Thomas, keluarga akan memberikan selamat dengan cara mereka sendiri. Jangan mengharapkan semuanya terdengar seperti pujian.
Duke of Gordon ke-X.
***
Arthur memberi selamat kepada Thomas dengan jabat tangan yang tenang. Richard melakukannya dengan jabat tangan yang sama, lalu menambahkan bahwa kini Thomas mempunyai kesempatan seumur hidup mendengar adiknya mengatakan pendapat tanpa diminta.
Annalise, yang berdiri cukup dekat, segera mengatakan bahwa Richard sudah terlalu lama menikmati hak istimewa itu sendirian.
Duke of Berrow mengangkat gelas.
"Aku menyarankan kita makan sebelum mereka mulai membicarakan masa kecil masing-masing."
Makan malam keluarga untuk merayakan pertunangan tidak diadakan sebagai pertunjukan besar. George dan Kate datang, Henrieta duduk dekat Annalise, dan Edith tampak sangat senang meskipun berusaha tidak mengatur tempat semua orang lebih dari sekali.
Rafe dan Steve tinggal di rumah bersama pengasuh. George menyatakan dirinya sudah berhasil membedakan suara keduanya dengan lebih baik, pengakuan yang segera disambut tatapan ragu dari istrinya.
Thomas tertawa bersama yang lain.
Tidak ada seorang pun memperlakukannya sebagai tamu yang harus diselamatkan dari gurauan keluarga.
Ia mulai menyukai hal tersebut.
Ketika hidangan dibawa, Arthur menggeser sebuah piring yang hampir berada di tepi meja. Annalise segera mengatakan tempatnya sudah tepat sebelumnya, lalu keduanya berdebat singkat mengenai siapa yang paling sering menyenggol benda saat berbicara.
Thomas mendengarkan sambil tersenyum. Tidak ada dalam perdebatan kecil itu yang disiapkan untuk menyambutnya. Ia justru senang dapat melihat keluarga tersebut tetap menjadi diri mereka sendiri ketika dirinya duduk bersama.
***
Kate meminta melihat cincin sesudah mereka duduk. Annalise mengulurkan tangan dan menerima ucapan selamat tanpa bayangan cemburu yang dahulu membuat sebuah pertemuan musik terasa begitu rumit.
"Kau tampak senang," kata Kate.
"Aku memang senang."
Jawaban itu datang lebih mudah daripada dugaan Annalise. Ia tidak perlu memeriksa apakah Thomas sedang mendengarnya atau apakah orang lain akan menganggap kebahagiaan tersebut sebagai izin membicarakan tanggal.
Kate hanya tersenyum dan menanyakan siapa yang paling sulit menerima pilihan perhiasan.
"Penjualnya," jawab Annalise.
Wanita itu tertawa. Thomas, yang mendengar dari seberang, mengatakan pria tersebut mempunyai kesabaran yang cukup baik menghadapi empat pendapat.
"Satu pilihan," koreksi Gresham.
Annalise menatap ibunya, kemudian tertawa lebih lepas.
Kalimat kecil itu terasa seperti keberpihakan yang tidak perlu diumumkan. Gresham mungkin masih mempunyai banyak gagasan mengenai pernikahan, tetapi malam itu ia membiarkan putrinya menikmati sesuatu yang sudah dipilih sendiri.
***
Pembicaraan tentang pengumuman muncul setelah makan. Duke of Berrow meminta pendapat kedua calon pengantin mengenai bagaimana kabar akan disampaikan kepada kenalan yang sebelumnya mengetahui pembatalan.
Annalise tidak ingin berpura-pura pertunangan pertama tidak pernah berakhir. Ia juga tidak ingin menjelaskan seluruh persoalan pribadi setiap kali seseorang mengucapkan selamat.
Thomas menyetujui.
Kabar yang akan disampaikan cukup mengatakan bahwa mereka kini telah memutuskan menikah. Tanggal akan diberitahukan setelah pengaturan keluarga selesai. Tidak ada kisah kesalahpahaman yang menutupi keputusan Annalise dahulu, dan tidak ada penjelasan tentang penyakit yang digunakan agar orang berhenti bertanya.
Richard tampak hendak mengusulkan kalimat yang lebih tajam. Arthur menyenggol lengannya sebelum gagasan itu memperoleh suara.
"Aku belum mengatakan apa-apa," protesnya.
"Aku mengenal wajahmu," jawab Arthur.
Thomas tertawa. Annalise memandang kedua kakaknya dan merasa beruntung bahwa dirinya tidak perlu memilih antara menerima perlindungan keluarga dan tetap mempunyai keputusan sendiri.
Malam itu, keduanya dapat berada di ruangan yang sama.
***
Sesudah para tamu mulai beranjak, George mengajak Thomas berbicara sebentar di dekat rak buku.
Ia tidak memberi nasihat mengenai cara mengatur istri. Justru kisah yang disampaikan menyangkut dirinya sendiri, saat pernah menjawab pertanyaan Kate sambil tetap membaca surat dan kemudian menemukan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui apa yang disetujui.
"Apa akibatnya?" tanya Thomas.
"Beberapa kunjungan yang tidak kuingat pernah kujanjikan."
"Hukuman yang kejam."
"Hukuman yang sangat masuk akal, menurut istriku."
Keduanya tertawa. George kemudian mengatakan bahwa ia senang melihat Annalise begitu hidup ketika berbicara malam itu.
Thomas memandang gadis yang sedang mendengarkan Henrieta di sisi lain ruangan.
"Aku juga."
George tidak menambahkan peringatan yang sudah cukup banyak diterima dari keluarga Berrow. Ia hanya menepuk bahu Thomas dan mengucapkan selamat sekali lagi sebelum menemui Kate untuk pulang.
***
Keesokan harinya, Annalise menulis beberapa surat pribadi sebelum kabar lebih luas dikirimkan. Surat kepada Joanna selesai lebih dahulu. Kemudian ia mengambil kertas lain untuk Hugo.
Nama itu masih mempunyai banyak kenangan, tetapi tangannya tidak gemetar ketika menuliskannya.
Ia menyampaikan pertunangan dengan jelas, bercerita sedikit mengenai pelajaran menggambar, dan menanyakan bagaimana pendidikan Hugo berjalan. Tidak ada kalimat tersembunyi yang berharap kabar pernikahan membuat pemuda itu menyesali pilihan.
Annalise berhenti setelah menulis ucapan agar dirinya tetap menjaga kesehatan selama sibuk belajar, lalu tersenyum melihat betapa sering kalimat yang sama dahulu diarahkan kepadanya.
Wilda datang membawa teh.
"Suratnya sudah selesai, Milady?"
"Yang ini sudah."
Gadis itu melipatnya dan meletakkan bersama surat lain. Bagian hidup yang lama tidak perlu dihapus untuk membuat kebahagiaan baru terasa sungguh-sungguh.
Hugo boleh mengetahui bahwa sahabatnya sedang memulai sesuatu yang dipilih dengan baik.
***
Kabar pertunangan membawa beberapa kartu ucapan dan satu kunjungan yang membuat Annalise perlu menggunakan kesabarannya.
Seorang kenalan Gresham menyampaikan betapa lega dirinya mengetahui pasangan itu akhirnya kembali kepada rencana semula.
Annalise menurunkan cangkir.
"Kami membuat keputusan baru setelah lebih saling mengenal," katanya. "Aku senang dengan keputusan ini."
Wanita tersebut berkedip, lalu tersenyum dan memuji cincin. Annalise menerima pujian itu tanpa memperpanjang pembicaraan menjadi teguran.
Sesudah tamunya pulang, Gresham menanyakan apakah putrinya kesal.
"Sedikit. Tetapi dia tidak perlu memahami semuanya."
Ibunya mengangguk dan memindahkan piring kue yang hampir kosong.
Annalise menyadari bahwa ia tidak harus memenangkan penjelasan dalam pikiran setiap orang. Ia sudah mengetahui mengapa pertunangan pertama berakhir dan mengapa kali ini ia menjawab ya.
Hal tersebut cukup untuk membuatnya tetap duduk dengan nyaman, bahkan ketika seseorang memilih menceritakan versi yang lebih sederhana kepada dirinya sendiri.
***
Thomas mendengar tentang kunjungan itu pada sore berikutnya. Ia sempat tampak ingin memberikan komentar yang terlalu tajam, lalu mengurungkannya setelah melihat Annalise lebih tertarik memperlihatkan kartu ucapan bergambar bunga yang aneh.
"Apakah bunga ini sungguh ada?" tanyanya.
Thomas memeriksa gambar tersebut dengan sungguh-sungguh.
"Aku tidak akan menjawab tanpa didampingi tukang kebun."
Annalise tertawa dan menyimpannya bersama kartu lain.
Mereka membicarakan orang-orang yang ingin diberi kabar langsung. Thomas sudah menulis kepada Alaric. Matthew akan menyampaikan salam ketika menemui Joanna, tetapi Annalise tetap ingin sahabatnya menerima surat dari dirinya sendiri.
Tidak ada alasan menyerahkan semua kabar pribadi kepada calon suami hanya karena nama mereka kini ditulis berdampingan.
Sebelum pulang, Thomas memperhatikan cincin di tangan gadis itu.
"Masih nyaman?"
Annalise mengangkat jari, lalu menyentuh lengannya sebentar.
"Sangat. Kau boleh berhenti memeriksanya setiap kali datang."
Thomas tersenyum. Ia tidak menjanjikan akan segera berhasil.