Siang itu, mobil sedan hitam yang dikemudikan oleh pengawal pribadi North melaju mulus meninggalkan area parkir apartemen, membelah jalanan ibu kota yang mulai dipadati kendaraan. Berbeda dari minggu-minggu sebelumnya di mana aku lebih banyak menghabiskan waktu bersembunyi di balik dinding penthouse atau kampus yang menegangkan, hari ini aku merasakan udara kebebasan yang sesungguhnya.
North memilih sebuah kafe semi-outdoor di kawasan seni yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk pusat bisnis. Tempat itu dikelilingi tanaman rambat hijau dan pohon-pohon rindang, memberikan privasi yang cukup nyaman tanpa terasa mengekang.
Begitu pelayan selesai mencatat pesanan kami, North menopang dagunya dengan sebelah tangan di atas meja kayu, manik hazel-nya menatapku lekat-lekat seolah dunia di sekitar kam