Bab 61. Makan Siang dan Interogasi Mutlak di Singgasana CEO
Pukul dua belas lewat lima belas menit, jarum jam di dinding ruang divisi arsitektur seolah bergerak jauh lebih lambat dari biasanya. Aku masih duduk terpaku di depan layar komputer, sengaja mengulur waktu penyelesaian draf revisi struktur lantai tiga agar tidak harus segera berhadapan dengan penguasa lantai atas yang terkenal kejam jika permintaannya diabaikan. Namun, dewi fortuna jelas tidak sedang berpihak padaku hari ini.
Ting!
Sebuah pesan masuk ke layar komputerku melalui aplikasi internal kantor. Bukan dari rekan kerja divisi, melainkan langsung dari terminal privat CEO.
North: "Waktu istirahat sudah dimulai sejak dua menit lalu, sweetheart. Jangan membuatku turun tangan sendiri untuk menyeretmu dari kursi itu di hadapan seluruh stafmu."
Aku mendengus keras, mendengus sebal samb