."
Annalise tertawa dan berjanji hanya akan naik ke kereta pada hari itu.
Matthew, yang berdiri di dekat Joanna, tampak benar-benar menikmati jamuan. Tidak ada tugas yang membuatnya terus memeriksa pintu atau meninggalkan percakapan sebelum selesai.
Thomas melihatnya dan merasa senang keputusan membagi pekerjaan telah menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat langsung.
Sepupunya boleh hadir sebagai keluarga, bukan hanya sebagai tangan tambahan yang selalu siap dipanggil.
***
Alaric berbicara sebentar dengan kedua pengantin sebelum berpamitan. Ia tidak mengucapkan nasihat panjang yang akan terdengar lebih bagus jika tidak perlu dijalani.
Ia hanya berharap rumah mereka dipenuhi cukup banyak tawa untuk menahan hari yang sukar, kemudian menyuruh Thomas berhenti berdiri terlalu kaku di dekat istrinya.
Annalise tertawa. "Aku juga sering memintanya begitu ketika menggambar."
"Kebiasaan yang sulit diperbaiki," jawab sang mentor.
Thomas menerima pembicaraan mengenai dirinya dengan kesabaran yang sangat teruji. Ketika Alaric menepuk bahunya, ia menggenggam tangan pria itu sebentar dan mengucapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh.
Edith menemani tamu lama tersebut menuju pintu, membicarakan kapan mereka dapat berkabar lagi.
Tidak ada perpisahan yang sengaja dibuat seolah mungkin menjadi yang terakhir. Mereka mempunyai alamat, surat, dan keinginan bertemu kembali.
Untuk orang-orang yang pernah kehilangan begitu banyak hal, rencana sederhana semacam itu sudah cukup berharga.
***
Jamuan berakhir sesuai keinginan mereka, sebelum malam memerlukan acara baru agar kegembiraan dianggap lengkap.
Annalise berpamitan kepada orang tua dan saudara-saudaranya. Pelukan Gresham membuatnya menutup mata sebentar, tetapi ia tidak merasa sedang ditinggalkan atau meninggalkan mereka dengan cara yang tidak dapat diperbaiki.
Duke of Berrow mengatakan akan menunggu kabar ketika mereka sudah beristirahat, tanpa menuntut kunjungan esok pagi.
Richard mengingatkan bahwa buku milik keluarga tetap boleh dipinjam, terutama jika ia sendiri ingin datang mengambilnya kembali.
Arthur mengucapkan selamat jalan, dan Henrieta merapikan satu bagian gaun sebelum memeluk adiknya.
Thomas berdiri dekat, memberi waktu tanpa membuat semua orang merasa kereta harus segera berangkat.
Akhirnya Annalise mengulurkan tangan kepadanya.
Ia siap pulang.
Kata itu kini menunjuk tempat yang berbeda, tetapi tidak membuat rumah yang ditinggalkan kehilangan jalan menuju dirinya.