Thomas, seorang pria boleh menghafal seluruh langkah dansa dan tetap tidak mengetahui apa yang harus dikatakan ketika musik berhenti.
Duke of Gordon ke-X.
***
Annalise tidak memilih gaun pertama yang ditawarkan kepadanya.
Gaun itu indah, tetapi bahannya membuat dirinya merasa terlalu sibuk menjaga lipatan. Ia memilih yang lebih ringan, kemudian menghabiskan waktu hampir sama lamanya untuk memutuskan pita rambut.
Wilda menunggu dengan kesabaran yang tampaknya semakin mahal menjelang sore.
"Yang tadi lebih cocok, Milady."
"Kau mengatakan itu karena benar atau karena ingin aku berhenti?"
"Keduanya dapat benar."
Annalise tertawa dan akhirnya menyerah. Ia sudah beristirahat sejak siang, makan tanpa tergesa, serta menolak ajakan Richard untuk berjalan karena mengetahui dirinya ingin menyimpan tenaga bagi malam itu.
Tidak ada yang menjanjikan bahwa tubuhnya akan mengikuti seluruh rencana. Namun, ketika menatap cermin, ia tidak merasa sedang bersiap menghadapi ujian.
Ia ingin datang.
Keinginan sederhana itu cukup untuk membuatnya lebih tenang daripada semua kalimat penyemangat yang pernah diberikan orang lain.
***
Thomas melihatnya ketika keluarga Berrow memasuki ruangan. Ia semula sedang menjawab pertanyaan mengenai perjalanan, tetapi kalimatnya berhenti sebentar sebelum berhasil dilanjutkan.
Edith mengikuti arah pandangannya dan tidak mengatakan apa pun.
Kemurahan hati yang mencurigakan.
Annalise menyapa tuan rumah bersama orang tuanya, lalu berbicara dengan beberapa kenalan. Thomas menunggu sampai percakapan memberi kesempatan untuk mendekat. Ia membungkuk kepada Gresham dan Duke of Berrow sebelum beralih kepada gadis itu.
"Kau tampak senang sudah datang."
"Aku belum menginjak kaki siapa pun. Malam ini masih menjanjikan."
"Aku berharap mendapat kesempatan mempertaruhkan kakiku."
Annalise menatapnya, berusaha mempertahankan wajah tenang.
Thomas meminta satu dansa yang akan dimulai setelah rangkaian pertama selesai. Gadis itu menyetujuinya, kemudian merapikan sarung tangan seolah jawaban tersebut tidak mempunyai akibat apa pun terhadap jantungnya.
Di dekat mereka, Gresham bertanya kepada Edith mengenai perjalanan pulang dari Bath dengan suara yang sedikit terlalu cerah.
***
Sebelum dansa bersama Thomas, Annalise menerima ajakan seorang kenalan Arthur yang ditemuinya saat makan bersama keluarga beberapa waktu lalu. Pria itu cukup ramah, berbicara mengenai musik, dan tidak menganggap pembatalan pertunangan sebagai pembukaan percakapan yang pantas.
Annalise bersyukur.
Ia mengikuti langkah tanpa kesulitan besar. Ada bagian yang membuatnya perlu lebih memperhatikan hitungan, tetapi temannya tidak mempercepat gerakan atau membuat kekeliruan kecil terasa memalukan.
Thomas melihat dari sisi ruangan.
Matthew tidak hadir untuk memberinya sindiran. Sayangnya, Richard ada.
"Kau tampak sedang menghitung sesuatu," kata sang earl.
"Langkahnya."
"Mereka belum melakukan kesalahan."
"Aku mengetahuinya."
Richard menahan senyum. Untuk beberapa saat mereka berdiri bersama dalam keheningan yang tidak sepenuhnya bersahabat, tetapi juga tidak bermusuhan.
Kemudian Thomas mengakui bahwa pasangan dansa Annalise tampak cukup sopan.
"Memang," jawab Richard. "Kau boleh merasa lega."
Thomas tidak yakin kakak gadis itu sedang menolong atau menggodanya. Barangkali keduanya.
***
Annalise duduk setelah dansa pertama. Gresham menanyakan apakah ia ingin menunggu lebih lama sebelum kembali ke lantai, dan gadis itu mengatakan jeda tersebut sudah cukup.
Ia tidak ingin ibunya berhenti bertanya sama sekali. Ia hanya ingin jawabannya dipercaya.
Ketika Thomas datang, Annalise menyerahkan tangan tanpa perlu berpura-pura baru mengingat janjinya.
"Kakimu masih aman?" tanyanya.
"Sejauh ini."
"Kau terdengar terlalu percaya diri."
"Aku sedang berusaha tidak memikirkan kemungkinan buruk."
Musik memberi mereka sesuatu untuk diikuti sebelum percakapan menjadi terlalu canggung. Thomas bergerak dengan ketenangan yang membuat Annalise tidak perlu menebak arah. Ia cukup dekat untuk mendengar suaranya dengan jelas, tetapi tidak menuntunnya dengan tarikan yang membuat dirinya kehilangan langkah sendiri.
Annalise mulai tersenyum.
"Mama benar. Kau memang bisa berdansa."
"Aku akan berterima kasih kepadanya karena memberi penilaian yang begitu tinggi."
"Jangan terlalu senang. Aku masih menunggu bukti kau dapat menyelesaikannya tanpa menyombongkan diri."
***
Mereka bertukar tempat mengikuti gerakan pasangan lain. Untuk beberapa saat Thomas tidak dapat berbicara, hanya melihat Annalise kembali mendekat dengan wajah yang lebih terang daripada ketika pertama kali menerima cincin darinya.
Perbandingan itu membuat dadanya terasa aneh.
Ia dahulu mengira keberhasilan berarti membuat gadis itu menyetujui jawaban yang sudah dipilihnya. Sekarang ia berdiri dalam ruangan penuh orang, tanpa janji apa pun, dan merasa jauh lebih dekat kepadanya.
"Apa yang kaupikirkan?" tanya Annalise ketika mereka kembali berhadapan.
"Bahwa aku menyukai malam ini."
"Karena kakimu belum terinjak?"
"Karena kau tampak senang berada di sini."
Jawaban tersebut membuat senyum Annalise berubah lebih lembut. Ia tidak segera menemukan sindiran untuk membalasnya.
Thomas tidak menambahkan sesuatu yang akan merusak keheningan itu. Ia mengikuti musik dan membiarkan gadis tersebut menentukan apakah ingin mengatakan lebih banyak.
"Aku memang senang," jawabnya akhirnya.
Dua kata terakhir hampir hilang di antara nada, tetapi Thomas mendengarnya.
***
Sesudah dansa selesai, Annalise meminta duduk sebelum ada orang lain mengajaknya. Thomas mengantarnya kembali kepada Gresham, lalu mengambilkan air setelah ditawarkan seorang pelayan.
Ia tidak langsung menganggap Annalise harus pulang. Gadis itu mengatakan dirinya ingin menikmati satu bagian musik lagi sambil duduk, dan Gresham menyetujui.
Di dekat kursi, seorang wanita memuji gaunnya, kemudian berkata bahwa senang melihat mereka bersama kembali.
Annalise merasakan pertanyaan yang tidak diucapkan di balik kalimat tersebut.
"Aku juga menikmati malam ini," jawabnya. "Namun, kami tidak bertunangan kembali."
Thomas berdiri di sisinya dan mengangguk ringan, memberi jawaban itu tempat untuk tetap berlaku.
Wanita tersebut segera beralih membicarakan dekorasi. Percakapan tidak menjadi pertengkaran, dan Annalise tidak perlu pulang membawa janji baru yang tidak pernah dibuatnya.
Namun, ia sempat memandang Thomas ketika tamu itu menjauh.
"Kau kecewa aku menjelaskannya?"
"Aku lebih suka kau tidak perlu mengoreksi kabar yang kelak terlanjur beredar."
Ia menunggu sebentar, lalu menambahkan, "Aku boleh berharap, Annalise. Itu tidak berarti aku boleh menyebut harapanku sebagai keputusanmu."
***
Annalise membawa kalimat itu ketika mereka akhirnya berpamitan. Ia lelah, tetapi tidak pusing; kaki dan bahunya hanya mengingatkan bahwa malam yang menyenangkan pun mempunyai akhir.
Thomas menunggu bersama keluarga Berrow sampai kereta siap. Richard sudah berhenti menggodanya dan sedang berbicara dengan ayah mereka, sementara Gresham memastikan selendang Annalise cukup menutup bahu.
"Terima kasih untuk dansanya," kata gadis itu.
"Aku ingin memintanya lagi suatu hari."
"Kau boleh meminta."
Thomas tersenyum. Tidak ada cincin yang dikeluarkan dari saku, tidak ada permintaan menjawab masa depan di tengah halaman. Hanya tangan yang ditawarkan agar Annalise lebih mudah melangkah menuju kereta.
Ia menerimanya.
Setelah pintu ditutup, Annalise memandang sarung tangannya sebelum menoleh kepada ibunya.
"Mama, jika dia datang pekan ini, aku ingin menerimanya."
Gresham mengangguk seolah putrinya baru membicarakan hal paling biasa di dunia.
Di luar, Thomas masih berdiri menunggu kereta bergerak.
Annalise membalas salamnya dengan senyum yang kali ini tidak berusaha disembunyikan.