Cahaya matahari pagi merayap perlahan melalui celah gorden kamar, menghangatkan ruangan luas yang berbalut nuansa modern minimalis. Aku membuka mata perlahan-lahan, mendapati lengan kokoh North masih melingkar pas di pinggangku, seolah pria itu ingin memastikan aku tidak ke mana-mana bahkan dalam lelap tidurnya.
Semalam, obrolan panjang kami mengenai tuntasnya seluruh sisa urusan hukum Lennox benar-benar meruntuhkan beban berat yang selama ini menghimpit dadaku tanpa ampun. Rasanya begitu lapang dan melegakan. Seperti badai panjang yang akhirnya reda sepenuhnya, menyisakan ketenangan mutlak yang amat asing namun sangat candu untuk dirasakan setiap hari.
Aku bergerak sangat hati-hati, mencoba melepaskan diri dari dekapan hangatnya tanpa ingin mengusik tidurnya yang tampak begitu nyenyak.