Thomas, daftar tamu dapat bertambah sendiri jika kau meninggalkannya bersama dua ibu yang terlalu bahagia.
Duke of Gordon ke-X.
***
Daftar itu semula hanya satu halaman.
Annalise yakin, karena dirinya melihat Gresham mulai menulisnya setelah sarapan. Ketika Edith datang dan Thomas menyusul beberapa waktu kemudian, kertas tersebut telah memperoleh saudara-saudara baru yang tersebar di atas meja.
"Apakah kita sedang mengundang seluruh London?" tanya gadis itu.
"Tentu tidak," jawab Gresham.
Edith membaca satu nama, lalu menambahkan bahwa orang tersebut tidak dapat diundang tanpa mempertimbangkan saudara perempuannya.
Annalise memandang Thomas.
Pria itu baru meletakkan sarung tangan, tetapi sudah terlihat seperti seseorang yang terlambat menghadiri perundingan penting.
Duke of Berrow memilih duduk agak jauh dengan surat kabar. Dari cara sudut bibirnya bergerak, Annalise menduga ayahnya mendengar setiap kata dan menikmati kenyataan bahwa dirinya belum diminta memberikan keputusan.
Ia tidak akan membiarkan keadaan itu bertahan terlalu lama.
"Papa, berapa banyak orang yang dapat disebut keluarga dekat?"
Sang duke menurunkan surat kabar dengan hati-hati.
***
Gresham menjelaskan bahwa beberapa nama bukan tamu untuk hari pernikahan, melainkan orang yang perlu menerima kabar atau undangan pada kesempatan lain. Edith menambahkan bahwa ada kewajiban sosial yang tidak hilang hanya karena semua orang menginginkan perayaan kecil.
Annalise memahami sebagian alasannya. Ia tidak ingin meminta kedua keluarga berpura-pura tidak mempunyai hubungan dengan siapa pun di luar ruang duduk.
Namun, ketika kertas-kertas itu ditumpuk, ia melihat satu hari yang dapat menjadi terlalu panjang sebelum dirinya sempat menikmatinya.
"Aku ingin tahu siapa yang sungguh akan hadir," katanya. "Bukan hanya mendengar bahwa sebagian nama tidak perlu kupikirkan."
Thomas menarik kursi dan duduk di sisinya.
Ia hampir mengatakan cukup coret separuh daftar. Jawaban itu terdengar mudah, tetapi tidak akan membantu Annalise memahami atau memilih.
Sebagai gantinya, ia meminta mereka membicarakan acara yang sebenarnya diinginkan lebih dahulu. Jumlah orang dapat mengikuti bentuk hari tersebut, bukan sebaliknya.
Gresham meletakkan pena.
Itu terdengar masuk akal, meskipun ia jelas belum siap menyerah atas beberapa nama.
***
Annalise ingin upacara yang dihadiri keluarga serta orang-orang dekat, kemudian jamuan yang tidak menuntut dirinya berdiri menerima setiap tamu sepanjang hari. Ia tidak keberatan kabar disampaikan lebih luas. Ia hanya tidak ingin semua ucapan selamat harus diterima pada saat yang sama.
Thomas menginginkan hal serupa, meskipun dirinya lebih mudah mengatakan tidak kepada acara tambahan karena tidak selalu memikirkan orang yang akan kecewa.
Perbedaan itu segera muncul ketika Edith menyebut sahabat lama keluarga.
"Kita dapat menemuinya pada hari lain," katanya.
"Kau mengatakan itu seperti kunjungan dapat dibuat tanpa menambah kegiatan," balas Annalise.
Thomas menoleh.
Gadis itu menjelaskan bahwa memindahkan semua tamu menjadi rangkaian kunjungan terpisah mungkin justru membuat pekannya lebih melelahkan.
Ia terdiam, lalu mengangguk. Ia telah mencoba menyederhanakan satu hari dengan menciptakan banyak hari sibuk lainnya.
Duke of Berrow melipat surat kabar sepenuhnya.
Pembicaraan kini mulai menyerupai sesuatu yang perlu diputuskan bersama, bukan hanya persaingan jumlah undangan.
***
Mereka akhirnya memisahkan orang yang akan hadir dari orang yang menerima kabar tertulis. Tidak semua kenalan memerlukan undangan pengganti agar hubungan tetap baik.
Gresham masih menatap beberapa nama dengan berat hati. Edith mengingatkan bahwa dirinya sendiri pernah menolak banyak pertemuan ketika bepergian dan ternyata tidak membuat seluruh masyarakat berhenti menyapanya.
"Kau mengatakan itu setelah menambahkan enam nama," ujar Gresham.
"Aku sedang memperbaiki pendapatku. Beri aku kesempatan."
Annalise tertawa, dan ketegangan di meja berkurang.
Thomas menuliskan nama Matthew. Annalise menambahkan Joanna, lalu melihat Edith menuliskan Alaric tanpa perlu mengubahnya menjadi perdebatan mengenai nama panggung.
Mereka akan diundang sebagai orang yang dekat dengan keluarga. Cara masing-masing hadir dapat dibicarakan langsung ketika tanggal sudah pasti.
Tidak ada rahasia baru yang perlu disiapkan agar sebuah ucapan selamat terdengar pantas.
Ketika daftar berikutnya selesai, Annalise akhirnya dapat membayangkan wajah-wajah yang ingin dilihatnya pada hari pernikahan.
***
Persoalan berikutnya ternyata bukan tamu, melainkan gaun.
Gresham membawa contoh hiasan yang indah dan cukup berat untuk membuat Annalise memegangnya dengan kedua tangan. Edith menyukai pekerjaan sulamnya. Thomas tidak mengatakan apa pun sampai gadis di sisinya menanyakan pendapat.
"Aku tidak mengetahui cukup banyak untuk menjawab dengan aman."
"Jawaban yang bijaksana," ujar Duke of Berrow.
Annalise mengembalikan contoh itu dan mengatakan ia menyukai sebagian hiasannya, tetapi tidak ingin memakai semuanya sekaligus. Ia ingin dapat duduk dan bergerak tanpa harus mengkhawatirkan setiap lipatan.
Gresham memandangnya, kemudian meminta ditunjukkan bagian yang paling disukai.
Tidak ada gaun yang diputuskan sore itu. Namun, contoh tersebut tidak lagi diperlakukan sebagai bentuk sempurna yang harus disesuaikan dengan tubuh Annalise apa pun akibatnya.
Mereka akan meminta pilihan yang lebih ringan.
Annalise melipat bagian yang paling disukai agar mudah ditunjukkan kembali. Gresham mencatat permintaannya di sisi kertas, lalu membacakan catatan itu untuk memastikan dirinya tidak salah memahami. Gadis itu mengangguk dengan puas.
Thomas memperhatikan gadis itu menelusuri sulaman dengan jari dan menyadari bahwa dirinya menikmati pembicaraan ini jauh lebih banyak ketika Annalise tidak sedang mencoba menyenangkan semua orang.
***
Sesudah kedua ibu berpindah membicarakan kain di dekat jendela, Annalise menghela napas dan menyandarkan punggung.
"Aku tidak menyangka nama orang bisa melelahkan."
Thomas tersenyum. "Aku pernah membaca laporan yang lebih pendek."
"Jangan menghina daftar Mama. Dia bisa mendengarmu."
"Aku memang mendengarnya," jawab Gresham tanpa menoleh.
Annalise tertawa, lalu meminta air. Ia merasa cukup lelah untuk menghentikan pembicaraan hari itu, dan mengatakannya sebelum rasa letih berubah menjadi kekesalan kepada semua orang.
Thomas menutup catatan yang dipegangnya. Tidak ada keharusan menyelesaikan tanggal, gaun, tamu, dan seluruh masa depan pada satu sore hanya karena mereka sudah berkumpul.
Duke of Berrow menyarankan agar beberapa kemungkinan waktu diperiksa lebih dahulu. Setelah mengetahui kegiatan keluarga serta tempat yang akan dipakai, kedua calon pengantin dapat memilih tanpa menebak-nebak.
Annalise menyetujuinya dengan rasa lega yang jelas.
***
Ketika Thomas hendak pergi, Edith memintanya tinggal sebentar. Ia ingin memastikan bahwa pembicaraan tadi tidak membuat Annalise merasa kedua ibu sedang mengambil alih.
Thomas mengatakan gadis itu mungkin lebih senang mendengar pertanyaan tersebut langsung daripada menerima pesan melalui dirinya.
Edith memandang putranya, kemudian tersenyum kecil.
"Kau mulai mengembalikan nasihatku kepadaku."
"Aku belajar dari orang yang cukup keras kepala."
Ibunya menepuk lengan Thomas sebelum menemui Annalise.
Dari pintu, ia melihat kedua wanita itu berbicara. Annalise mendengarkan, lalu tersenyum dan menunjuk satu bagian daftar yang masih ingin diubah. Edith mengambil pena.
Tidak ada kemenangan besar sore itu. Beberapa nama tetap dipertimbangkan, gaun belum dipilih, dan tanggal belum ditetapkan.
Namun, ketika Thomas keluar, ia mengetahui bahwa persiapan mulai mempunyai bentuk yang berasal dari mereka berdua, bukan semata-mata dari ketakutan mengecewakan semua orang.
Itu sudah merupakan kemajuan yang cukup untuk satu hari.