Annalise baru menyadari Kate hadir setelah mendengar nama George disebut dari seberang ruang.
Sepupunya sedang berbicara dengan tuan rumah. Di sisinya berdiri wanita yang pernah mengenakan janji Thomas sebelum memilih kehidupan lain. Katherine tersenyum ketika melihat Annalise, lalu segera mendekat setelah menyelesaikan percakapan.
"Elise. Aku senang akhirnya bertemu setelah kau pulang."
Sambutannya hangat, tanpa kehati-hatian yang terlalu jelas. Annalise membalas dan menanyakan Rafe serta Steve sebelum pikirannya berhasil memikirkan pertanyaan yang tidak patut.
Kate tertawa. Kedua anak itu berada di rumah, dan George telah memastikan sedikitnya tiga kali bahwa mereka tidak kekurangan apa pun sebelum bersedia berangkat.
"Dia mengatakan aku yang terlalu sering memeriksa," tambahnya.
George mendekat tepat pada saat itu.
"Karena memang demikian. Aku hanya memastikan pemeriksaanmu berhasil."
Annalise tertawa bersama mereka. Hubungan keduanya terlihat begitu biasa dan akrab sehingga kisah pertunangan lama Thomas untuk sesaat terasa seperti sesuatu yang terjadi di tempat sangat jauh.
Lalu pria itu memasuki ruangan bersama Edith.
***
Thomas menyapa George, kemudian Kate. Tidak ada jeda yang mencurigakan. Tidak ada ketegangan tersembunyi dalam cara mereka bertukar kabar.
Sayangnya, Annalise mendengar nama panggilan itu.
Kate.
Ia sudah mengetahui bahwa Thomas menggunakannya. Mengetahui ternyata berbeda dari mendengar langsung ketika wanita tersebut berdiri di dekatnya dengan senyum yang cantik dan ketenangan yang tidak perlu diusahakan.
Annalise mendadak memikirkan gambar burungnya yang menyerupai ayam marah.
Perbandingan yang tidak masuk akal, tentu saja.
Namun, pikirannya jarang meminta izin sebelum mempermalukan dirinya sendiri.
Thomas menoleh dan menanyakan apakah perjalanan dari rumah berlangsung lancar. Annalise menjawab terlalu pendek, lalu segera menambahkan sesuatu tentang kereta agar tidak terdengar marah.
Ia tidak berhak marah. Bahkan tidak ada hal yang layak dijadikan alasan.
Kesadaran tersebut sama sekali tidak membantu.
***
Tempat duduk membuat mereka terpisah selama bagian awal musik. Annalise berada di dekat Henrieta dan Gresham, sementara Thomas berbicara sebentar dengan George sebelum acara dimulai.
Henrieta memandang adiknya setelah melihat tatapan yang terlalu sering mengarah ke sisi lain ruangan.
"Kau ingin aku bertukar tempat?"
"Tidak."
"Baiklah. Aku hanya mengira dari tempatku kau dapat melihat pemusik dengan lebih jelas."
Annalise menoleh tajam. Kakaknya tersenyum sedikit, kemudian memusatkan perhatian kepada bagian depan ruangan.
Musik dimulai, dan untuk beberapa waktu Annalise berhasil mengikuti. Ia menyukai bagian yang tenang sebelum nada-nada menjadi lebih cepat. Jarinya bergerak kecil di atas lipatan gaun, mengikuti sesuatu yang tidak perlu dijelaskan kepada siapa pun.
Ketika lagu berakhir, ia lupa memeriksa Thomas.
Henrieta menyentuh lengannya dan menanyakan apakah ia ingin tinggal untuk seluruh pertunjukan. Annalise mengangguk. Ia masih merasa cukup nyaman, dan kursinya memungkinkan bersandar tanpa membuat dirinya tampak sedang melawan tubuh sendiri.
Malam itu pantas dinikmati, meskipun pikirannya sesekali bertindak konyol.
***
Saat jeda, Kate mendekat bersama George. Mereka membicarakan kunjungan keluarga yang tertunda dan kemungkinan Annalise datang melihat anak-anak setelah mempunyai waktu beristirahat.
"Aku ingin datang," jawabnya, kali ini tanpa perlu mengusahakan keramahan.
George kemudian dipanggil seorang kenalan, sementara Henrieta menemani Gresham mengambil minuman. Kate dan Annalise tetap berada di dekat deretan kursi, cukup terbuka untuk tidak tampak sedang menyembunyikan pembicaraan.
Kate menanyakan apakah Annalise menikmati Bath. Jawaban tentang teater membawa percakapan kepada Thomas, tetapi wanita itu tidak mencoba menggali alasan pembatalan pertunangan.
Justru Annalise yang akhirnya bertanya apakah keadaan pernah terasa canggung setelah Kate dan Thomas berpisah.
"Bagi orang yang ingin membicarakannya, mungkin," jawab Kate. "Thomas dan aku sudah mengatakan yang perlu kami katakan."
Ia tidak menyampaikan bahwa semua hal mudah. Namun, ketika George menoleh dari kejauhan, Kate membalas dengan senyum yang segera menjelaskan ke mana perhatiannya berada sekarang.
Annalise merasa sedikit malu, sekaligus lega.
Kate lalu menanyakan buku yang dibelinya, kabar yang rupanya diperoleh dari Gresham. Annalise menjelaskan tentang gambar tumbuhan dan kebingungannya mengenali daun. Percakapan berjalan dengan mudah. Ia tidak perlu mencari perbedaan di antara mereka atau membuktikan dirinya mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki Kate. Mereka dapat berbagi kabar keluarga dan menikmati musik yang sama tanpa saling mengukur.
***
Thomas menemukan kesempatan berbicara dengannya setelah bagian terakhir musik selesai. Henrieta masih berada beberapa langkah dari mereka, sementara Gresham berbincang dengan Edith.
"Kau tampak lebih menikmati bagian kedua," katanya.
Annalise mempertimbangkan untuk menjawab mengenai permainan piano saja. Itu jauh lebih aman daripada mengakui bahwa sebagian malam dihabiskannya untuk iri kepada sesuatu yang sudah berakhir.
Namun, Thomas telah cukup sering diminta jujur kepadanya.
"Aku sempat merasa aneh melihatmu bersama Kate."
Ia diam sebentar, lalu mengangguk tanpa tersenyum menang.
"Karena pertunangan kami dahulu?"
"Karena kalian tampak sudah mengenal cara berbicara satu sama lain. Aku tahu itu terdengar bodoh."
"Tidak. Kami memang sudah saling mengenal. Tetapi itu tidak berarti aku sedang berharap kembali kepada sesuatu yang selesai."
Annalise memandang ujung sarung tangannya.
"Aku tidak ingin membuatmu merasa harus menghindarinya. Dia keluargaku sekarang."
"Aku juga tidak ingin menghindarinya. Aku ingin kau tidak perlu menebak-nebak apa yang sedang terjadi."
Jawaban itu tidak membuat Annalise langsung merasa anggun. Setidaknya ia tidak merasa perlu berpura-pura lebih tenang daripada kenyataannya.
***
Thomas menanyakan apakah ia ingin mendengar hal yang sama tidak anggunnya. Annalise mendongak dengan hati-hati.
"Aku belum terlalu menikmati membayangkan pria lain meminta dansa kepadamu."
Ia berkedip, kemudian tawa kecil lolos sebelum dapat ditahan.
"Kita bahkan belum datang ke pesta dansa."
"Imajinasiku rupanya bekerja terlalu cepat."
"Kau tidak akan membuat wajah mengerikan kepada mereka?"
"Aku akan berusaha menjaga wajahku. Kau sering mengatakan benda itu berbicara tanpa izin."
Annalise tertawa lebih lepas. Thomas ikut tersenyum, tetapi kemudian mengatakan dengan jelas bahwa perasaan tersebut tidak memberinya hak memilih teman dansa untuknya.
Gadis itu mengangguk. Ia menyukai pengakuan kecemburuan itu jauh lebih banyak daripada yang hendak diakuinya. Namun, ia lebih menyukai kenyataan bahwa Thomas tidak memakainya sebagai alasan meminta janji.
Mereka masih mempunyai banyak hal untuk dikenali.
Ternyata sebagian dapat dibicarakan tanpa harus berubah menjadi pertengkaran.
***
Dalam perjalanan pulang, Henrieta menanyakan apakah Annalise masih ingin datang ke pesta dansa yang undangannya disimpan Gresham.
Gadis itu mengangguk, kemudian menjelaskan bahwa ia hanya ingin mencoba beberapa bagian malam dan pulang ketika perlu. Ia tidak hendak mengisi seluruh waktu untuk membuktikan apa pun.
Gresham menyetujuinya. Mereka akan menata hari sebelumnya agar Annalise tidak sudah lelah sebelum berangkat.
"Kau tampak punya alasan untuk menantikannya," ujar Henrieta.
Annalise menatap kakaknya dengan curiga.
"Aku menyukai musik."
"Tentu."
"Dan aku pernah mengatakan ingin berdansa."
"Aku mendengarnya."
Gresham memandang kedua putrinya, lalu memilih tidak menyela. Di luar, lampu-lampu London bergerak melewati jendela kereta.
Annalise tidak lagi memikirkan Kate sebagai seseorang yang harus disaingi.
Ia sedang memikirkan satu dansa yang belum diminta Thomas malam itu, dan mengapa dirinya berharap pria tersebut segera mengingatnya.