Deru helikopter yang membawa kami mendarat mulus di helipad pribadi kawasan perkantoran ibu kota menyadarkanku sepenuhnya bahwa liburan singkat di ujung tebing telah berakhir. Udara kota yang pekat dengan polusi dan deru kendaraan langsung menyambut, membawa kembali realitas kehidupan yang sempat kami tinggalkan beberapa hari lalu.
North menggenggam jemariku erat saat kami turun, menuntunku menuju mobil sedan hitam berpenumpang mewah yang telah siap menjemput. Di dalam kabin yang sejuk, ia merangkul bahuku, membiarkan kepalaku bersandar nyaman di dadanya selama perjalanan menuju penthouse pribadinya di pusat kota.
Hari berikutnya, sebuah tantangan baru yang sudah kuduga akhirnya datang juga. Aku harus kembali menginjakkan kaki di area kampus untuk mengurus beberapa berkas administrasi ak