Setelah badai kehancuran keluarga Lennox mereda sepenuhnya di ibu kota, hari-hari di vila tebing Samudra Hindia berjalan dengan ritme yang jauh berbeda. Tidak ada lagi dering ponsel yang membawa kabar buruk, tidak ada lagi bayangan masa lalu yang menghantui malam-malamku. Yang tersisa hanyalah kedamaian mutlak dan kehadiran North yang senantiasa memelukku dalam dunianya yang aman.
Pagi ini, udara terasa lebih segar dari biasanya. Aku berdiri di depan cermin besar kamar utama, mengenakan gaun midi putih longgar yang senada dengan suasana hati yang lapang. Rambut panjangku tergerai bebas tanpa beban.
Pintu kamar terbuka, dan refleksi North muncul di cermin. Pria itu sudah berpenampilan rapi dengan kemeja katun abu-abu muda dan celana bahan gelap, tampak begitu karismatik seperti biasa. Ia