Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala ibu kota, meninggalkan gradasi warna jingga dan keunguan yang memantul di kaca jendela apartemen. Suasana di dalam ruang keluarga terasa hangat, tetapi pikiranku masih melayang pada percakapan siang tadi bersama Maya.
Aku duduk di sofa panjang berbalut kain beludru, menekuk kedua kaki ke d**a sambil menatap layar laptop yang menyala remang. Naskah dark romance di depanku seolah berhenti bergerak, persis seperti keraguanku yang tertahan di tengah jalan.
Pintu kamar mandi terbuka, dan North melangkah keluar dengan mengenakan jubah mandi hitam yang longgar. Rambut gelapnya masih basah, beberapa tetes air jatuh menyusuri garis rahangnya yang tegas. Pria itu tampak begitu maskulin dan mendominasi, sosok yang selalu siap menghancurkan dunia demi m