Aku menepis map dokumen itu kasar, napasku memburu menatap pria di hadapanku. "Jangan bicara seolah-olah semua keputusan ini demi kebaikanku, North! Kamu mengambil alih firma arsitektur itu dan membelinya tanpa berdiskusi denganku. Kamu memperlakukanku seperti tahanan dalam sangkar emasmu sendiri!"
North tidak bergeming. Sifat lembut yang biasa ia tunjukkan memang lenyap, berganti dengan ketenangan dingin yang menuntut kepatuhan mutlak. Namun, alih-alih membentak atau mengancam dengan kata-kata klise, ia justru bangkit dari kursinya, melangkah perlahan mengitari meja, lalu berdiri tepat di hadapanku.
"Aku tidak pernah memintamu menjadi tahanan, Mindy," suara bariton North melemah, berubah rendah dan menusuk tepat di telinga. Ia mencengkeram pinggangku pelan, menarik tubuhku merapat ke da