Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala ibu kota, meninggalkan bias warna jingga yang menembus dinding kaca penthouse North. Setelah perjalanan melelahkan dari kampus dan rasa lega luar biasa pasca sidang kelulusanku, aku memutuskan untuk tidak langsung beristirahat.
Begitu kami tiba di apartemen, North langsung membawaku ke dapur. Pria yang biasanya selalu dikelilingi oleh kesibukan bisnis besar itu kini dengan santainya mengenakan kemeja yang lengannya digulung sebatas siku, bersiap memasak makan malam sederhana khusus untuk merayakan kelulusanku.
Aku duduk di kursi tinggi dekat kitchen island, menopang dagu dengan kedua tangan sambil memperhatikan gerak-gerik North yang cekatan menyiapkan bahan makanan. Aroma rempah dan bawang yang mulai ditumis perlahan menguap, menciptakan su