Lady Gresham memicingkan mata curiga. "Apa yang akan kau lakukan, Edith?”
Melihat raut curiga di wajah temannya, Lady Edith lalu tertawa. "Oh Tuhan! Santailah Gresham! Kau benar-benar berlebihan! Tentu saja aku tidak akan melakukan apapun yang bisa melukai anakku."
"Terakhir kali kau mengatakan hal tersebut, terdengar kabar bahwa Kate resmi bertunangan dengan anakmu."
"Dan kau berhasil menggagalkannya dan mengambil Kate yang manis sebagai menantu keponakanmu! Ya Tuhan!" Gelaknya.
"Jangan bercanda, Edith! Aku harus melakukannya, kau tahu itu! Kate sudah mencintai keponakanku selama sepuluh tahun sebelum takdir mempertemukan mereka kembali. Kau pikir aku akan diam saja ketika melihat hal seperti itu?"
"Dan kau pikir, hanya kau saja yang bisa menjadi cupid bagi anak-anak dan keponakanmu?"
Bibir Lady Gresham menipis.
"Seperti yang kukatakan, aku bersyukur karena kau berhasil membuat Kate memutuskan pertunangannya dan menikah dengan keponakanmu."
"George."
"Maaf?
"Nama keponakanku adalah George."
"Ya, benar. Gregory-"
"George!"
"Oh baiklah. Ya Tuhan! Geofrey!"
Lady Gresham mendengkus dengan sangat tidak anggun. "Kau memang sangat ahli membuatku kesal, bukan?" ujarnya sambil menyipitkan mata.
Lady Edith tertawa. Matanya bersinar senang dan penuh kepuasan. Seperti perbuatannya yang menggelikan dan membuat Lady Gresham yang biasanya sabar dan penuh kasih berubah kesal, adalah hiburan nomor satu baginya.
Tidak lama kemudian, Wilda mengetuk pintu. Mengabarkan bahwa makan malam telah siap dan mereka berpindah ke ruangan makan.
"Apa kau baik-baik saja, Sayang?" tanya sang ibu sembari mengamati Annalise yang tidak lahap sama sekali menyantap makan malamnya.
"Aku tidak apa-apa, Mama," jawab Annalise dengan senyum tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
"Dan apakah orang yang tidak apa-apa memang seharusnya tidak memiliki nafsu makan?" tambah Lady Edith. "Tubuhmu terlalu kurus. Dengan kondisimu, sulit untuk melahirkan bayi yang sehat. Kau harus lebih gemuk lagi!" Perintahnya seolah Annalise adalah ternak yang memang bertujuan untuk memamah biak.
"Bukannya kata-katamu terlalu kasar untuk putriku, Edith?"
Lady Edith mengendikkan bahunya. "Aku hanya mengutarakan pendapatku. Tentu saja jika dia hamil, nafsu makannya memang akan meningkat seiring berkembangnya sang janin. Aku yakin itu."
Lady Gresham kembali mengernyit menatap temannya yang eksotik itu.
Edith Hardy secerdas Benyamin Hardy, suaminya yang telah meninggal. Dan Lady Gresham berharap bahwa membawanya ke Bath bersamanya bukanlah awal dari bencana.
"Apa kau tahu bahwa putraku berada di sini?" Ujar Lady Edith lagi. "Bukankah ini suatu kebetulan bahwa Elise juga berada di sini. Mungkin kita bisa mengatur pertemuan mereka sebelum season di-"
"Tidak!" Ucap Lady Gresham dan Annalise bersamaan. Mereka lalu bertukar pandang. Lady Gresham dengan raut wajah cemas karena berpikir bahwa Thomas terlalu berat untuk putri bungsunya hadapi dan Annalise dengan wajah gugup karena ia tidak ingin bahwa kondisi yang dinyatakan oleh dokter Ruthbone –bahwa dirinya sudah sehat dan siap mengikuti season– diketahui oleh sang ibu.
Oh, Annalise benar-benar belum siap untuk mengikuti season di tahun ini!
Tetapi Hugo telah menolakmu dengan tegas, Annalise.
Bukan berarti bahwa dirinya bisa membuka hati secepat itu, bukan?
Suara tawa lalu memotong perdebatan yang terjadi di kepala Annalise. Sang dowager lagi-lagi tertawa dengan lepas seolah tidak memiliki beban hidup apapun.
"Kasihan Thomas, aku tidak tahu bahwa sekarang dirinya dipandang dengan tidak berharga," gumam sang dowager dengan nada pahit yang sengaja ia tunjukkan.
"Bukan begitu maksudku, Edith. Hanya saja aku tidak tahu apakah kesehatan Annalise mendukung untuk pertemuan mereka."
"Omong kosong! Kota ini memiliki pemandian air panas yang bisa menyehatkan orang yang sekarat sekali pun! Jika perlu, aku akan menyewa satu pemandian khusus untuk kalian jika itu yang kau khawatirkan, Gresham!"
"Tetapi, bukankah ini terlalu cepat? Kau tahu bahwa mereka bisa dipertemukan di season yang akan datang. Tidak ada alasan untuk mereka bertemu terlalu cepat."
"Ada apa antara kau dan anakku, Gresham! Apakah dia pernah berbuat kejahatan besar kepadamu?" Tembak Sang Lady lantang. Itu membuat Lady Gresham tidak mampu untuk menjawabnya. Memang Thomas adalah anak yang baik, dan sebenarnya, tidak ada alasan mengapa dirinya harus menolak pertemuan mereka. Memangnya, apa yang bisa terjadi dalam satu kali pertemuan? Benar, kan?
Pintu ruang makan lalu terbuka tiba-tiba. Memunculkan sosok yang tidak lama sebelumnya telah menjadi perdebatan kedua ibu tersebut.
"Well, selamat malam, Mama. Lady Gresham, dan-" Thomas menggantung ucapannya. Menatap lurus kepada Annalise yang sama terkejutnya dengan kedua ibu di depannya. "Selamat malam My Love."
Kemudian, dengan langkah panjang dan mantap, Thomas mengambil sebelah tangan Annalise. Mengecup punggung tangannya dan memberikan senyuman memesona yang telah ia latih seumur hidupnya.
"Kita baru berpisah selama empat jam dan aku sudah merindukanmu. Apa yang sudah kau lakukan kepadaku, My Angel?" Tambah Thomas yang langsung membuat ketiga wanita di tempat itu membisu dengan ketidakpercayaan yang nyata.