Isabel datang membawa ucapan selamat, sebuah bungkusan, dan tiga pertanyaan yang belum selesai ditanyakan ketika Ruthbone berhasil membujuknya duduk.
Annalise menyambut keduanya di ruang duduk Berrow bersama ibunya. Melihat wajah-wajah yang begitu akrab dari Bath membuat pernikahan yang semakin dekat terasa menyambungkan bagian hidupnya yang semula terpisah.
"Perjalanannya baik?" tanya Gresham.
"Baik sekali," jawab Isabel. "Kecuali suamiku selalu menganggap waktu berhenti cukup untuk minum, padahal orang juga perlu mengetahui apa yang dijual di dekat penginapan."
Ruthbone menerima tuduhan tersebut tanpa tampak ingin membela diri.
"Kami akhirnya tiba dengan barang lebih banyak daripada ketika berangkat. Itu pembelaanku."
Annalise tertawa. Tidak ada pemeriksaan kesehatan yang tiba-tiba diumumkan karena seorang dokter hadir. Ruthbone menanyakan keadaannya sebagai bagian sapaan, mendengarkan jawaban, lalu membiarkan percakapan beralih kepada kabar rumah dan perjalanan.
Hari itu mereka datang sebagai tamu yang ingin turut berbahagia.
Gadis itu sangat menghargainya.
Ia menanyakan apakah Isabel masih menyimpan beberapa tanaman di tempat yang dahulu membuat Ruthbone mengeluh jalan menuju kursinya terlalu sempit. Wanita itu mengaku sebagian sudah dipindahkan, tetapi hanya karena membutuhkan cahaya yang lebih baik, bukan karena kalah dalam perdebatan.
Ruthbone menatap istrinya dengan sabar. Annalise tertawa dan mendadak dapat membayangkan ruang duduk di Bath dengan begitu jelas. Kunjungan ini mengingatkannya bahwa orang-orang yang disayangi tetap mempunyai kebiasaan sendiri ketika tidak sedang berada dalam ceritanya.
***
Isabel membuka bungkusan setelah teh disajikan. Isinya kain dengan sulaman kecil yang dibuat untuk Annalise, cukup ringan untuk dibawa dan cukup sederhana untuk digunakan tanpa menunggu kesempatan istimewa.
"Aku ingin memberi sesuatu yang tidak perlu disimpan dalam kotak selamanya," katanya.
Annalise menyentuh jahitannya dan mengucapkan terima kasih. Ia tidak segera memikirkan tempat memamerkannya. Ia membayangkan meletakkannya dekat buku, menggunakannya pada sore biasa, dan mengingat rumah Ruthbone tanpa perlu menciptakan alasan untuk bersedih.
Gresham menanyakan Hugo. Sang dokter mengatakan pemuda itu sedang bekerja dengan tekun, masih mempunyai banyak hal yang perlu dipelajari, dan cukup rajin mengajukan pertanyaan sehingga kadang membuat makan malam tertunda.
"Kebiasaan yang tidak mengejutkan," kata Annalise.
Ia tersenyum tanpa perasaan bahwa kabar itu sedang menutup jalan yang seharusnya ditempuhnya.
Hugo mempunyai hari-harinya sendiri di Bath.
Gadis itu senang dapat mendengar kabarnya, lalu kembali kepada kehidupan yang sedang menunggunya di London.
***
Thomas datang menjelang akhir kunjungan. Ia menyapa Ruthbone dengan kehangatan yang tidak memerlukan pengingat mengenai luka lama atau pertolongan yang pernah diberikan.
Dokter itu memandang punggungnya sekilas ketika pria tersebut duduk.
"Aku berharap kali ini kau tidak membawa pekerjaan untukku."
"Aku berusaha menjadi tamu yang tidak merepotkan."
"Usaha yang patut dicatat."
Isabel tertawa dan segera menanyakan bagaimana rumah Wellington disiapkan. Thomas menjawab secukupnya, kemudian mempersilakan Annalise menceritakan ruang menggambarnya sendiri.
Gadis itu menjelaskan masalah bunga yang sempat memenuhi meja. Gresham menambahkan bahwa Edith kini mempunyai dua vas yang lebih sesuai di ruang lain.
Tidak ada nada mengejek dalam cerita tersebut. Mereka dapat menertawakan kekeliruan kecil tanpa mengubahnya menjadi bukti bahwa seseorang tidak layak dipercaya.
Ruthbone mendengarkan sambil menikmati teh. Ia tampak lebih senang mendengar Annalise membicarakan meja, gambar, dan rencana belajar daripada terus-menerus menjelaskan apakah dirinya sedang kuat atau lemah.
***
Sesudah kedua tamu berpamitan, Thomas tinggal sebentar bersama keluarga. Annalise memperlihatkan sulaman dari Isabel dan mengatakan akan membawanya ke rumah baru.
"Kau sudah menyiapkan tempat?"
"Belum. Aku ingin mengetahui di mana benda itu sungguh akan digunakan."
Thomas mengangguk, lalu tersenyum. "Aku mulai menduga meja di ruang menggambar akan penuh lebih cepat daripada perkiraanku."
"Selama bukan bunga yang menutup seluruh cahaya, kita mungkin selamat."
Percakapan ringan itu terhenti ketika seorang pelayan mengantarkan surat dari Joanna. Sahabatnya sudah tiba untuk menghadiri pernikahan dan akan datang keesokan siang jika Annalise mempunyai waktu.
Gadis itu segera meminta kertas balasan.
Thomas tidak tampak kecewa karena kunjungannya kini dibagi dengan kegembiraan mengenai orang lain. Ia justru menawarkan menunggu sementara Annalise menulis jawaban singkat agar pembawa surat tidak terlalu lama berdiri.
Gresham mengamati keduanya dengan senyum yang sengaja tidak dibicarakannya.
***
Joanna datang sesuai waktu yang dijanjikan, tanpa Mrs. Hudson.
Keterangan tersebut diberikan bahkan sebelum Gresham sempat menanyakan kucing itu. Sang duchess tampak lega, lalu berusaha menyamarkannya dengan menawarkan teh.
"Ia berada bersama orang yang sudah memahami kebiasaannya," jelas Joanna. "Aku tidak ingin gaun pengantin menjadi korban rasa ingin tahunya."
Annalise memeluk sahabatnya sambil tertawa.
Mereka duduk bersama Henrieta, membicarakan perjalanan, pekerjaan, serta gambar yang dibuat sejak terakhir bertemu. Joanna mengenakan pakaian yang berbeda dari kostum panggung, tetapi gerakan tangannya ketika bercerita tetap membuat kisah biasa terdengar seperti sesuatu yang layak ditunggu akhirnya.
Ia menanyakan buku gambar baru, lalu meminta melihat halaman yang bersedia diperlihatkan Annalise.
Tidak semuanya selesai. Joanna tidak mempermasalahkan itu.
Ia justru mengatakan senang menemukan tempat bagi sahabatnya di antara kertas-kertas yang dahulu lebih sering disimpan diam-diam daripada dibagikan.
***
Ketika Henrieta menemui Gresham sebentar, Joanna menanyakan apakah Annalise merasa semua orang terlalu sering memberi nasihat menjelang pernikahan.
"Kadang."
"Aku akan berusaha tidak menambahnya."
Gadis itu menatap sahabatnya dengan rasa terima kasih yang segera berubah menjadi tawa ketika Joanna menambahkan bahwa dirinya tetap ingin mengeluh jika Thomas membuatnya tidak bisa lagi menerima surat panjang.
"Aku sudah berjanji akan terus menulis."
"Bagus. Aku menyukai kabarmu sebelum ada seorang duke di dalamnya. Aku masih akan menyukainya ketika semua orang mulai memanggilmu Duchess."
Annalise diam sesaat, tersentuh oleh kalimat yang disampaikan begitu ringan.
Joanna tidak meminta dirinya tetap sama selamanya. Ia hanya mengingatkan bahwa hubungan mereka tidak berdiri di atas gelar atau satu bagian kisah cinta.
Mereka masih mempunyai kucing yang dapat dibicarakan, gambar yang belum jadi, dan pengalaman yang tidak selalu perlu melibatkan seorang pria.
***
Matthew menjemput Joanna sesudah kunjungan selesai. Ia sudah menyiapkan waktu berjalan singkat bersama adiknya sebelum keduanya kembali kepada urusan masing-masing.
Annalise melihat mereka berpamitan di depan pintu dan merasa senang pertemuan itu tidak lagi membuat Matthew harus memeriksa wajah Thomas terlebih dahulu.
Joanna menoleh untuk melambaikan tangan.
"Sampai hari pernikahan. Aku akan datang dengan rambut yang lebih mudah diatur."
"Aku tidak akan mempercayainya sebelum melihatnya," jawab Annalise.
Kakak beradik itu pergi sambil tertawa. Di belakang mereka, Gresham menutup pintu ruang duduk dan mengingatkan putrinya agar beristirahat sebelum terlalu banyak tamu menjadi alasan lupa makan.
Annalise tidak membantah.
Ia sudah memperoleh cukup banyak kabar baik untuk satu hari.
Ketika naik ke kamar, gadis itu membawa sulaman Isabel dan buku dengan pembatas dari Joanna. Benda-benda kecil itu membuat masa depan terasa tidak begitu asing.
Ia akan membawa lebih dari pakaian ketika meninggalkan rumah ini.
Ada persahabatan yang tetap ikut hidup, meskipun jalan setiap orang tidak selalu menuju tempat yang sama.